Claim Missing Document
Check
Articles

Found 3 Documents
Search

Sosialisai pencegahan penyebaran covid 19 dengan gerakan masyarakat hidup sehat di kota padangsidimpuan Hotma Royani Siregar; Asnil Adli Simamora
Jurnal Pengabdian Masyarakat Aufa (JPMA) Vol 2 No 2 (2020): Vol. 2 No. 2 Agustus 2020
Publisher : Universitas Aufa Royhan Di Kota Padangsidipuan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

COVID-19 (coronavirus disease 2019) is a disease caused by a new type of coronavirus, namely Sars-CoV-2, which was first reported in Wuhan China on December 31, 2019. Coronavirus is a collection of viruses that can infect the respiratory system. In most cases, this virus causes only minor respiratory infections, such as the flu. However, this virus can also cause severe respiratory infections, such as lung infections (pneumonia). This virus is transmitted through sputum droplets from the respiratory tract, for example when in a crowded closed room with poor air circulation or direct contact with droplets. So based on the above problems, we intend to carry out community service in the form of socialization of the prevention of Covid-19 transmission with the Healthy Living Community Movement in Padangsidimpuan City. The purpose of this activity is so that the community can prevent Covid-19 transmission by carrying out a healthy lifestyle. The public was very enthusiastic about receiving information related to the prevention of Covid-19 transmission through the giving and explanation of the leaflets that were distributed. COVID-19 (coronavirus disease 2019) is a disease caused by a new type of coronavirus, namely Sars-CoV-2, which was first reported in Wuhan China on December 31, 2019. Coronavirus is a collection of viruses that can infect the respiratory system. In most cases, this virus causes only minor respiratory infections, such as the flu. However, this virus can also cause severe respiratory infections, such as lung infections (pneumonia). This virus is transmitted through sputum droplets from the respiratory tract, for example when in a crowded closed room with poor air circulation or direct contact with droplets. So based on the above problems, we intend to carry out community service in the form of socialization of the prevention of Covid-19 transmission with the Healthy Living Community Movement in Padangsidimpuan City. The purpose of this activity is so that the community can prevent Covid-19 transmission by carrying out a healthy lifestyle. The public was very enthusiastic about receiving information related to the prevention of Covid-19 transmission through the giving and explanation of the leaflets that were distributed.
PENYULUHAN KESEHATAN TENTANG BAHAYA MEROKOK DI SMP N 6 PADANGSIDIMPUAN Natar Fitri Napitupulu; Nanda Suryani Sagala; Asnil Adli Simamora
Jurnal Pengabdian Masyarakat Aufa (JPMA) Vol 4 No 3 (2022): Vol. 4 No. 3 Desember 2022
Publisher : Universitas Aufa Royhan Di Kota Padangsidipuan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51933/jpma.v4i3.935

Abstract

Abstrak Perilaku merokok menjadi permasalahan, baik secara lingkungan maupun individu. Artinya perilaku merokok selain disebabkan factor dari dalam diri juga disebabkan oleh lingkungan, salah satunya adalah teman sebaya yang pada tahap awal mempengaruhi untuk melakukan merokok. Tujuan kegiatan ini agar siswa/i memahami upaya pencegahan bahaya merokok, Metoede dari kegiatan ini untuk memberikan penyuluhan kesehatan tetang bahaya merokok, sasarannya pada kelas 9 SMP N 6 Padangsidimpuan. Kegiatan ini dimulai dengan membuat perencanaan, pelaksanaan, evaluasi, hingga penyusunan laporan. Didapatkan hasil bahwa 85% siswa tidak mengetahui apa itu bahaya merokok bagi kesehatan. Setelah dilakukan penyuluhan kesehatan, jumlah siswa yang telah mengetahui bahaya merokok meningkat menjadi 90%. Kesimpulannya, penyuluhan ini bertujuan untuk meningkatkan kesadaran para siswa/i agar selalu menjaga kesehatan, salah satunya dengan cara menghindari rokok. Kata kunci : Bahaya merokok, Penyuluhan kesehatan, Kesehatan
Efektifitas Pendidikan Kesehatan Melalui Teman Sebaya Terhadap Peningkatan Pengetahuan Remaja Tentang Bullying Pada Penerapan Pembelajaran Tatap Muka Terbatas: The Effectiveness of Health Education Through Peers To Increasing Adolescents' Knowledge About Bullying In The Application Of Limited Face-to-Face Learning Asnil Adli Simamora; Nanda Suryani Sagala
Media Publikasi Promosi Kesehatan Indonesia (MPPKI) Vol. 5 No. 11 (2022): November 2022
Publisher : Fakultas Kesehatan Masyarakat, Universitas Muhammadiyah Palu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56338/mppki.v5i11.3012

Abstract

Latar Belakang: Bullying di kalangan remaja merupakan masalah utama yang memiliki implikasi fisik dan psikologis yang serius di seluruh dunia. Banyak peneliti menganalisis alasan di balik bullying dan mencoba memberikan solusi untuk masalah ini. Pendidikan kesehatan melalui teman sebaya merupakan solusi yang diidentifikasi sebagai intervensi dalam peningkatan pengetahuan remaja tentang bullying Tujuan Menilai efektifitas pendidikan kesehatan melalui teman sebaya terhadap peningkatan pengetahuan remaja tentang bullying pada penerapan pembelajaran tatap muka terbatas Metode: Desain penelitian adalah quasi eksperimen menggunakan rancangan one group pretest - posttest. Sampel sebanyak 78 siswa yang merupakan siswa di sekolah SMA Negeri 1 Angkola Timur menggunakan teknik purposive sampling, dengan analisis menggunakan uji paired sample t test. Hasil: Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa intervensi pendidikan kesehatan melalui teman sebaya terhadap peningkatan pengetahuan remaja tentang bullying terbukti mempengaruhi penyelesaian masalah dalam peningkatan pengetahuan remaja tentang bullying. Intervensi pendidikan kesehatan melalui teman sebaya membantu remaja dalam meningkatkan keinginan siswa untuk mematuhi anjuran atau larangan tentang bullying dalam melakukan penyelesaian masalah. Peningkatan nilai yang signifikan tersebut terlihat setelah dilakukan pertemuan sebanyak 3 kali. Hal ini ditunjukkan oleh adanya perbedaan yang bermakna dilihat dari hasil rata-rata pretest dan postest pada nilai p-value = .000 (<0.05). Kesimpulan: Penelitian ini menyimpulkan bahwa Ada peningkatan pengetahuan pada responden setelah diberikan pendidikan tentang bullying. Peningkatan pengetahuan didapatkan dengan memberikan informasi kepada remaja, sehingga dengan meningkatnya nilai positif tersebut terbentuklah pengetahuan yang baik bagi remaja, jika pengetahuan remaja baik maka dapat mencegah terjadinya perilaku bullying.