Ruby Kurniawan
RSIA Melania Cibinong, Bogor, Jawa Barat, Indonesia

Published : 6 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 6 Documents
Search

Vaksin Japanese Encephalitis : Manfaat dan Komplikasi Ruby Kurniawan
Cermin Dunia Kedokteran Vol 45, No 12 (2018): Farmakologi
Publisher : PT. Kalbe Farma Tbk.

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55175/cdk.v45i12.549

Abstract

Japanese encephalitis (JE) adalah infeksi virus sistem susunan saraf pusat yang ditularkan oleh nyamuk Culex. Infeksi ini lebih sering mengenai anak di bawah usia 15 tahun. Seluruh wilayah di Indonesia merupakan daerah berisiko, terbanyak di Bali, Kalimantan Barat, dan Sulawesi Utara. Penyakit ini dapat menybabkan kematian dan kecacatan. Vaksinasi JE merupakan strategi yang baik untuk mengurangi angka kematian serta kecacatan pada anak-anak. Di Indonesia, vaksin JE sudah direkomendasikan oleh Ikatan Dokter Anak Indonesia untuk usia lebih dari 1 tahun. Vaksin yang beredar di Indonesia merupakan vaksin hidup rekombinan yang dilemahkan dengan efektivitas hampir sama dengan jenis vaksin lain.Japanese encephalitis (JE) is a viral central nervous system infection transmitted by Culex mosquitoes. This infection frequently affects children under 15 year-old. Indonesia is a vulnerable area, mostly in Bali, West Borneo, and North Sulawesi. Mortality and morbidity is a serious complication. Vaccination is a good strategy to reduce mortality and morbidity in children. JE vaccine is recommended by Indonesian Pediatric Society for more than 1 year-old. Vaccine in Indonesia is live attenuated chimeric vaccine and the level of effectivity is similar to the other vaccine.
Sindrom Rubela Kongenital Ruby Kurniawan
Cermin Dunia Kedokteran Vol 46, No 3 (2019): Nutrisi
Publisher : PT. Kalbe Farma Tbk.

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55175/cdk.v46i3.508

Abstract

Sindrom rubela kongenital (SRK) adalah kondisi bayi baru lahir dengan berbagai defek akibat infeksi virus rubela selama awal kehamilan. Gejala klasik SRK yaitu tuli, katarak, dan penyakit jantung bawaan. Diagnosis ditegakkan saat baru lahir, melalui anamnesis, pemeriksaan fisik awal mata dan pendengaran, serta pemeriksaan antibodi terhadap rubela pada bayi asimptomatik. Tatalakasana suportif dan perawatan multidispilin jangka panjang. Pencegahan dengan vaksinasi ibu sebelum kehamilan.Congenital rubella syndrome (CRS) is the condition of a newborn with various defects caused by rubella virus during early pregnancy. The classic symptoms of CRS are deafness, cataracts, and congenital heart disease. Diagnosis is made at birth through history, physical examination of the eyes and hearing, and examination of rubella antibodies in asymptomatic infants. Treatment is supportive with long-term multidiscipline management. Prevention can be done by vaccination to mothers before pregnancy.
Sindrom Rubela Kongenital Ruby Kurniawan
Cermin Dunia Kedokteran Vol. 46 No. 3 (2019): Nutrisi
Publisher : PT Kalbe Farma Tbk.

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55175/cdk.v46i3.496

Abstract

Sindrom rubela kongenital (SRK) adalah kondisi bayi baru lahir dengan berbagai defek akibat infeksi virus rubela selama awal kehamilan. Gejala klasik SRK antara lain tuli, katarak, dan penyakit jantung bawaan. Diagnosis ditegakkan saat baru lahir, melalui anamnesis, pemeriksaan fisik awal mata dan pendengaran, serta pemeriksaan antibodi terhadap rubela pada bayi asimptomatik. Tatalaksana bersifat suportif dan perawatan multidispilin jangka panjang. Pencegahan dilakukan dengan vaksinasi ibu sebelum kehamilan. Congenital rubella syndrome (CRS) is the condition of a newborn with various defects caused by rubella virus during early pregnancy. The classic symptoms of CRS are deafness, cataracts, and congenital heart disease. Diagnosis is made at birth through history, physical examination of the eyes and hearing, and examination of rubella antibodies in asymptomatic infants. Treatment is supportive and long-term multidiscipline management. Prevention can be done by vaccination to mothers before pregnancy
Vaksin Japanese Encephalitis: Manfaat dan Komplikasi Ruby Kurniawan
Cermin Dunia Kedokteran Vol 45 No 12 (2018): Interna
Publisher : PT Kalbe Farma Tbk.

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55175/cdk.v45i12.681

Abstract

Japanese encephalitis (JE) adalah infeksi virus sistem susunan saraf pusat yang ditularkan oleh nyamuk Culex. Infeksi ini lebih sering mengenai anak di bawah usia 15 tahun. Seluruh wilayah di Indonesia merupakan daerah berisiko, terbanyak di Bali, Kalimantan Barat, dan Sulawesi Utara. Penyakit ini dapat menyebabkan kematian dan kecacatan. Vaksinasi JE merupakan strategi yang baik untuk mengurangi angka kematian serta kecacatan pada anak-anak. Di Indonesia, vaksin JE sudah direkomendasikan oleh Ikatan Dokter Anak Indonesia untuk usia lebih dari 1 tahun. Vaksin yang beredar di Indonesia merupakan vaksin hidup rekombinan yang dilemahkan dengan efektivitas hampir sama dengan jenis vaksin lain. Japanese encephalitis (JE) is a viral central nervous system infection transmitted by Culex mosquitoes. This infection frequently affects children under 15 year-old. Indonesia is a vulnerable area, mostly in Bali, West Borneo, and North Sulawesi. Mortality and morbidity is a serious complication. Vaccination is a good strategy to reduce mortality and morbidity in children. JE vaccine is recommended by Indonesian Pediatric Society for more than 1 year-old. Vaccine in Indonesia is live attenuated chimeric vaccine and the level of effectivity is similar to the other vaccine.
Sindrom Rubela Kongenital Ruby Kurniawan
Cermin Dunia Kedokteran Vol 46 No 3 (2019): Nutrisi
Publisher : PT Kalbe Farma Tbk.

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55175/cdk.v46i3.496

Abstract

Sindrom rubela kongenital (SRK) adalah kondisi bayi baru lahir dengan berbagai defek akibat infeksi virus rubela selama awal kehamilan. Gejala klasik SRK antara lain tuli, katarak, dan penyakit jantung bawaan. Diagnosis ditegakkan saat baru lahir, melalui anamnesis, pemeriksaan fisik awal mata dan pendengaran, serta pemeriksaan antibodi terhadap rubela pada bayi asimptomatik. Tatalaksana bersifat suportif dan perawatan multidispilin jangka panjang. Pencegahan dilakukan dengan vaksinasi ibu sebelum kehamilan. Congenital rubella syndrome (CRS) is the condition of a newborn with various defects caused by rubella virus during early pregnancy. The classic symptoms of CRS are deafness, cataracts, and congenital heart disease. Diagnosis is made at birth through history, physical examination of the eyes and hearing, and examination of rubella antibodies in asymptomatic infants. Treatment is supportive and long-term multidiscipline management. Prevention can be done by vaccination to mothers before pregnancy
Vaksin Japanese Encephalitis: Manfaat dan Komplikasi Ruby Kurniawan
Cermin Dunia Kedokteran Vol 45 No 12 (2018): Interna
Publisher : PT Kalbe Farma Tbk.

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55175/cdk.v45i12.681

Abstract

Japanese encephalitis (JE) adalah infeksi virus sistem susunan saraf pusat yang ditularkan oleh nyamuk Culex. Infeksi ini lebih sering mengenai anak di bawah usia 15 tahun. Seluruh wilayah di Indonesia merupakan daerah berisiko, terbanyak di Bali, Kalimantan Barat, dan Sulawesi Utara. Penyakit ini dapat menyebabkan kematian dan kecacatan. Vaksinasi JE merupakan strategi yang baik untuk mengurangi angka kematian serta kecacatan pada anak-anak. Di Indonesia, vaksin JE sudah direkomendasikan oleh Ikatan Dokter Anak Indonesia untuk usia lebih dari 1 tahun. Vaksin yang beredar di Indonesia merupakan vaksin hidup rekombinan yang dilemahkan dengan efektivitas hampir sama dengan jenis vaksin lain. Japanese encephalitis (JE) is a viral central nervous system infection transmitted by Culex mosquitoes. This infection frequently affects children under 15 year-old. Indonesia is a vulnerable area, mostly in Bali, West Borneo, and North Sulawesi. Mortality and morbidity is a serious complication. Vaccination is a good strategy to reduce mortality and morbidity in children. JE vaccine is recommended by Indonesian Pediatric Society for more than 1 year-old. Vaccine in Indonesia is live attenuated chimeric vaccine and the level of effectivity is similar to the other vaccine.