Musfiroh Nurlaili H
UIN Syarif Hidayatullah Jakarta

Published : 2 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

LITERASI EKONOMI, KESEHATAN DAN PENDIDIKAN DI CISATA KABUPATEN PANDEGLANG BANTEN Musfiroh Nurlaili H; Rubiyanah Rubiyanah; Nurul Jamali
Jurnal Kommunity Online Vol 1, No 1 (2020): Jurnal Kommunity Online
Publisher : Program Studi Pengembangan Masyarakat Islam (PMI) FIDIKOM, UIN Syarif Hidayatullah Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (291.357 KB) | DOI: 10.15408/jko.v1i1.17708

Abstract

AbstractBased on the results of observations and field assessments, the main problem of the service location in Cisata District, Pandeglang Regency is tourism-based economic literacy, healthy life literacy for life expectancy is getting better and the growth of independent / underdeveloped villages. That's why it is important to carry out assistance efforts to encourage acceleration development and independence of local villagers. Namely, through literacy strengthening programs or illiteracy eradication, both reading, writing and arithmetic. This includes supporting a healthy environmental situation through the construction of public toilets / toilets and the provision of clean water (joint drilling of wells / villagers). As well as promoting tourism based on community local wisdom and natural beauty. The empowerment approach used is action research or Participatory Action Research (PAR). Of the three dimensions, namely economy, education and health, community empowerment actions show mixed results. There are optimal results for several programs such as community consultation and drilling for clean water. However, there are also some programs that are not yet optimal, such as lectures on economic empowerment of the ummah.Keywords: capital and literacy assistance; participatory action research; skills programsAbstrakBerdasarkan hasil pengamatan dan assessmen lapangan, yang menjadi masalah utama lokasi pengabdian di Kecamatan Cisata Kabupaten Pandeglang adalah melek perekonomian berbasis wisata, melek hidup sehat untuk usia harapan hidup semakin membaikdan pertumbuhan kemandirian desa terlambat/tertinggal.Oleh karena itulah penting melakukan upaya pendampingan untuk mendorong percepatan pembangunan dan kemandirian warga desa setempat. Yakni melalui program penguatan literasi atau pengentasan buta aksara, baik membaca, menulis dan berhitung. Termasuk mendukung situasi lingkungan hidup yang sehat melalui pembangunan WC/Toilet umum dan penyediaan air bersih (pengeboran sumur bersama/warga desa). Serta promosi wisata berbasis kearifan lokal masyarakat dan keindahan alam.Pendekatan pemberdayaan yang digunakan adalah riset aksiatau Participatory Action Research (PAR).Dari ketigalierasi, yakniekonomi, pendidikandankesehatan,aksi pemberdayaan masyarakat memperlihatkan hasil yang beragam. Terdapat hasil yang optimal untuk beberapa program seperti rembuk warga dan pengeboran air bersih. Namun terdapat pula beberapa program yang belum optimal, seperti ceramah pemberdayaan ekonomi ummat.Kata kunci: bantuan modal dan literasi;  participatory action research; program keterampilan
Konstruksi Kontroversi Fatwa Haram Vaksin Astra Zeneca oleh MUI di Media Daring Husnun Nadiya Sholihatunnisa; Musfiroh Nurlaili
Jurnal Studi Jurnalistik Vol 4, No 2 (2022): Jurnal Studi Jurnalistik
Publisher : Fidikom UIN Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15408/jsj.v4i2.28967

Abstract

Kehadiran vaksin AstraZeneca di Indonesia menuai kontroversi. Kontroversi tersebut dimulai dari dikeluarkannya fatwa haram MUI karena ada kandungan tripsin babi dalam proses produksi. Hal ini menimbulkan respon beragam dari masyarakat, termasuk keragaman pandangan pada pemberitaan di media massa tentang isu tersebut. Untuk itu, riset ini ingin melihat bagaimana kontruksi isu tentang kontroversi fatwa haram MUI untuk vaksin AstraZeneca pada media Islami.co dan Kompas.com.Metode yang digunakan adalah analisis framing model Zhondang Pan dan Gerald M. Kosicki.Hasil penelitian menunjukkan adanya perbedaan framing pada kedua media. Islami.co membingkai pemberitaan dengan mengajak pembaca untuk diskusi ilmu. Islami.co ingin menyampaikan bahwa vaksin AstraZeneca boleh untuk digunakan karena adanya fatwa halal dari pihak lain sehingga fatwa haram MUI bukanlah satu-satunya acuan masyarakat untuk menentukan keputusan. Sebaliknya Kompas.com membingkai pemberitaan dengan menekankan pada himbauan bahwa adanya fatwa haram MUI tidak seharusnya menjadikan masyarakat ragu untuk vaksinasi. Temuan lain menunjukkan bahwa perbedaan kedua media dalam konstruksi fatwa haram vaksin sekaligus menjelaskan adanya strategi pengemasan isu yang khas dan berbeda sesuai dengan kepentingan masing-masing media.