Josephine Aristiti Setyarini
Universitas Tarumanagara

Published : 3 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 3 Documents
Search

STUDI N-SPT MENGENAI DAYA DUKUNG TIANG PANCANG PADA KONSTRUKSI PILE SLAB PROYEK JALAN TOL JAKARTA-KUNCIRAN-CENGKARENG Steven Prima; Iwan B Santoso; Josephine Aristiti Setyarini
JMTS: Jurnal Mitra Teknik Sipil Volume 2, Nomor 4, November 2019
Publisher : Prodi Sarjana Teknik Sipil, FT, Universitas Tarumanagara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24912/jmts.v2i4.6175

Abstract

Konstruksi pile slab dengan fondasi tiang pancang pada proyek jalan Tol Jakarta–Kunciran–Cengkareng STA 37+826.7-STA 38.016.7 dengan ukuran diameter 0.6 m menggunakan 5 data borlog yang terbagi di 5 zona. Borlog tersebut menghasilkan data berupa N-SPT yang dapat digunakan untuk analisa perhitungan daya dukung tiang. Fondasi tiang pancang pada proyek ini berada pada kedalaman tanah keras berupa clay dengan rata-rata kedalaman 13 m dan rata-rata N-SPT 25. Metode koreksi N-SPT yang digunakan dalam tulisan ini yaitu metode Tokimastu dan Yoshimi; Liao dan Whitman; Skempton; Peck, Hansen, dan Thornburn;  Bazaraa; dan Skempton (Efisiensi). Sedangkan analisis daya dukung tiang yang digunakan dalam tulisan ini yaitu metode Schmertmann, Brown, dan Meyerhoff. Kajian secara teknis konstruksi pile slab dengan fondasi tiang pancang pada STA 37+826.7-STA 38.016.7 jalan Tol Jakarta-Kunciran-Cengkareng sehingga fondasi tiang tersebut dapat dikatakan efisien dan aman dilihat dari kedalaman tiang dan kapasitas daya dukung tiang.
KAJIAN TEKNIS PENGGUNAAN TERRAMESH SEBAGAI DINDING PENAHAN TANAH PADA PROYEK JALAN TOL JAKARTA-KUNCIRAN-CENGKARENG Andrew Horas; Aniek Prihatiningsih; Josephine Aristiti Setyarini
JMTS: Jurnal Mitra Teknik Sipil Volume 2, Nomor 2, Mei 2019
Publisher : Prodi Sarjana Teknik Sipil, FT, Universitas Tarumanagara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24912/jmts.v2i2.4306

Abstract

Lereng yang curam adalah masalah dalam bidang geoteknik yang sering dijumpai. Lereng tersebut dapat terbentuk secala alami maupun buatan. Salah satu lereng buatan yang terbentuk dari penimbunan tanah seperti jalan tol di Jakarta. Lahan yang terbatas menjadi alasan utama terbentuknya lereng yang hampir tegak 90o sehingga dibutuhkan perkuatan. Salah satu perkuatan yaitu menggunakan Terramesh dan geogrid. Keterbatasan data tanah menjadi salah satu permasalahan dalam kasus ini. Data laboratorium tidak tersedia sehingga digunakan berbagai korelasi berdasarkan nilai N-SPT. Analisis mendalam dilakukan dengan penetuan nilai koefisien pengali kuat geser tidak terdrainase (Su). Hasil korelasi tersebut akan dimasukkan sebagai parameter dalam program yang berbasis elemen hingga. Nilai angka keamanan dari stabilitas lereng akan menjadi hasil keluaran program. Nilai tersebut menunjukkan bahwa penggunaan Terramesh dan geogrid di jalan tol di Jakarta cukup efektif digunakan sebagai perkuatan lereng akibat timbunan.
ANALISIS GAYA LATERAL PADA TIANG AKIBAT PENAMBAHAN TIMBUNAN DI PROYEK JALAN TOL JAKARTA Marcello Dicky Wijaya; Aniek Prihatiningsih; Josephine Aristiti Setyarini
JMTS: Jurnal Mitra Teknik Sipil Volume 2, Nomor 2, Mei 2019
Publisher : Prodi Sarjana Teknik Sipil, FT, Universitas Tarumanagara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24912/jmts.v2i2.4308

Abstract

Pada salah satu jalan tol di Jakarta menggunakan konstruksi pile slab tiang pancang sepanjang 200 m. Tiang yang digunakan adalah tiang spun pile beridameter 600 mm. Tiang akan dipancang sampai ke tanah keras dengan dengan rentang kedalaman 12 m sampai 15 m dan memiliki free standing tiang setinggi 5 m diatas tanah eksisting. Ketinggian timbunan ini beragam, mulai dari 1 m hingga 4 m diatas tanah eksisting. Metode analisis yang digunakan untuk menghitung besarnya perpindahan horizontal dalam penulisan ini adalah metode elemen hingga. Berdasar pada hasil analisis, pemberian timbunan ini terbukti dapat meningkatkan tahanan lateral tiang sehingga perpindahan horizontal pada tiang semakin kecil. Pemberian timbunan 1 m sudah dapat meningkatkan tahanan lateral sebesar 78%. Kajian secara teknis pemberian timbunan dengan ketinggian 1 m sampai 4 m ini pun dapat dikatakan aman ditinjau dari perpindahan horizontal dan momen yang terjadi pada tiang. Namun pemberian timbunan setinggi 4 m ini dapat dikatakan tidak efisien karena tahanan lateral tiang jauh lebih besar daripada beban lateral yang ada.