Penelitian ini bertujuan mendeskripsikan bentuk tindak tutur humor warganet pada kolom komentar akun TikTok JandaTawa serta menjelaskan fungsi pragmatisnya dalam komunikasi digital. Kajian ini menggunakan pendekatan pragmatik dengan metode deskriptif kualitatif. Data penelitian berupa 35 komentar warganet yang mengandung unsur humor dan diklasifikasikan berdasarkan teori tindak tutur Austin serta kategori ilokusi Searle. Pengumpulan data dilakukan melalui teknik simak dan catat terhadap komentar pada unggahan akun TikTok JandaTawa. Keabsahan data diperkuat melalui triangulasi sumber dan teori, sedangkan analisis dilakukan dengan mengidentifikasi konteks, mengklasifikasikan bentuk tindak tutur, menafsirkan daya pragmatis, dan menyimpulkan kecenderungan penggunaan tuturan humor. Hasil penelitian menunjukkan tiga bentuk tindak tutur, yaitu lokusi sebanyak 9 data, ilokusi sebanyak 18 data, dan perlokusi sebanyak 8 data. Dominasi ilokusi menunjukkan bahwa humor warganet tidak hanya berfungsi menyampaikan informasi, tetapi juga digunakan untuk menyindir, menyarankan, menilai, memerintah secara tidak langsung, dan membangun keterlibatan sosial. Dalam konteks TikTok, humor muncul melalui pemanfaatan bahasa sehari-hari, hiperbola, sindiran ringan, dan ketidaksesuaian antara konteks video dengan respons komentar. Temuan ini memperlihatkan bahwa kolom komentar media sosial merupakan ruang produktif bagi praktik humor pragmatis yang bersifat spontan, interaktif, dan berbasis budaya digital.
Copyrights © 2026