Claim Missing Document
Check
Articles

Found 4 Documents
Search

PENGARUH PENGETAHUAN KESEHATAN LINGKUNGAN TERHADAP PEMBUANGAN SAMPAH SEMBARANGAN Tri Yuniarti; Isnani Nurhayati; Anggie Pradana Putri; Nur Fadhilah
Jurnal Ilmiah Kesehatan Vol 9, No 2 (2020): Jurnal Ilmiah Kesehatan
Publisher : Universitas Muhammadiyah Pringsewu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52657/jik.v9i2.1233

Abstract

Pengaruh Pengetahuan Kesehatan Lingkungan Terhadap Pembuangan Sampah Sembarangan. Permasalahan sampah di suatu kawasan meliputi tingginya laju timbulan sampah, kepedulian masyarakat yang masih rendah sehingga suka berperilaku membuang sampah sembarangan, keengganan untuk membuang sampah pada tempat yang sudah disediakan. Perilaku yang buruk ini seringkali menyebabkan bencana di musim hujan karena drainase tersumbat sampah sehingga terjadi banjir. Tujuan  : Mengetahui pengaruh pengetahuan kesehatan lingkungan terhadap pembuangan sampah sembarangan di desa Cabean  Kunti  Cepogo Boyolali. Metode penelitian : Desain penelitian yang digunakan adalah cross sectional dengan pengamatan secara langsung dalam membuang sampah. Pengambilan sampel di lakukan dengan teknik purposive sample. Hasil penelitian : Tingkat pengetahuan warga tentang kesehatan lingkungan  berada pada tingkatan cukup sebanyak  68%. 90,2% warga membuang sampah sembarangan. Perilaku membuang sampah ke sungai masih dilakukan masyarakat dengan alasan bahwa sampah yang dibuang ke sungai akan terbawa oleh air yang mengalir sehingga tidak berdampak banjir. Pengetahuan Kesehatan Lingkungan dengan Pembuangan sampah adalah sebesar 0,228  atau sangat kuat pada koefisien 0,01. diketahui juga nilai signifikansi atau Sig. sebesar 0,001 dengan N sebesar 228. Terdapat angka koefisien korelasi bernilai positif  0,228, artinya semakin tinggi pengetahuan masyarakat  terhadap kesehatan  lingkungan, maka  masyarakat akan sadar membuang sampah pada tempatnya. Simpulan :  jika pengetahuan semakin ditingkatkan, maka  keadaan lingkungan akan semakin lebih baik.
PEMBERIAN SUSU KEDELAI TERHADAP PENURUNAN TEKANAN DARAH PADA PENDERITA HIPERTENSI DI DESA PRINGKUMPUL PRINGSEWU SELATAN Andri Yulianto; Tristiningsih Tristiningsih; Nur Fadhilah
Jurnal Ilmiah Kesehatan Vol 10, No 1 (2021): Jurnal Ilmiah Kesehatan
Publisher : Universitas Muhammadiyah Pringsewu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52657/jik.v10i1.1318

Abstract

Abstrak: Pemberian Susu Kedelai Terhadap Penurunan Tekanan Darah Pada Penderita Hipertensi Di Desa Pringkumpul Pringsewu Selatan. Hipertensi adalah dimana sesorang mengalami tekanan darah diatas 140/90mmHg. Hipertensi memerlukan penanganan atau terapi baik secara farmakologi maupun nonfarmakologi (komplementer). Salah satunya yaitu dengan konsumsi susu kedelai. Tujuan penelitian ini adalah mengetahui pengaruh  konsumsi susu kedelai terhadap penurunan tekanan darah pada pasien hipertensi di Desa Pringkumpul Pringsewu Selatan pada tahun 2015. Penelitian ini menggunakan desain True Experimen dengan model one group pretest posttest pada 27 responden hipertensi. Metode yang digunakan adalah total population. Pengumpulan data dilakukan dengan lembar observasi dan tensimeter air raksa. Hasil uji Paired sample T-test terdapat pengaruh yang bermakna pada tekanan darah sistolik dan diastolik pasien hipertensi sebelum dan sesudah terapi dengan nilai p=0,000 (sistolik) dan p=0,000 (diastolik) dimana p0,05. Hal ini menunjukkan bahwa mengkonsumsi susu kedelai dapat menurunkan tekanan darah pada pasien hipertensi. Diharapkan bagi masyarakat dan dunia medis dapat menggunakan susu kedelai sebagai salah satu terapi komplementer dalam mengatasi hipertensi.
PENDIDIKAN KESEHATAN SEBUAH PENDEKATAN/NILAI UNTUK MENINGKATKAN PENGETAHUAN PENCEGAHAN PENULARAN TB PARU PADA ANGGOTA KELUARGA KONTAK SERUMAH Nur Fadhilah; Abdul Razak Muttalif; Faridah Hashim
Jurnal Ilmiah Kesehatan Vol 12, No 1 (2023): Jurnal Ilmiah Kesehatan
Publisher : Universitas Muhammadiyah Pringsewu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52657/jik.v12i1.1925

Abstract

Background: TB cases in Indonesia reached 845,000 people, of which only 69% were identified, meaning cases that have not been found have the potential for transmission. The main source of transmission is positive smear TB patients; Family members are the group most susceptible to infection. Low knowledge about TB has various impacts, namely: the belief that pulmonary TB is a hereditary disease, not an infectious disease. As a result, sufferers and their families live with risky habits (sleeping with sufferers, coughing without covering their mouths, not wearing masks, throwing phlegm anywhere). Poor knowledge results in delays in patient treatment thereby increasing the risk of transmission. Purpose: The aim of this study was to evaluate the effect of pulmonary TB health education on knowledge of prevention of pulmonary TB transmission. Methodology: The research design used a sequential explanatory mixed method. A total of 260 respondents were involved in this study, divided into two experimental and control groups. Health education interventions were given to the experimental group, while the control group was only given leaflets containing information about TB. Results: The average knowledge after the intervention showed that the experimental group had a higher level of knowledge than the control group. The statistical test results showed that there was a significant difference in knowledge after the study was conducted on the control group and the experimental group (p = 0.000). The increase in knowledge of the experimental group was higher than the control group, this indicates that health education is effective in increasing knowledge about pulmonary TB in families. Conclusion: Health education that is carried out in a structured manner involving the active role of the family is effective in increasing knowledge about prevention of pulmonary TB transmission.
MENCEGAH RISIKO PENYAKIT TIDAK MENULAR (PTM) MELALUI EDUKASI TENTANG MAKANAN/MINUMAN BERISIKO PADA MASYARAKAT DI UPT PUSKESMAS PRINGSEWU KABUPATEN PRINGSEWU Nur Fadhilah
Bagimu Negeri Vol 4, No 1 (2020)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Pringsewu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52657/bagimunegeri.v4i1.1394

Abstract

Pendahuluan : Meningkatnya Penyakit Tidak Menular (PTM) tidak saja berdampak pada meningkatnya morbiditas, mortalitas, dan disabilitas di kalangan masyarakat, melainkan juga berdampak pada meningkatnya beban ekonomi. PTM berakibat pada 63% atau 57 juta kematian di seluruh dunia setiap tahun. Data terkini menunjukkan bahwa sekitar 60 persen kematian pada kelompok usia dewasa disebabkan PTM, seperti : penyakit jantung, stroke, kanker, diabetes melitus dan penyakit saluran pernafasan. Kompleksitas penyebab masalah PTM  yaitu faktor usia, penyakit metabolic, faktor gaya hidup yang tidak sehat, seperti makan tidak seimbang dan aktivitas rendah akan meningkat faktor risikonya terhadap PTM.  Tujuan Kegiatan: Membangkitkan komitmen masyarakat dalam membatasi konsumsi  makanan/minuman berisiko PTM. Metode: ceramah, diskusi, Tanya jawab,  Media: : Leafllet, alat peraga (by Riskesdas 2018). Strategi Pelaksanaan: meliputi persiapan, pelaksanaan dan evaluasi. Hasil : kegiatan telah dilakukan di beberapa posbindu yang berada di wilayah kerja puskesmas pringsewu dengan melibatkan peran serta aktif kader, antusia dari peserta menimbulkan komitmen untuk merusaha mengurangi konsumsi makanan yang berisiko terhadap PTM. Saran : Puskesmas dan kader dapat menjadikan  edukasi sebagai program wajib dalam pelaksanaan posbindu.Kata Kunci :  Edukasi,  Penyakit Tidak Menular, Makanan/minuman berisiko