Apri Sulistianingsih
STIKes Muhammadiyah Pringsewu

Published : 5 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 5 Documents
Search

GAMBARAN SUMBER INFORMASI YANG DIDAPATKAN IBU TENTANG PENGETAHUAN TANDA BAHAYA KEHAMILAN PADA IBU HAMIL DI WILAYAH KERJA PUSKESMAS PRINGSEWU Apri Sulistianingsih
Jurnal Ilmiah Kesehatan Vol 7, No 2 (2018): Jurnal Ilmiah Kesehatan
Publisher : Universitas Muhammadiyah Pringsewu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52657/jik.v7i2.1076

Abstract

Setidaknya 40% dari semua wanita hamil akan mengalami beberapa jenis komplikasi selama kehamilan. Sekitar 15% komplikasi ini berpotensi mengancam jiwa dan membutuhkan tindakan segera. Penelitian ini untuk mengetahui gambaran sumber informasi yang didapatkan ibu tentang pengetahuan tanda bahaya kehamilan pada ibu hamil. Jenis penelitian ini adalah Deskriptif observasional. Sampel  penelitian iniadalah seluruh ibu hamil di Wilayah Kerja Puskesmas Pringsewu sebanyak 87 ibu hamil. Analisis penelitian ini menggunakan analisis univariat. Pengumpulan data primer dilakukan dengan menggunakan pedoman wawancara dan kuisioner.Pengetahuan ibu hamil adalah cukup (41,3%), baik (32,3%) dan sisanya (26,4%). Ibu hamil yang berpengetahuan baik, sumber informasi dari tenaga kesehatan dan  HP/Internet/Aplikasi (46,4%). Pada ibu pengetahuan cukup sumber informasi dari penggunaan  HP/Internet/Aplikasi (47,2%). Pada ibu pengetahuan kurang, sumber informasi  dari penggunaan  HP/Internet/Aplikasi (73,9%).
PERBANDINGAN STATUS GIZI BALITA DENGAN KONDISI BALITA DI DESA PODOMORO KABUPATEN PRINGSEWU TAHUN 2012 Apri Sulistianingsih
Jurnal Ilmiah Kesehatan Vol 3, No 5 (2014): Jurnal Ilmiah Kesehatan
Publisher : Universitas Muhammadiyah Pringsewu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52657/jik.v3i5.1042

Abstract

Target Millennium Development Goals (MDGs) pada Angka Kematian Balita (AKBA) Indonesia di tahun 2015 adala 32 per 1.000 kelahiran hidup. Gangguan gizi atau gizi kurang masih menjadi penyebab utama kematian dari 3.5 milyar balita di dunia. Penelitian ini bertujuan mengetahui perbandingan status gizi balita dengan kondisi gizi balita. Penelitian ini menggunakan observasional analitik dengan pendekatan cross-sectional di populasi yang ada di Desa Podomoro dengan jumlah sampel 128. Dari hasil penelitian didapatkan rata-rata status gizi balita -0,305±2,028.Uji statistik menggunakan T-independent. Hasil uji dari nilai levenes’s menghasilkan p = 0,917 yang menunjukkan tidak ada varian berbeda pada dua kelompok yang sama. Sedangkan uji t sebesar p= 0,130 menunjukkan tidak ada perbedaan yang signifikan rata-rata status gizi balita antara balita yang dengan kondisi sehat dan balita dengan kondisi sakit. 
HUBUNGAN LINGKUNGAN PERGAULAN DAN TINGKAT PENGETAHUAN TENTANG KESEHATAN REPRODUKSI DENGAN SIKAP SEKS BEBAS DI SMK 6 SURAKARTA TAHUN 2010 Apri Sulistianingsih
Jurnal Ilmiah Kesehatan Vol 1, No 2 (2012): Jurnal Ilmiah Kesehatan
Publisher : Universitas Muhammadiyah Pringsewu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52657/jik.v1i2.1002

Abstract

Generasi muda merupakan tulang punggung bangsa, yang dalam mempersiapkannya sangat tergantug dengan kebudayaan masyarakat. Termasuk tentang pentingnya memberikan filter terhadap hal negatif pada remaja, salah satu diantaranya adalah seks bebas. Sebagian besar remaja melakukan didasarkan oleh faktor internal pengetahuan dan faktor eksternal lingkungan. Tujuan dari penelitian ini ingin mengetahui hubungan lingkungan pergaulan dan tingkat pengetahuan tentang kesehatan reproduksi dengan sikap seks bebas di SMK 6 Surakarta tahun 2010.Desain yang digunakan adalah Observasional analitik dengan pendekatan cross sectional dengan populasi seluruh siswa SMK 6 Surakarta. Teknik sampling dengan metode Simple Random Sampling yaitu berjumlah 50 responden. Dengan menggunakan uji Korelasi berganda Product Moment hasil uji statistik yang diperoleh p value (0,000) yang berarti ada hubungan yang kuat (0,703) antara Lingkungan Pergaulan dan pengetahuan dengan sikap seks bebas.Dengan menggunakan Per syaratan uji parametrik didapatkan nilai keberartian F 23,005 dan sumbangan efektif sebesar 49,50% dan sumbangan relatif 47,3% . Hasil uji Regresi Berganda diketahui persamaan Y=10,237 + 0,593X1 + 1,165X2.
HUBUNGAN KETERATURAN KONSUMSI PIL KOMBINASI DENGAN KEJADIAN PERDARAHAN DILUAR SIKLUS HAID (SPOTTING) (MIXED METHOD STUDY) Apri Sulistianingsih
Jurnal Ilmiah Kesehatan Vol 4, No 7 (2015): Jurnal Ilmiah Kesehatan
Publisher : Universitas Muhammadiyah Pringsewu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52657/jik.v4i7.1071

Abstract

Indonesia masih merupakan negara dengan jumlah penduduk 5 besar di dunia. Pemerintah terus menjalankan program Salah satu kontrasespi hormonal yang diminati adalah pil kombinasi. Namun karena kurangnya pengetahuan tentang keteraturan mengkonsumsi pil, dapat terjadi perdarahan di luar haid. Apabila tidak ditangani akan berisiko terjadinya drop out akseptor. Tujuan dari penelitian ini adalah mengetahui hubungan keteraturan konsumsi kontrasepsi pil kombinasi terhadap terjdinya perdarahan di luar siklus haid (spotting) di wilayah kerja puskesmas Pringsewu Lampung tahun 2015. Desain penelitian ini menggunakan Mixed Method studySampel dalam penelitian ini adalah akseptor Pil Kombinasi pada bulan Juni-Juli tahun 2015 yang berjumlah 63 orang, dan alat ukur menggunakan kuesioner wawancara mendalam. Hasil penelitian diperoleh hubungan keteraturan konsumsi kontrasepsi pil kombinasi terhadap terjdinya perdarahan di luar siklus haid (spotting) (p=0,019), OR=5,265. Berdasarkan hasil wawancara terstruktur didapatkan bahwa ibu yang lupa minum pil lebih dari dua kali akan mengalami perdarahan bercak di luar siklus haid. Sedangkan ibu yang teratur minum pil tidak mengalami perdarahan bercak.
Analisis faktor yang berpengaruh pada status gizi (BB/TB) balita Dzul Istiqomah Hasyim; Apri Sulistianingsih
Jurnal Riset Kebidanan Indonesia Vol 3, No 1 (2019): Juni
Publisher : AIPKEMA (Asosiasi Institusi Pendidikan Kebidanan Muhammadiyah-'Aisyiyah Indonesia)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (471.963 KB) | DOI: 10.32536/jrki.v3i1.32

Abstract

Balita. Gangguan gizi seperti kekurusan dan kegemukan dapat menyebabkan gangguan pertumbuhan pada balita. Pemerintah berupaya untuk meningkatkan status gizi anak sejak pada awal kehamilan. Ada beberapa faktor yang mempengaruhi diantaranya penggunaan buku KIA, pemberian ASI eksklusif, riwayat penyakit dan pemberian makan. Kabupaten Pringsewu telah melakukan banyak program dalam peningkatak gizi balita untuk mencegah gangguan gizi kurus dan kegemukan, belum ditentukan faktor apa sajakah yang mempengaruhi status gizi balita. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis Faktor Yang Berpengaruh Pada Status Gizi (BB/TB) Balita. Penelitian ini menggunakan rancangan observasional analitik dengan pendekatan crossectional. Subjek penelitian adalah pasangan ibu dan balita yang memenuhi kriteria inklusi dan ekslusi. Variabel independent didaptkan dari sumber dan variabel dependen didapatkand ari pengukuran Berat badan berdasarkan tinggi badan. Penelitian ini bertempat di Pringsewu Barat, Kabupaten Pringsewu lampung. Analisis menggunakan univariat, bivariat dan multivariat. Hasil penelitian didapatkan Pada penelitian ini didapatkan bahwa ada hubungan frekuensi makan, kebiasaan jajan, kepemilikan buku KIA dan ASI eksklusif berhubungan dengan status gizi balita (ρ0,05). Sedangkan pada riwayat sakit tidak berhubungan dengan status gizi balita (ρ=0,928%). Hasil analisis multivariate variabel frekuensi makan merupakan variabel yang signifikan (ρ=0,00%). Hasil nilai POR, 10,083 (95%CI 8,336-22,968). Hal ini berarti bahwa balit yang memiliki frekuensi makan tidak teratur akan berisiko gangguan gizi berupa kurus atau kegemukan. Disimpulkan pemberian makan merupakan faktor yang paling dominan pada penelitian ini.