Claim Missing Document
Check
Articles

Found 3 Documents
Search

MENGUAK MITOS TAHUN DUDA DARI CATATAN PERNIKAHAN PERSPEKTIF HUKUM ISLAM DI KABUPATEN PATI Indar Wahyuni
An-Nidzam : Jurnal Manajemen Pendidikan dan Studi Islam Vol 5 No 1 (2018)
Publisher : Pascasarjana Institut Agama Islam Nahdlatul Ulama Kebumen

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (504.286 KB) | DOI: 10.33507/an-nidzam.v5i1.168

Abstract

Dalam masyarakat Jawa terdapat kepercayaan bahwa ketika terdapat sepasangorang yaitu pria dan wanita dewasa melakukan pernikahan pada tahun yangtidak memiliki pasangan pasaran dalam siklus satu windu kalender jawa, akanmengakibatkan perceraian. Karena ada akibat perceraian maka tahun-tahunini dikenal dengan sebutan Tahun Duda. Tahun duda dianggap sumber masalahretaknya sebuah hubungan pernikahan. Mereka sering sekali menghubungkanketidakharmonisan rumah tangga yang mereka alami adalah dikarenakankutukan tahun duda yang sudah menjadi akar kepercayaan.Jenis penelitian ini merupakan penelitian lapangan (field research),artinya data yang dijadikan rujukan dalam penelitian ini adalah fakta-faktadi lapangan.1 Dalam hal ini yaitu data-data tentang pencatatan pernikahan,Kantor Kementrian Agama (Kemenag) Kabupaten Pati yang menerima laporanpencatatan pernikahan secara reguler setiap bulannya dari Kantor UrusanAgama (KUA) setempat yang dibawahinya. Sehingga peneliti akan mendapatkankeseluruhan informasi data pencatatan pernikahan di Kabupaten Pati. Adapunteknik pengumpulan data menggunakan telaah dokumentasi dari catatanpernikahan ditahun duda dan tahun biasaPenelitian bersifat deskriptif analitik, yaitu penyelidikan yang menuturkan,menganalisa dan mengklasifikasikan data secara kualitatif. Metode deskriptifanalisis itu dapat diartikan sebagai prosedur pemecahan masalah yang ditelitiberdasarkan fakta-fakta yang tampak sebagaimana adanya.2 Untuk itu dalam penelitian ini, dimaksudkan untuk menjelaskan mitos tahun duda dari catatanpernikahan di kabupaten Pati.Dalam menganalisa data akan dilakukan secara kualitatif denganmenggunakan instrument analisis induktif dan interpretatif.3 Cara berpikirinduktif dan interpretatif ini, digunakan dalam rangka membangun konsepsiinterpretasi mengenai mitos tahun duda dari catatan pernikahan di KabupatenPati.Dari hasil data yang diperoleh menyimpulkan bahwa catatan pernikahanyang ada di kabupaten Pati pada tahun duda ternyata masyarakat masihmempercayai bahwa tahun duda merupakan tahun yang membawa balak olehkarena itu harus dihindari.Tahun duda dalam perspektif hukum Islam menggunakan metode ‘urf,ada dua macam yaitu ‘urf shahih dan ‘urf fasid. Jika ada larangan melakukanpernikahan pada Tahun Duda dilihat dari metode itu, maka adat tersebutdianggap ‘urf fasid. Karena adat melarang menikah di tahun duda bukanuntuk kemaslahatan akan tetapi menimbulkan mafsadhat bagi masyarakatkhususnya masyarakat kapupaten Pati.
Peningkatan Religiusitas melalui Kegiatan Keagamaan Bagi Siswa Madrasah Aliyah Indar Wahyuni
Kifah: Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol 1 No 1 (2022): Juni 2022
Publisher : Mafapress Institut Pesantren Mathali'ul Falah Pati

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35878/kifah.v1i1.409

Abstract

Remaja adalah masa aktualisasi diri, ingin mencoba hal baru, tidak ingin diatur, dan masa yang labil secara emosional. Pada masa seperti itu, remaja rentan dengan terjerumus dalam pergaulan yang tidak baik apabila tidak dididik dengan tepat. Pendampingan ini berusaha meningkatkan relegiusitas dengan melaksanakan kegiatan keagamaan pada siswa Madrasah Aliyah Mujahidin Bageng. Tujuannya adalah meningkatnya relegiusitas siswa melalui berbagai macam kegiatan keagamaan sehingga akan berdampak positif pada perilaku siswa dalam kehidupan sehari-hari. Pendampingan ini menggunakan metode PAR (Participatory Action Research) yaitu sebuah metode dampingan yang bersama-sama dengan dampingan sebagi subyek bukan obyek sedangkan pendamping sebagai fasilitator. Denagn cara observasi, menyusun program kegiatan, pelaksanaan kegiatan, monitoring dan evaluasi, serta rencana tindak lanjut. Dari hasil pendampingan selama satu bulan melalui kegiatan tadarus Al-Qur’an, sholat dhuha berjama’ah, pengajian, dan ziarah kubur, nampak adanya peningkatan relegiusitas pada diri siswa dengan menjadi lebih disiplin, tepat waktu, sopan santun, tawadhu, dan mencium tangan guru ketika bersalaman. Hal demikian menjadikan generasi remaja yang religius serta menjadi pondasi penting dalam menjalani kehidupan di era digital.
Analysis of Gender Responsive: Planning and Budgeting (Case Study in Two Regions City and Kediri Regency) Handayani, Diah; Wahyuni, Indar
Equalita: Jurnal Studi Gender dan Anak Vol 6, No 2 (2024)
Publisher : IAIN Syekh Nurjati Cirebon

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24235/equalita.v6i2.19568

Abstract

ABSTRAK: Instruksi Presiden no 9 tahun 2000 tentang Pengarusutamaan Gender dalam pembangunan nasional memiliki dampak terhadap perencanaan dan implementasi kebijakan daerah di Indonesia. Kebijakan pemerintah daerah menjadi arena penting bagi perjuangan mewujudkan kesetaraan dan keadilan gender. Komitmen pemerintah terhadap hal tersebut salah satunya dapat dilihat melalui  Perencanaan dan penganggaran responsive gender (PPRG) dan anggaran responsive gender (ARG). Penelitian ini menganalisis anggaran responsive gender pada program kesetaraan dan keadilan gender di dua daerah Kota dan Kabupaten Kediri. Pengumpulan data dilakukan melalui wawancara terstruktur dan studi kepustakaan, dengan mempelajari dokumen RPJMD dan APBD. Penelitian ini juga melakukan analisis ARG untuk tiga kategori analisis belanja anggaran, yaitu spesifically identified gender based-expenditure, equal employment opportunity expenditure, dan mainstream budget expenditure. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Kota dan Kabupaten Kediri telah ada alokasi anggaran responsive gender untuk program afirmasi perempuan, anak, lansia, dan difabel. Namun demikian, terlihat bahwa anggaran dan pengeluaran belanja specific-gender masih terpusat di dinas-dinas yang identik dengan urusan perempuan dan tidak menjadi arus utama dalam alokasi program keadilan gender baik di Kota maupun Kabupaten Kediri.Kata Kunci : Perencanaan dan penganggaran responsive gender, program keadilan gender, Kota Kediri,          Kabupaten Kediri, Analisis Anggaran Belanja.