Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Pengembangan Perikanan Budidaya: Efektivitas Program Minapolitan Dalam Pengelolaan Perikanan Budidaya Berkelanjutan di Kabupaten Gresik Zakiyah, Dwi Maulidatuz
JURNAL PEMBANGUNAN WILAYAH & KOTA Vol 10, No 4 (2014): JPWK Vol 10 No 4 December 2014
Publisher : Magister Pembangunan Wilayah dan Kota,Undip

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (3365.118 KB) | DOI: 10.14710/pwk.v10i4.8171

Abstract

Aquaculture is one of activities developed in Gresik. However, it’s pressing the ecosystem of coastal area with the high mangrove destruction due to expansion of the pond and a wide variety of negative impacts for environment. The government implemented minapolitan program to increase the productivity of aquaculture to be able to improve the well-being of coastal communities. Therefore, question on this research is “how minapolitan program effectiveness in the management of sustainable aquaculture”. The method of research is qualitative with intention to understand the activities of aquaculture and its influence on economic, social and environment condition in Gresik. To answer the research question, it is conducted field surveys, interviews and questionnaires to the farmers. To determine effectiveness of the minapolitan program, the author evaluate the sustainability of aquaqulture activities. The results showed that aquaculture provides a wide range of positive and negative impacts for the economic, social and environment condition. Furthermore, based on the assessments of the sustainability, it can be  seen that the minapolitan program failed  and  ineffective  in  realizing  the  sustainable development  of aquaculture. This is due to the lack of continuity and the balance of the three aspects of sustainable development (economic, environmental and socio-territorial).
PERSEPSI MASYARAKAT PADA KETERSEDIAAN ELEMEN PERABOTJALAN DI KORIDOR JALAN MONUMEN LORI – SIMPANG RAJA BALI,KAWASAN KAYUTANGAN HERITAGE, KOTA MALANG Putra, R Dimas Widya; Sahono, Fariha Fadly; Zakiyah, Dwi Maulidatuz
PANGRIPTA Vol. 6 No. 2 (2023): Pangripta Jurnal Ilmiah Kajian Perencanaan Pembangunan
Publisher : Badan Perencanaan Pembangunan Kota Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (715.338 KB) | DOI: 10.58411/a2cpr043

Abstract

Malang merupakan kota yang memiliki banyak kekayaan akan bangunan bersejarah,  salah satunya berupa pelestarian bangunan kolonial. Aktivitas perekonomian di berbagai ruas  jalan di Kota Malang terus berubah dan berkembang, salah satunya aktivitas pada ruas jalan di  sepanjang kawasan Monumen Lori hingga Simpang Raja Bali. Pada kawasan Kayutangan  Heritage Kota Malang tersebut, masih terlihat deretan rumah kolonial Belanda di antara jalan-jalan sempit yang memiliki lebar 0,5 hingga 2 meter. Penelitian ini bertujuan untuk  mengidentifikasi persepsi masyarakat terhadap ketersediaan elemen perabot jalan pada koridor  jalan kawasan Monumen Lori hingga Simpang Raja Bali. Penelitian menggunakan pendekatan  rasionalistik dan pendekatan deskriptif yang menggunakan 3 (tiga) variabel, yaitu keamanan,  tingkat kesenangan dan daya tarik, dan variabel kenyamanan. Berdasarkan hasil kuesioner  dengan responden dari masyarakat yang melintasi koridor jalan kawasan Monumen Lori  hingga Simpang Raja Bali, disimpulkan bahwa pada variabel keamanan menunjukkan bahwa  meskipun fasilitas pedestrian way memiliki status cukup baik, koridor jalan ini sudah  memberikan keamanan bagi pejalan kaki. Pada variabel tingkat kesenangan dan daya tarik menunjukkan bahwa kawasan ini menarik masyarakat sekitar dengan berbagai kegiatan,  ketersediaan bangunan estetik, dan bermacam kafe yang memiliki tema unik dan menarik. Pada  variabel kenyamanan, disimpulkan bahwa fasilitas pendukung pada pedestrian way sudah  lengkap dan mendukung kenyamanan saat berjalan kaki. Sehingga, hasil penelitian  menunjukkan bahwa variabel keamanan, tingkat kesenangan dan daya tarik serta variabel  kenyamanan pada kawasan kayutangan Monumen Lori – Simpang Raja Bali sudah tercukupi.