Windy Widyarti Astari
Universitas Tarumanagara

Published : 1 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 1 Documents
Search

ANALISIS PERBANDINGAN ANTARA FONDASI TIANG PANCANG BAJA H-PILES DAN FONDASI TIANG PANCANG BETON PERSEGI PRESTRESSED Windy Widyarti Astari; Alfred Jonathan Susilo
JMTS: Jurnal Mitra Teknik Sipil Volume 2, Nomor 2, Mei 2019
Publisher : Prodi Sarjana Teknik Sipil, FT, Universitas Tarumanagara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24912/jmts.v2i2.4303

Abstract

Sebagai struktur yang menopang beban struktur bangunan di atasnya, fondasi tiang pancang adalah salah satu jenis fondasi dalam yang sering digunakan dalam konstruksi bangunan. Berbeda dengan di negara lain seperti di Amerika Serikat, di Indonesia tiang pancang yang paling sering digunakan adalah tiang pancang beton dibandingkan tiang pancang baja maupun kayu. Untuk memperoleh hasil yang efisien, pemilihan jenis fondasi yang tepat merupakan hal yang sangat penting untuk dilakukan. Pada skripsi ini akan dilakukan analisis apakah fondasi tiang pancang beton persegi prestressed lebih banyak digunakan di Indonesia karena memang lebih optimal untuk diterapkan dibandingkan dengan fondasi tiang pancang baja H-Piles. Analisis akan dilakukan dengan cara melakukan perhitungan kapasitas tekan, kapasitas tarik dan penurunan fondasi tiang pancang baja H-Piles dan tiang pancang beton persegi prestressed apabila kedua tiang memiliki dimensi panjang dan lebar yang sama yang dikondisikan berada pada tanah yang sama. Analisis perhitungan terhadap kapasitas tekan, kapasitas tarik dan penurunan tiang akan dilakukan dengan perhitungan secara manual dan di cek dengan menggunakan software komputer. Hasil analisis pondasi tiang pancang baja H-Piles dan tiang pancang beton persegi prestressed tersebut kemudian akan dibandingkan dan dihitung selisih biaya material kedua tiang sebagai pertimbangan dalam pemilihan jenis fondasi tiang pancang hingga dapat disimpulkan jenis fondasi yang lebih optimal untuk digunakan pada tanah yang di analisis.