Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

PENGARUH VARIASI PELARUT ETILASETAT, KLOROFORM DAN AIR PADA UJI AKTIVITAS ANTIBAKTERI EKSTRAK DAUN SEMBUNG RAMBAT (MIKANIA MICRANTHA KUNTH) TERHADAP Bacillus subtilis Yunilda Rosa; Mayaranti Wilsya; Asni Chairunnisa
Babul Ilmi Jurnal Ilmiah Multi Science Kesehatan Vol 12, No 2 (2020): Babul Ilmi Jurnal Ilmiah Multi Science Kesehatan
Publisher : STIKES 'Aisyiyah Palembang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36729/bi.v12i2.512

Abstract

Latar belakang: Sembung rambat adalah salah satu gulma tahunan yang tumbuh merambat dengan cepat. Sembung rambat memiliki kandungan senyawa alkaloid, flavonoid, tanin dan saponin yang mempunyai manfaat sebagai antibakteri. Tujuan: Untuk membandingkan jenis pelarut dengan kepolaran yang berbeda dari ekstrak daun sembung rambat (Mikania micrantha Kunth) terhadap Bacillus subtilis. Metode: Desain penelitian ini adalah penelitian eksperimental yang dilaksanakan di laboratorium farmasi STIK  Siti Khadijah Palembang dari bulan Mei-Juli 2019. Populasi yang digunakan adalah bakteri Bacillus subtilis dan sample penelitian adalah biakan bakteri Bacillus subtilis yang diperoleh dari Universitas Indonesia (UI) dan analisa data yang digunakan adalah One Way ANOVA. Konsentrasi dari ekstrak daun sembung rambat yang digunakan yaitu 10%, 25%, 50% dan 75%. Hasil: Hasil pengukuran diameter zona hambat menunjukan bahwa nilai diameter zona hambat tertinggi sampai terendah dari aktivitas antibakteri ekstrak daun sembung rambat dengan variasi pelarut etilasetat, kloroform dan air terhadap Bacillus subtilis secara berurutan yaitu ekstrak daun sembung rambat pada konsentrasi 10% dengan jenis pelarut etilasetat memiliki zona hambat tertinggi yaitu 10,8 mm tergolong aktivitas antibakteri kuat. Jenis pelarut kloroform memiliki zona hambat yaitu 7,6 mm tergolong aktivitas antibakteri sedang. Dan pelarut air tidak memiliki zona hambat dan tergolong tidak ada aktivitas antibakteri. Saran: Perlu dilakukan penelitian dengan menggunakan sediaan/pelarut dan metode yang lain dari daun sembung rambat untuk menghambat bakteri patogen. Kata Kunci  : Daun Sembung Rambat, Etilasetat, Kloforom, Air, Bacillus Subtilis, Disk Diffusion
FORMULASI SEDIAAN LOTION KOMBINASI EKSTRAK DAUN SIRSAK (Annona muriacata L) DAN EKSTRAK DAUN NANGKA (Artocarpus heterophyllus Lam) SEBAGAI PELEMBAB Mayaranti Wilsya; Yeni Agustin; Adellia Muharyati
Jurnal Kesehatan : Jurnal Ilmiah Multi Sciences Vol 12 No 02 (2022): JURNAL KESEHATAN : JURNAL ILMIAH MULTI SCIENCES
Publisher : STIK SITI KHADIJAH PALEMBANG

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52395/jkjims.v12i02.348

Abstract

Kulit merupakan organ tubuh terbesar pada manusia yang memiliki fungsi proteksi. Kanker kulit di Indonesia menempati urutan ketiga setelah kanker rahim dan kanker payudara. Maka dari itu diperlukan antioksidan yang berfungsi untuk menstabilkan radikal bebas dengan melengkapi kekurangan elektron dari radikal bebas Berdasarkan latar belakang tersebut maka peneliti tertarik untuk melakukan penelitian tentang membuat formulasi sediaan lotion dari ekstrak etanol daun sirsak (Annona muricate L.) dengan kombinasi ekstrak tanaman daun nangka (Artocarpus heterophyllus Lam) dengan variasi tiga bahan emulgator anionic yaitu Trietanolamin, emulgator kationik yaitu CMC- Na, emulgator non ionic yaitu Tween 80 dan Span 80 untuk membandingkan formulasi mana yang paling baik dari ketiga formula tersebut. Desain penelitian yang digunakan adalah penelitian eksperimental untuk mengetahui formulasi dan evaluasi sediaan lotion yang mengandung ekstrak etanol daun sirsak (Annona muricata L) dan daun nangka (Artocarpus heterophyllus Lam) dengan konsentrasi 3% dengan variasi emulgator yang berbeda Berdasarkan hasil evaluasi sediaan lotion dari ekstrak tanaman daun nangka (Artocarpus heterophyllus Lam) dan daun sirsak (Annona muricata L) dengan variasi emulgator, emulgator yang paling cocok digunakan dalam pembuatan lotion yakni emulgator Asam stearate dan Trietanolamin karena pada uji organoleptik tidak mengalami perubahan warna, bentuk dan bau dan paling banyak disukai oleh panelis Sediaan lotion ekstrak tanaman daun nangka (Artocarpus heterophyllus Lam) dan tanaman daun sirsak (Annona muricata L) dengan variasi emulgator Asam stearate dan Trietanolamin, Na-CMC, Tween 80 dan Span 80 pada evaluasi uji daya lekat, uji daya sebar, dan uji viskositas telah sesuai standar persyaratan uji sediaan lotion.