Claim Missing Document
Check
Articles

Found 3 Documents
Search

Senam Persadia 1 Sebagai Modalitas Untuk Menurunkan Kadar Gula Darah 2 Jam Post Prandial Penderita Diabetes Mellitus Tipe 2 Di Puskesmas Balowerti Kota Kediri Wahyu Nur Pratiwi; Christina Dewi P
Adi Husada Nursing Journal Vol 5 No 2 (2019): Adi Husada Nursing Journal
Publisher : STIKes Adi Husada

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37036/ahnj.v5i2.152

Abstract

ABSTRAK Latihan jasmani merupakan salah satu pilar dalam melakukan pengelolaan penderita Diabetes Mellitus Tipe 2 apabila tanpa disertai adanya nefropati. Senam Diabetes Mellitus dalam hal ini adalah Senam Persadia 1 merupakan salah satu latihan jasmani yang dianjurkan bagi penderita Diabetes Mellitus Tipe 2. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui efektivitas Senam Persadia 1 terhadap kadar gula darah 2 jam setelah makan (GD2PP) pada penderita Diabetes Mellitus tipe 2 di Puskesmas Balowerti Kota Kediri. Penelitian ini merupakan penelitian lapangan (field experimental) dengan Non Randomized Posttest with Control group design. Subjek penelitian berjumlah 40 dengan masing-masing kelompok terdiri dari 20 sampel. Data kadar gula darah diobservasi menggunakan glucometer autocheck dan dianalisis dengan uji independent t. Uji independent t mendapatkan nilai ρ=0,030 dimana α=0,05 sehingga ρ<α yang berarti bahwa ada perbedaan signifikan antara kelompok treatment dengan control. Rerata kadar gula kelompok control=262,15 sedangkan untuk kelompok treatment= 227,25. Senam Persadia l dapat menurunkan kadar GDPP pada pasien DM tipe 2. Kata Kunci: Senam Persadia 1, kadar gula darah 2 jam post prandial, Diabetes Mellitus tipe 2
The Effect of Supporting the Educational System on Pregnant Mother's Preeclampsia in The Hospital. Auras Of Self-Aggressiveness. Isnaeni, Ely; Wahyu Nur Pratiwi; Sheylla Septina Margareta; Wahyu Sri Astutik; Sujatmiko
Journal of Scientific Research, Education, and Technology (JSRET) Vol. 3 No. 1 (2024): Vol. 3 No. 1 2024
Publisher : Kirana Publisher (KNPub)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58526/jsret.v3i1.355

Abstract

Background Aki (Mother Death Number) and Aki (Baby Death Number) are caused by pre-eclampsia. In 2021, there were 76,000 women and 500,000 babies die due to pre eclampsia.Based on the prevalence of such events then one of the interventions to reduce AKI and AKB is given a supportive educational system by providing education such as teaching, guidance and guidance, Such interventions can enhance knowledge in the attitude toward preeclampsia. The goal is to find out if there's an educational system effect on a pregnant mother's pre eclampsia at the hospital. Aura syifa self. This method of research is a categorical study with pre-perimental research designs and research methods of one group pre test and post-test. Sampling techniques use accidental technique so that they get 25 responders. Willcoxon test analysis shows a self-care supportive educational system effect on maternity pre eclamation with 0.000 significance in which < (= 0.05 ). Conclusion, studies have proved to have an effect on the immune system on the preeclampsia of the hospital's euras of self - euphemism. Suggest the next researcher is able to add common data regarding attitudes like factors that affect attitudes (personal experiences), the influence of others considered important and cultural influence)
AKTIVITAS FISIK PENTING DALAM MANAJEMEN KADAR GULA DARAH LANSIA DENGAN DIABETES MELLITUS Wahyu Nur Pratiwi; Giovanni Iga Firmanda; Rita Dewi Sunarno; Sujatmiko; Yuan Guruh Pratama
Jurnal Keperawatan Widya Gantari Indonesia Vol 9 No 2 (2025): JURNAL KEPERAWATAN WIDYA GANTARI INDONESIA (JKWGI)
Publisher : Nursing Department, Faculty of Health, Universitas Pembangunan Nasional "Veteran" Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Aktivitas fisik yang rendah pada lansia penderita diabetes melitus berkontribusi pada tingginya kadar gula darah. Kadar gula darah yang tinggi dapat menyebabkan komplikasi kesehatan yang lebih besar. Salah satu tata laksana dalam diabetes melitus adalah aktivitas fisik. Aktivitas fisik yang dilakukan berkesinambungan membantu menurunkan kadar gula darah. Tujuan dari penelitian ini untuk mengetahui hubungan antara aktivitas fisik dengan kadar gula darah pada lansia penderita diabetes mellitus Puskesmas Silir. Penelitian ini merupakan penelitian kuantitatif dengan metode observasional dengan pendekatan cross-sectional study. Pengambilan sampel dengan Accidental Sampling dengan sampel sebanyak 96 responden dari sampel sejumlah 408, dengan instrumen GPAQ (Global Physical Activity Questionnaire). Analisis data menggunakan uji Spearman. Hasil penelitian menunjukkan sebesar 60.4% partisipan memiliki aktivitas fisik kategori Inaktif, serta 53.1% kadar gula dari partisipan masuk dalam kategori Tinggi. Hasil uji Spearman menunjukkan ρ-value = 0,000 < 0,05 dengan koefisien korelasi -0,830 yang menunjukkan arah negatif dengan kekuatan hubungan sangat kuat. Penelitian ini menunjukkan bahwa aktivitas fisik memiliki hubungan yang sangat kuat dengan kadar gula darah lansia dengan Diabetes Mellitus. Hal ini bermakna bahwa aktivitas fisik menjadi tatalaksana yang penting dalam perawatan lansia dengan Diabetes Mellitus.