Leksmono Suryo Putranto
Universitas Tarumanagara

Published : 15 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 15 Documents
Search

KARAKTERISTIK TRANSPORTASI SAAT LIBURAN HARI RAYA IDUL FITRI PADA RESPONDEN DI JABODETABEK YANG SUDAH TIDAK MEMILIKI ORANG TUA Tedy Tedy; Leksmono Suryo Putranto
JMTS: Jurnal Mitra Teknik Sipil Volume 2, Nomor 1, Februari 2019
Publisher : Prodi Sarjana Teknik Sipil, FT, Universitas Tarumanagara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24912/jmts.v2i1.3417

Abstract

Pulang kampung merupakan kegiatan perantau atau pekerja migran untuk kembali ke kampung halamannya, dan identik dengan tradisi tahunan yang terjadi menjelang hari raya besar keagamaannya misalnya menjelang Idul Fitri. Tujuan utama pulang ke kampung halaman yaitu untuk bertemu dengan sanak saudara dan orang tua di kampung halaman dikarenakan sudah merantau atau bekerja di luar kampung halaman selain itu untuk melepaskan rasa penat setelah bekerja di kota. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui karakteristik transportasi saat liburan hari raya idul fitri pada responden di jabodetabek yang sudah tidak memiliki orang tua. Pengumpulan data pada penelitian ini dilakukan dengan menggunakan kuesioner online (36 orang) dan offline (38 orang) terhadap para perantau di Jabodetabek yang sudah tidak memiliki orang tua. Metode yang digunakan pada penelitian ini adalah metode analisis selisih rataan dan tabel silang untuk melihat perbedaan signifikan antara karakteristik responden terhadap waktu tempuh, waktu berangkat ke kampung halaman serta durasi lama di kampung halaman untuk mengetahui karakteristik dari responden yang memenuhi syarat. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa para perantau yang sudah tidak memiliki orang tua lebih memilih untuk memakai moda transportasi umum yaitu pesawat terbang dikarenakan pesawat terbang lebih efisien dalam waktu dibandingkan mobil pribadi dan lebih memilih untuk mempersingkat waktu ketika berada di kampung halaman.
PENGARUH BOREDOM PRONENESS DAN LOCUS OF CONTROL TERHADAP KECEPATAN SAAT MENGEMUDI DI JABODETABEK Gavriel Ganesia Prajitna; Leksmono Suryo Putranto
JMTS: Jurnal Mitra Teknik Sipil Volume 4, Nomor 2, Mei 2021
Publisher : Prodi Sarjana Teknik Sipil, FT, Universitas Tarumanagara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24912/jmts.v0i0.10474

Abstract

Driving is an activity that contains a high risk such as loss, damage, loss, accidents and even death, so the drivers requires full attention with very high concentration. One of the causes of accidents experienced by some drivers is the result of several internal factors from the driver, one of the factors is boredom proneness. To be able to control all factors while driving, of course, good control skills are needed for the driver. One of the constructs that is able to explain this is the locus of control. In terms of driving on the road, drivers must also pay attention to personal safety by paying attention to vehicle speed. This research was conducted to determine the effect of locus control on boredom prone, boredom prone to speed, and control locus on speed. Data for research were obtained through online questionnaires. This research will be the method of Structural Equation Modeling (SEM). From the research results, it was found that the boredom proneness greatly affects a person's choice of speed. Meanwhile, the locus of control is a factor that slightly affects a person's speed selection. In addition, the locus of control is sufficient to affect a person's boredom proneness nature ABSTRAKMengemudi merupakan kegiatan yang mengandung resiko tinggi seperti kerugian, kerusakan, kehilangan, kecelakaan bahkan kematian, dengan demikian pengemudi membutuhkan perhatian penuh dengan konsentrasi sangat tinggi. Salah satu penyebab kecelakaan yang dialami beberapa pengemudi adalah akibat beberapa faktor internal dari pengemudi tersebut, salah satu faktor nya adalah rawan bosan. Untuk dapat mengontrol semua faktor ketika mengemudi, tentu dibutuhkan kemampuan kontrol yang baik pada pengemudi. Salah satu konstruk yang mampu menjelaskan hal tersebut yaitu lokus kendali. Dalam hal mengemudi di jalan, pengemudi juga harus memperhatikan keselamatan diri dengan memperhatikan kecepatan kendaraan. Penelitian ini dilakukan untuk mengetahui pengaruh lokus kendali terhadap rawan bosan, rawan bosan terhadap kecepatan, dan lokus kendali terhadap kecepatan. Data untuk penelitian didapatkan melalui kuesioner secara online. Penelitian ini akan Metode Structural Equation Modeling (SEM). Dari hasil penelitian didapatkan bahwa rawan bosan sangat mempengaruhi pilihan kecepatan seseorang. Sedangkan lokus kendali merupakan faktor yang sedikit mempengaruhi  pemilihan kecepatan seseorang. Selain itu lokus kendali cukup mempengaruhi sifat rawan bosan seseorang.
KARAKTERISTIK SESEORANG DALAM MENCARI JALAN DI JABODETABEK Pratama Kurnia Jaya; Leksmono Suryo Putranto
JMTS: Jurnal Mitra Teknik Sipil Volume 3, Nomor 2, Mei 2020
Publisher : Prodi Sarjana Teknik Sipil, FT, Universitas Tarumanagara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24912/jmts.v3i2.7009

Abstract

Transportation arise as result of human activity to fulfil their daily needs that cannot be achieved in their current location. This activity is influnced by the characteristics of everyone in finding a way. A person’s characteristics are certainly influnced by his daily life in which every human being has different needs and obligations and is also supported by existing transportation facilities in the place where they live. Besides the discussion about way finding is very complex because many people still don’t understand the characteristics in each region in each individual or group. Furthermore, to support this, it is necessary to pay attention to the characteristics in each region. This research was conducted using a questionnaire measuring tool that was distributed directly and online. Obtained from fifty respondents for direct questionnaires and fiftyseven for online questionnaires. The data were analyzed using independent sample t-test and one sample t-test to know how much the influence of the factors influencing someone’s characteristics in finding a way in Jabodetabek. Based on the results of the study, the age factor has the greatest influence on a person’s characteristics in finding a way. When compared with respondents in their gender and monthly expenditure of respondents.AbstrakTransportasi terjadi karena adanya keharusan manusia untuk memenuhi kebutuhannya yang tidak dapat dipenuhi ditempatnya saat itu berada. Kegiatan ini dipengaruhi oleh karaketeristik setiap orang dalam mencari jalan. Karakteristik seseorang pastinya di pengaruhi dari kehidupan dia sehari-hari yang dimana setiap manusia mempunyai kebutuhan dan kewajiban yang berbeda-beda dan juga di dukung oleh fasilitas transportasi yang ada pada tempat mereka hidup. Disamping itu juga bahasan tentang wayfinding amat kompleks karena banyak sekali yang belum memahami karakteristik di setiap daerah pada masing-masing individu dan kelompok. Maka untuk menunjang hal itu perlu di perhatikan setiap karakteristik setiap daerah masing-masing. Penelitian ini dilakukan untuk mengetahui variabel yang paling mempengaruhi karakteristik seseorang dalam mencari jalan di Jabodetabek. Penelitian ini dilakukan dengan menggunakan alat ukur kuesioner yang disebarkan secara langsung dan secara online. Didapatkan sebanyak lima puluh responden untuk kuesioner langsung dan lima puluh tujuh responden untuk kuesioner online. Data dianalisis menggunakan independent sample t-test dan one sample t-test untuk mengetahui seberapa besar pengaruh faktor-faktor yang diduga mempengaruhi karakteristik seseorang dalam mencari jalan di Jabodetabek. Berdasarkan hasil penelitian, faktor usia memiliki pengaruh paling besar dalam karakteristik seseorang dalam mencari jalan. Jika dibandingkan dengan responden pada jenis kelaminnya dan pengeluaran responden perbulannya.
ANALISIS PENGARUH LAYANAN BELANJA ONLINE TERHADAP PERJALANAN BERBASIS RUMAH DAN TEMPAT AKTIVITAS DENGAN METODE SEM James Salim; Leksmono Suryo Putranto
JMTS: Jurnal Mitra Teknik Sipil Volume 3, Nomor 4, November 2020
Publisher : Prodi Sarjana Teknik Sipil, FT, Universitas Tarumanagara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24912/jmts.v3i4.8420

Abstract

Transportation is an activity which moving a person or an object from one place to another place. Transportation is done not for desire, it is a derived demand for humans to do the activities for fulfiling their daily needs. Shopping is one of the activities that comply their daily needs. Nowdays, online shopping is a trend. Besides easy to do, online shopping can be done any where and any time because of its online system. Along with the growth of online shopping, a lot of people prefer online shopping rather than traditional shopping to shops, markets, shopping centers and other places. Thisthings could change number of people on doing shopping trips. Thisresearch aimsto find out what factors effects someone’s decision to shop online and find out wether online shopping has a direct effect on shopping trips done by people. Data for this reseach collected by quistionnaire. This research will be done with Structural Equation Modeling (SEM) Method. This research shows that experience and trust are strong factors on someone for making decision to shop online and shows that online shopping did not effect directly to people’s shopping trips.ABSTRAKTransportasi adalah kegiatan perpindahan tempat orang atau suatu benda dari satu tempat ke tempat lainnya. Transportasi dilakukan bukan karena keinginan, melainkan sebuah kebutuhan turunan karena manusia harus melakukan aktivitas untuk memenuhi kebutuhan mereka sehari-hari. Belanja adalah salah satu kegiatan yang dilakukan untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari. Belanja online sendiri menjadi sangat trend saat ini. Belanja online selain mudah untuk dilakukan, bisa dilakukan kapan saja, dimana saja karena sistemnya yang bersifat online. Seiring dengan perkembangan belanja online, tidak sedikit orang yang lebih memilih melakukan belanja online dibandingkan melakukan belanja langsung ke toko, pasar, pusat perbelanjaan, dan tempat lainnya. Hal ini bisa jadi mempengaruhi jumlah orang yang melakukan perjalanan belanja. Penelitian ini dilakukan mengetahui faktor apa saja yang berperan dalam keputusan seseorang melakukan belanja online dan mengetahui apakah belanja online berpengaruh secara langsung terhadap perjalanan belanja yang dilakukan masyarakat. Data untuk penelitian didapatkan melalui kuesioner. Penelitian ini akan menggunakan Metode Structural Equation Modeling atau SEM. Dari hasil penelitian didapatkan bahwa pengalaman dan kepercayaan adalah dua faktor yang kuat dalam penentuan keputusan seseorang melakukan belanja online dan belanja online tidak mempengaruhi perjalanan belanja secara langsung
ANALISIS PENGARUH INDEKS WALKABILITY TERHADAP KEINGINAN BERJALAN KAKI DARI DAN MENUJU STASIUN TRANSPORTASI UMUM Reynaldo Bernard Khuana; Leksmono Suryo Putranto
JMTS: Jurnal Mitra Teknik Sipil VOLUME 4, NOMOR 3, AGUSTUS 2021
Publisher : Prodi Sarjana Teknik Sipil, FT, Universitas Tarumanagara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24912/jmts.v0i0.12645

Abstract

Although the construction of public transport infrastructure is underway, the poor quality of the pedestrian paths may result in users being reluctant to use public transport. Therefore, a method to find out the walking path according to the user's desire to travel is needed. This study aims to determine the factors formed and the influence of socials-demographic characteristics on the desire to walk to and from public transportation stations in Indonesia. The statements contained in the questionnaire were made based on the walkability index that has been used previously in several countries and confirmed by factor analysis. The results of the factor analysis showed that from the 13 variables tested, there were 4 variables which were reduced until the remaining 9 variables formed 2 factors. The two factors are the convenience factor and the practicality and safety factor. socials-demographic factors such as age, gender, walking frequency, walking distance, place of residence, walking purpose, and monthly expenses did not have a significant influence on the pleasantness factor as well as the practicability and safety factor.ABSTRAKMeskipun pembangunan infrastruktur transportasi umum sedang dilakukan, kualitas jalur pejalan kaki yang buruk dapat mengakibatkan pengguna enggan untuk menggunakan transportasi umum. Oleh karena itu suatu metode untuk mengetahui jalur perjalan kaki yang sesuai dengan keinginan berjalan pengguna sangatlah diperlukan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui faktor-faktor yang terbentuk dan pengaruh karakteristik sosial-demografis terhadap keinginan berjalan kaki dari dan menuju stasiun transportasi umum di Indonesia. Pernyataan-pernyataan yang terdapat dari kuesioner dibuat berdasarkan indeks walkability yang telah digunakan sebelumnya pada beberapa negara dan dikonfirmasi dengan analisis faktor. Hasil analisis faktor menunjukkan dari 13 variabel yang diuji terdapat 4 variabel yang direduksi hingga tersisa 9 variabel yang membentuk 2 faktor. Kedua faktor tersebut adalah faktor kenyamanan dan faktor kepraktisan dan keselamatan. faktor sosial-demografis seperti usia, jenis kelamin, frekuensi berjalan kaki, jarak kemampuan berjalan, tempat tinggal, tujuan berjalan, dan pengeluaran tiap bulan tidak memberikan pengaruh yang signifikan terhadap faktor kenyamanan maupun faktor kenyamanan dan keselamatan.