Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Exploring resilience and transformation post The Great Disruption: A comparative analysis of firm performance in the new normal era (A COVID-19 literature study) Kusnan Kusnan; Rahmi Aryanti; Ria Astriyani; Junaidi Junaidi
Priviet Social Sciences Journal Vol. 6 No. 1 (2026): January 2026
Publisher : Privietlab

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55942/pssj.v6i1.1202

Abstract

The Covid-19 Pandemic has brought significant changes in humankind’s social life worldwide. Furthermore, both on a micro and macro scale, fundamental changes in economic life are companies in developed and developing countries. This study aims to determine the impact this pandemic has had on many companies in these two country categories and find essential lessons that can be used to overcome similar pandemics in the future. We conclude that the business world, in particular, will change significantly after this Pandemic and many essential things must be prepared to face the company activities in the new normal or post-pandemic era
PERHITUNGAN HARGA POKOK PRODUKSI USAHA TEMPE SKALA RUMAHAN BAPAK SUARDI Mas Amah Mas Amah; Alila Zahira Kusuma; Rahmi Aryanti
Media Resonansi Pengabdian Masyarakat Vol 1, No 2 (2025): Media Resonansi Pengabdian Masyarakat
Publisher : Taksasila Edukasi Insani

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Usaha tempe skala rumahan merupakan bagian integral dari sektor Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) yang memainkan peran penting dalam menjaga ketahanan pangan serta menopang perekonomian lokal. Namun, masih banyak pelaku usaha kecil seperti Bapak Suardi, yang menjalankan usaha tempe rumahan di Jl. A. Ghofar, Talang Keramat Raya, Kabupaten Banyuasin, belum memiliki kemampuan manajerial yang memadai dalam menghitung Harga Pokok Produksi (HPP) secara akurat. Ketidaktahuan terhadap struktur biaya menyeluruh seringkali menyebabkan harga jual ditetapkan di bawah biaya produksi, sebagaimana ditemukan dalam studi ini bahwa HPP tempe mencapai Rp7.800 per bungkus, sementara harga jual sebelumnya hanya Rp5.000. Kondisi ini menyebabkan usaha mengalami kerugian tersembunyi yang berkelanjutan. Melalui kegiatan pengabdian masyarakat berbasis studi kasus dan pendekatan partisipatif, dilakukan serangkaian intervensi seperti observasi langsung, wawancara, pelatihan metode full costing, serta pendampingan pencatatan biaya produksi. Hasil kegiatan menunjukkan peningkatan signifikan dalam akurasi penetapan harga serta pertumbuhan margin keuntungan hingga 20%, sejalan dengan temuan Prihanisetyo (2025) dan Kumbara et al. (2022). Tidak hanya aspek teknis yang mengalami perbaikan, kegiatan ini juga mendorong transformasi sosial ekonomi, dengan meningkatnya literasi keuangan keluarga dan keterlibatan aktif anggota keluarga dalam manajemen usaha. Temuan ini memperkuat pentingnya pendekatan pemberdayaan berbasis keluarga dalam penguatan UMKM. Dengan demikian, kegiatan ini tidak hanya menghadirkan solusi teknis atas permasalahan usaha, tetapi juga membangun fondasi pemberdayaan berkelanjutan di tingkat rumah tangga.Kata Kunci: Harga Pokok Produksi, UMKM, Tempe, Full Costing, Pengabdian Masyarakat, BanyuasinÂ