Ririn Nurul Azizah
Universitas Ma'arif Nahdlatul Ulama Kebumen

Published : 4 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 4 Documents
Search

Alih Kode Dan Campur Kode Dalam Film Budi Pekerti Karya Wregas Bhanuteja: Kajian Sosiolinguistik Indah Nur Amalia; Ririn Nurul Azizah
DEIKTIS: Jurnal Pendidikan Bahasa dan Sastra Vol. 5 No. 3 (2025)
Publisher : Perkumpulan Dosen Muslim Indonesia - Sulawesi Selatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.53769/deiktis.v5i3.1872

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan bentuk dan fungsi alih kode serta campur kode dalam film Budi Pekerti karya Wregas Bhanuteja dengan pendekatan sosiolinguistik. Film ini dipilih karena mencerminkan praktik kebahasaan masyarakat multibahasa di Indonesia, terutama dalam konteks sosial dan budaya masyarakat Jawa urban. Metode penelitian yang digunakan adalah deskriptif kualitatif dengan teknik pemerolehan data berupa: menonton film secara menyeluruh, menyimak dialog antartokoh, melakukan tangkapan layar pada adegan yang relevan, mentranskrip, dan mengelompokkan data berdasarkan jenis serta fungsi alih kode dan campur kode. Data dianalisis melalui pendekatan kontekstual dengan mengaitkan situasi tutur dan tujuan komunikatif para tokoh. Hasil penelitian menunjukkan bahwa alih kode dalam film ini terdiri atas alih kode intern (antarvarietas dalam satu bahasa) dan alih kode ekstern (antarbahasa berbeda), sedangkan campur kode meliputi campur kode ke dalam dan campur kode ke luar. Fungsi dari alih kode antara lain sebagai bentuk penyesuaian konteks situasi, penanda emosi, alat menjaga hubungan sosial, dan simbol identitas lokal. Campur kode digunakan untuk menunjukkan keakraban, kesopanan, daya tarik retoris, serta pengaruh global. Penggunaan bahasa Indonesia, bahasa Jawa, dan bahasa asing dalam film ini memperlihatkan praktik translanguaging yang cair dan sarat makna sosial. Penelitian ini membuktikan bahwa film merupakan sumber data yang kaya untuk analisis sosiolinguistik, khususnya dalam memahami dinamika kebahasaan dan identitas sosial dalam masyarakat multikultural. Selain itu diharapkan penelitian dapat memberi kontribusi pada perekmbangan teori bahasa.
Tindak Tutur Humor Warganet di Kolom Komentar TikTok @jandatawa: Kajian Pragmatik: Humorous Speech Acts of Netizens in the TikTok Comment Section @jandatawa: A Pragmatic Study Latifah Nur'Aini; Ririn Nurul Azizah
Jurnal Bastra (Bahasa dan Sastra) Vol. 11 No. 3 (2026): JURNAL BASTRA EDISI JULI 2026
Publisher : Program Studi Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia, FKIP, Universitas Halu Oleo Kampus Bumi Tridharma Andounohu Kendari, Provinsi Sulawesi Tenggara – Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36709/bastra.v11i3.2763

Abstract

Penelitian ini bertujuan mendeskripsikan bentuk tindak tutur humor warganet pada kolom komentar akun TikTok JandaTawa serta menjelaskan fungsi pragmatisnya dalam komunikasi digital. Kajian ini menggunakan pendekatan pragmatik dengan metode deskriptif kualitatif. Data penelitian berupa 35 komentar warganet yang mengandung unsur humor dan diklasifikasikan berdasarkan teori tindak tutur Austin serta kategori ilokusi Searle. Pengumpulan data dilakukan melalui teknik simak dan catat terhadap komentar pada unggahan akun TikTok JandaTawa. Keabsahan data diperkuat melalui triangulasi sumber dan teori, sedangkan analisis dilakukan dengan mengidentifikasi konteks, mengklasifikasikan bentuk tindak tutur, menafsirkan daya pragmatis, dan menyimpulkan kecenderungan penggunaan tuturan humor. Hasil penelitian menunjukkan tiga bentuk tindak tutur, yaitu lokusi sebanyak 9 data, ilokusi sebanyak 18 data, dan perlokusi sebanyak 8 data. Dominasi ilokusi menunjukkan bahwa humor warganet tidak hanya berfungsi menyampaikan informasi, tetapi juga digunakan untuk menyindir, menyarankan, menilai, memerintah secara tidak langsung, dan membangun keterlibatan sosial. Dalam konteks TikTok, humor muncul melalui pemanfaatan bahasa sehari-hari, hiperbola, sindiran ringan, dan ketidaksesuaian antara konteks video dengan respons komentar. Temuan ini memperlihatkan bahwa kolom komentar media sosial merupakan ruang produktif bagi praktik humor pragmatis yang bersifat spontan, interaktif, dan berbasis budaya digital.
Tuturan Ilokusi Pada Interaksi Jual Beli di Pasar Tradisional Tumenggungan Kebumen Ririn Nurul Azizah; Sandra Dewi Ervina
Jurnal Komposisi Vol. 11 No. 1 (2026): JURNAL KOMPOSISI
Publisher : Universitas Madura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.53712/jk.v11i1.3031

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan bentuk dan fungsi tindak tutur ilokusi dalam interaksi jual beli di Pasar Tradisional Tumenggungan Kebumen. Pasar tradisional bukan sekedar tempat bertemunya penjual dan pembeli, melainkan juga ruang sosial tempat berlangsungnya komunikasi yang sarat makna. Kajian ini menggunakan pendekatan deskriptif kualitatif dengan metode observasi partisipatif, rekaman audio, pencatatan lapangan, serta dokumentasi. Data dianalisis berdasarkan teori tindak tutur dari Searle. Hasil penelitian menunjukkan bahwa tindak tutur direktif merupakan bentuk yang paling dominan digunakan oleh penjual dan pembeli, diikuti oleh tindak tutur asertif, ekspresif, dan deklaratif. Tindak tutur komisif tidak ditemukan dalam penelitian ini. Setiap tuturan yang terjadi tidak hanya bersifat fungsional, tetapi juga mencerminkan strategi komunikasi dan hubungan sosial antar pelaku interaksi. Penjual dan pembeli menggunakan bahasa secara efektif untuk mempengaruhi, menyampaikan maksud, serta membangun keakraban.
Listeners’ Interpretation of the Meanings of the Lyrics of “Nina,” “O, Tuan,” and “Tarot” by Feast: A Reception Study Based on Wolfgang Iser’s Theory Vanessa Salsabila Anjani; Ririn Nurul Azizah
The Future of Education Journal Vol 5 No 2 (2026)
Publisher : Lembaga Penerbitan dan Publikasi Ilmiah Yayasan Pendidikan Tumpuan Bangsa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61445/tofedu.v5i2.1746

Abstract

This study aims to analyze listeners’ interpretations of the songs Nina, O, Tuan, and Tarot by Feast based on Wolfgang Iser’s reception theory. This research employs a qualitative approach with a descriptive-reception design. The data consist of listeners’ comments on YouTube containing interpretations and emotional responses. Data collection was conducted through textual observation of song lyrics and digital document analysis using purposive sampling. Data were analyzed thematically through data reduction, categorization, interpretation, and conclusion drawing, guided by the concepts of gaps and aesthetic response. Data validity was ensured through source and technique triangulation. The findings show that the meaning of song lyrics is dynamic and not fixed but constructed through interaction between text and listeners via a gap-filling process. Nina is interpreted as reflecting family relationships and motivation, O, Tuan as experiences of loss and emotional awareness, and Tarot as representations of uncertainty and existential search. These interpretations are influenced by listeners’ social backgrounds, experiences, and emotional conditions. This study confirms that song meaning is open and constructed according to the listeners’ horizon of experience in digital culture.