Claim Missing Document
Check
Articles

Found 9 Documents
Search

SOSIALISASI OLAHRAGA PERMAINAN BOLA SUNDUL DI KOTA SAMARINDA Muhammad Rifai; Didik Cahyono; Hendry Ismawan; Paryadi Paryadi
Indonesian Collaboration Journal of Community Services Vol. 2 No. 1 (2022): Indonesian Collaboration Journal of Community Services
Publisher : Yayasan Education and Social Center

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.53067/icjcs.v2i1.51

Abstract

East Kalimantan is hosting a national event in the form of the National Recreational Sports Festival (FORNAS) in 2019. And the sundul ball game becomes one of the games that will be contested in the event.  While the people of East Kalimantan itself are not all familiar with this sport. The agreement of this socialization is as follows: (1) Memasyarakatkan and preserve the traditional game native to Indonesia, (2) Menyiapkan teachers and students as coaches in the game of sundul ball in East Kalimantan and (3) Menyiapkan  Athletes of sundul ball games to represent East Kalimantan at the National Recreational Sports Festival (FORNAS) event. The method used is socialization by way of theory and practice, regarding game equipment, how to play, rules and basic techniques of  playing sundul ball.  This activity runs smoothly and in accordance with the program that has been planned.  Held at FKIP Unmul Campus (for materials) and on the sempaja stadium volleyball court.  Participants attended as many as 25 people consisting of teachers and students majoring in sports.  This activity  received high appreciation from participants by being characterized by the enthusiasm and spirit of participants in following the socialization of the game given from the beginning to the end of the activity.  The existence of this socialization community becomes aware of how to play this game in accordance with its rules and get athletes to represent east Kalimantan at the FORNAS event  that will be held in east Kalimantan.
ANALISIS GERAKAN DAN HASIL LOMPAT JAUH GAYA JONGKOK PADA SISWA KELAS XI SMK NEGERI 2 SAMARINDA Rahma Masitah; Muchamad Samsul Huda; Muhammad Rifai
Borneo Physical Education Journal Vol 3 No 2 (2022): Borneo Physical Education Journal
Publisher : Program Studi Pendidikan Jasmani

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30872/bpej.v3i2.2096

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hasil mengetahui tingkat analisis suatu gerakan lompat jauh dan mengetahui hasil dan kemampuan siswa yang telah melakukan tes gerakan lompat jauh gaya jongkok. Jenis penelitian yang diterapkan pada penelitian ini adalah jenis penelitian kuantitatif dengan pendekatan deskriptif. Populasi dalam penelitian ini adalah semua siswa kelas XI SMK Negeri 2 Samarinda dengan berjumlah 495 siswa. Sedangkan teknik pengambilan sampel menggunakan teknik yaitu sampel rendom samplingdengan sampel berjumlah 31 orang. Teknik analisis data yang digunakan pada penelitian ini adalah deskriptif kuantitatif dengan menggunakan bantuan SPSS 19.0. Adapun pengumpulan data dengan merekam gerakan teknik lompat jauh yang di tampilkan oleh siswa. Pengambilan video menggunakan 2 buah kamera. 1 kamera diarah ke sudut awalan, 1 kamera diarahkan ke sudut tolakan, melayang di udara, dan mendarat, siswa menggunakan gaya jongkok saat melayang di udara. Hasil penelitian diketahui analisis gerakan dan hasil lompat jauh gaya jongkok pada siswa kelas XI SMK Negeri 2 Samarinda sebagian besar berkategori baik dengan persentase 48,39 %, kategori cukup sebesar 22,58 %, kategori sangat baik sebesar 19,35 %, kategori kurang sebesar 6,45 %, kategori sangat kurang sebesar 3,23 %. Hasil penelitian tersebut disimpulkan analisis gerakan lompat jauh gaya jongkok pada siswa kelas XI SMK Negeri 2 Samarinda adalah baik.
Traditional Borneo Game in Improving Student Character : Changes in Social Behavior Muhammad Ramli Buhari; Hamdiana; Muhammad Rifai; Hendry Ismawan
Kinestetik : Jurnal Ilmiah Pendidikan Jasmani Vol 7 No 2 (2023): JUNE (ACCREDITED SINTA 3)
Publisher : UNIB Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33369/jk.v7i2.25745

Abstract

The purpose of this research is to reveal the result of an experiment of a traditional game native to Kalimantan in improving students' character: changes in social behavior. The method used is the experimental method: participants, 60 junior high school students aged 12 to 13 years. The research instrument used a questionnaire regarding students' social behavior. The data processing and analysis technique used the t-test analysis technique. From the test results, it is obtained that t count = 7.82 and p = 0.001. The test results showed significant differences in social behavior between the experimental and control groups. The conclusion from the results of this study is that the traditional game of Borneo Asen Naga (AN) has a significant influence on the formation of students' social behavior. The development of social behavior that is most visible from the treatment results in this traditional game is the aspect of cooperation. Meanwhile, the male sample group showed better motor development than the female group motor behavior.
The Effectiveness of the Direct Instruction Learning Model on the Ability of Badminton Basic Techniques at SMA Abd. Halim; Apriyanto; Sayida Khoiratun Nisak; Titik Haryanti; Muhammad Rifai
International Journal of Educational Research Excellence (IJERE) Vol. 3 No. 2 (2024): July-December
Publisher : PT Inovasi Pratama Internasional

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55299/ijere.v3i2.1047

Abstract

This study aims to investigate the impact of the direct instruction learning (DI) model on the acquisition of fundamental badminton skills in a secondary education context. Specifically, it seeks to determine whether DI enhances students' understanding and proficiency in badminton techniques at the secondary education level. This study aimed to ascertain the impact of the direct instruction (DI) learning model on the acquisition of basic badminton skills among students in class XI IPA 3 at SMAN 6 Jakarta. The research method employed was that of an experiment with a pretest-posttest design. The sample was selected using purposive sampling, with a total of 33 individuals included. Data collection techniques employed observation of non-badminton basic skills, with an increase based on pretest and posttest data of 46.24%. Parametric analysis was conducted, which demonstrated a significant value of 0.000 in the sign test for the research instrument's basic skills test grids. The data analysis utilized an alpha level of 0.05, indicating that the DI learning model affects learning outcomes.
Digitalisasi Digitalisasi Literasi Pelatih Olahraga di Pendidikan Tinggi dalam Mendukung Gaya Hidup Aktif, Kebiasaan Latihan, dan Peningkatan Performa Lari pada Pelari Komunitas Ibu Kota Jakarta Hendri Mulyadi; M. Torero Rigel Centeury; Muhammad Rifai
Indo Green Journal Vol. 4 No. 3 (2026): Green 2026
Publisher : Published by Institut Teknologi Pendidikan Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/green.v4i3.653

Abstract

Perkembangan teknologi digital telah mengubah paradigma pembinaan olahraga, termasuk dalam proses pendidikan calon pelatih olahraga di perguruan tinggi. Literasi digital menjadi kompetensi penting yang memungkinkan pelatih memanfaatkan teknologi untuk merancang program latihan berbasis data, memantau perkembangan atlet, serta mendorong terbentuknya gaya hidup aktif. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis peran digitalisasi literasi pelatih olahraga di pendidikan tinggi dalam mendukung gaya hidup aktif, kebiasaan latihan, dan peningkatan performa lari pada pelari komunitas di Ibu Kota Jakarta. Penelitian menggunakan pendekatan kuantitatif dengan desain survei korelasional. Sebanyak 210 pelari komunitas dipilih menggunakan teknik purposive sampling dari beberapa komunitas lari di Jakarta. Data dikumpulkan melalui kuesioner yang mengukur tingkat literasi digital pelatih yang dirasakan oleh peserta, gaya hidup aktif, kebiasaan latihan, serta performa lari, kemudian dianalisis menggunakan statistik deskriptif, uji korelasi, dan analisis regresi berganda. Hasil penelitian menunjukkan bahwa digitalisasi literasi pelatih olahraga berpengaruh positif dan signifikan terhadap peningkatan gaya hidup aktif dan kualitas kebiasaan latihan peserta. Selain itu, gaya hidup aktif dan kebiasaan latihan secara simultan memberikan kontribusi yang signifikan terhadap peningkatan performa lari. Literasi digital pelatih juga berperan sebagai faktor pendukung dalam optimalisasi proses pembinaan melalui pemanfaatan aplikasi kebugaran, wearable technology, platform analisis latihan, serta media pembelajaran digital. Temuan ini menegaskan bahwa penguatan literasi digital dalam pendidikan tinggi merupakan kebutuhan mutlak untuk menghasilkan pelatih olahraga yang adaptif terhadap perkembangan teknologi sekaligus mampu meningkatkan kualitas pembinaan olahraga berbasis bukti. Oleh karena itu, integrasi kompetensi digital ke dalam kurikulum pendidikan kepelatihan olahraga menjadi strategi yang penting untuk mendukung peningkatan performa atlet maupun masyarakat olahraga secara berkelanjutan.
Digitalisasi Digitalisasi Literasi Pelatih Olahraga di Pendidikan Tinggi dalam Mendukung Gaya Hidup Aktif, Kebiasaan Latihan, dan Peningkatan Performa Lari pada Pelari Komunitas Ibu Kota Jakarta Hendri Mulyadi; M. Torero Rigel Centeury; Muhammad Rifai
Indo Green Journal Vol. 4 No. 3 (2026): Green 2026
Publisher : Published by Institut Teknologi Pendidikan Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/green.v4i3.653

Abstract

Perkembangan teknologi digital telah mengubah paradigma pembinaan olahraga, termasuk dalam proses pendidikan calon pelatih olahraga di perguruan tinggi. Literasi digital menjadi kompetensi penting yang memungkinkan pelatih memanfaatkan teknologi untuk merancang program latihan berbasis data, memantau perkembangan atlet, serta mendorong terbentuknya gaya hidup aktif. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis peran digitalisasi literasi pelatih olahraga di pendidikan tinggi dalam mendukung gaya hidup aktif, kebiasaan latihan, dan peningkatan performa lari pada pelari komunitas di Ibu Kota Jakarta. Penelitian menggunakan pendekatan kuantitatif dengan desain survei korelasional. Sebanyak 210 pelari komunitas dipilih menggunakan teknik purposive sampling dari beberapa komunitas lari di Jakarta. Data dikumpulkan melalui kuesioner yang mengukur tingkat literasi digital pelatih yang dirasakan oleh peserta, gaya hidup aktif, kebiasaan latihan, serta performa lari, kemudian dianalisis menggunakan statistik deskriptif, uji korelasi, dan analisis regresi berganda. Hasil penelitian menunjukkan bahwa digitalisasi literasi pelatih olahraga berpengaruh positif dan signifikan terhadap peningkatan gaya hidup aktif dan kualitas kebiasaan latihan peserta. Selain itu, gaya hidup aktif dan kebiasaan latihan secara simultan memberikan kontribusi yang signifikan terhadap peningkatan performa lari. Literasi digital pelatih juga berperan sebagai faktor pendukung dalam optimalisasi proses pembinaan melalui pemanfaatan aplikasi kebugaran, wearable technology, platform analisis latihan, serta media pembelajaran digital. Temuan ini menegaskan bahwa penguatan literasi digital dalam pendidikan tinggi merupakan kebutuhan mutlak untuk menghasilkan pelatih olahraga yang adaptif terhadap perkembangan teknologi sekaligus mampu meningkatkan kualitas pembinaan olahraga berbasis bukti. Oleh karena itu, integrasi kompetensi digital ke dalam kurikulum pendidikan kepelatihan olahraga menjadi strategi yang penting untuk mendukung peningkatan performa atlet maupun masyarakat olahraga secara berkelanjutan.
Improving T-Kick Accuracy Through Chair and Peching Box Training in Pencak Silat Athletes from Naga Pertapa Indonesia, Padepokan Muara Muntai Nabila Silva Husna; Naheria; Gyta Krisdiana Cahyaningrum; Muhammad Rifai
Jurnal Pendidikan Jasmani (JPJ) Vol. 7 No. 1 (2026): Jurnal Pendidikan Jasmani (JPJ)
Publisher : Sekolah Tinggi Olahraga dan Kesehatan Bina Guna

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55081/jpj.v7i1.5833

Abstract

This study aims to improve the accuracy of T kicks using chairs and peching boxes on the accuracy of T kicks by athletes from the Indonesian Pencak Silat Naga Pertapa Padepokan Muara Muntai. The study used a quantitative approach with a one-group pretest-posttest design. The sample consisted of 14 athletes selected using purposive sampling. The research instrument was a kicking accuracy test. The treatment was given during 12 sessions with a frequency of three times a week. Data analysis included descriptive statistics, Shapiro-Wilk normality test, and Paired Sample T-Test. The results showed that the pretest average of 5.43 increased to 10.64 in the posttest. The normality test stated that the data was normally distributed (Sig. 0.249 and 0.252 > 0.05). The hypothesis test obtained a Sig. value of 0.000 < 0.05, which means that there was a significant increase after the treatment. Training with assistive media proved to be able to improve accuracy, direction control, and accuracy of T kicks through more directed movement repetition. The use of chairs and peching boxes was effective in improving the accuracy of T kicks by pencak silat athletes and can be used as an alternative in the preparation of training programs.
The Effectiveness of the Direct Instruction Learning Model on the Ability of Badminton Basic Techniques at SMA Abd. Halim; Apriyanto; Sayida Khoiratun Nisak; Titik Haryanti; Muhammad Rifai
International Journal of Educational Research Excellence (IJERE) Vol. 3 No. 2 (2024): July-December
Publisher : PT Inovasi Pratama Internasional

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55299/ijere.v3i2.1047

Abstract

This study aims to investigate the impact of the direct instruction learning (DI) model on the acquisition of fundamental badminton skills in a secondary education context. Specifically, it seeks to determine whether DI enhances students' understanding and proficiency in badminton techniques at the secondary education level. This study aimed to ascertain the impact of the direct instruction (DI) learning model on the acquisition of basic badminton skills among students in class XI IPA 3 at SMAN 6 Jakarta. The research method employed was that of an experiment with a pretest-posttest design. The sample was selected using purposive sampling, with a total of 33 individuals included. Data collection techniques employed observation of non-badminton basic skills, with an increase based on pretest and posttest data of 46.24%. Parametric analysis was conducted, which demonstrated a significant value of 0.000 in the sign test for the research instrument's basic skills test grids. The data analysis utilized an alpha level of 0.05, indicating that the DI learning model affects learning outcomes.
Optimalisasi Pembelajaran Daring Dalam Meningkatkan Akses Pendidikan di Daerah Terpencil: Optimizing Online Learning to Increase Access to Education in Remote Areas Nurul Mawaddah; Nirmala Dewi; Muhammad Rifai; Muchdir Ahmad Ronoatmojo; Lubis
Jurnal Kolaboratif Sains Vol. 8 No. 2: Februari 2025 - Jurnal Kolaboratif Sains (JKS)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Palu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56338/jks.v8i2.7253

Abstract

Pembelajaran daring telah menjadi solusi utama dalam meningkatkan akses pendidikan, terutama di daerah terpencil yang memiliki keterbatasan infrastruktur. Namun, implementasi pembelajaran daring di daerah tersebut masih menghadapi berbagai kendala, seperti minimnya akses internet, keterbatasan perangkat, serta rendahnya kesiapan guru dan siswa dalam memanfaatkan teknologi digital. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis tantangan utama dalam implementasi pembelajaran daring di daerah terpencil serta mengeksplorasi solusi yang dapat diadaptasi agar proses pembelajaran lebih efektif dan inklusif. Metode penelitian yang digunakan adalah kualitatif dengan pendekatan fenomenologis, di mana data dikumpulkan melalui wawancara mendalam, observasi lapangan, dan analisis dokumentasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa keterbatasan infrastruktur merupakan hambatan utama yang menyebabkan rendahnya efektivitas pembelajaran daring. Selain itu, sebagian besar guru dan siswa mengalami kesulitan dalam mengakses dan memahami materi daring tanpa adanya bimbingan langsung. Sebagai solusi, penelitian ini merekomendasikan pendekatan blended learning berbasis komunitas, yang mengombinasikan pembelajaran daring dengan sesi tatap muka di pusat-pusat belajar lokal. Selain itu, pengembangan konten pembelajaran yang lebih kontekstual, seperti materi berbasis bahasa lokal dan metode interaktif berbasis audio dan video, terbukti meningkatkan keterlibatan siswa hingga 75%. Dengan strategi yang lebih adaptif terhadap kondisi daerah terpencil, pembelajaran daring dapat dioptimalkan untuk meningkatkan akses pendidikan yang lebih inklusif dan berkelanjutan.