Latar Belakang : Penggunaan kondom oleh pelanggan pekerja seks masih sangat kurang salah satunya karena teknik negosiasi kondom yang kurang dilakukan oleh pekerja seks. Kurangnya negosisasi yang dilakukan sebelum berhubungan seks terkait dengan kurangnya pengetahuan pekerja seks tentang cara merayu pelanggan. Tujuan : Tujuan dari penelitian ini yaitu untuk mengetahui perilaku dan strategi negosiasi yang paling efektif digunakan sehingga pelanggan mau menggunakan kondom. Metode : Jenis penelitian ini yaitu analisis observasional, dengan kluster random sampling dan jumlah responden yang diambil sebanyak 82 responden. Teknik pengumpulan data menggunakan wawancara terstruktur dengan adaptasi kuesioner condom influence strategy questionaire (CISQ) dan karakteristik responden. Analisis yang digunakan yaitu analisis univariat, bivariat serta multivariat dengan menggunakan software. Hasil : Proporsi penggunaan kondom oleh pelanggan pekerja seks yang dilaporkan oleh WPS sebanyak 74,4%. Strategi negosiasi yang efektif digunakan oleh pekerja seks kepada pelanggan lama adalah hubungan konseptual (AOR:18,7, 95% CI 1,44-243,3) dan penghargaan (AOR :8,9, 95% CI 1,3-59,4). Strategi negosisasi yang efektif digunakan pada pelanggan baru adalah permintaan langsung (AOR : 6,8, 95% CI 1,02-46,3), penyampaian informasi risiko (AOR : 33,1, 95% CI 5,9-185,2) dan penghargaan (AOR : 6,3, 95% CI 1,42-28,1). Perilaku yang dominan berhubungan dengan penggunaan kondom adalah merayu pelanggan (AOR : 5,6, 95% CI 1,84-17,1). Kesimpulan dan Saran: Proporsi penggunaan kondom oleh pelanggan adalah 74,4%. Strategi negosiasi yang paling efektif digunakan oleh pelanggan lama adalah hubungan konseptual dan penghargaan, sedangkan strategi negosiasi yang paling efektif pada pelanggan baru adalah permintaan langsung, penyampaian informasi risiko dan penghargaan. Sedangkan perilaku merayu pelanggan sangat efektif untuk meningkatkan penggunaan kondom. Perlu peningkatan pengetahuan kepada pekerja seks dan distribusi kondom.