Claim Missing Document
Check
Articles

Found 4 Documents
Search

THE TOURISM DEVELOPMENT THROUGH CBT IN PONGGOK VILLAGE Ade Pugara; Brian Pradana
Indonesian Journal of Spatial Planning Vol 2, No 1 (2021): VOLUME 2 NOMOR 1 MARET 2021
Publisher : Program Studi Perencanaan Wilayah dan Kota, Fakultas Teknik, Universitas Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (407.537 KB) | DOI: 10.26623/ijsp.v2i1.3169

Abstract

Community-based tourism (CBT) is the most popular approaches in tourism development. The main principle of CBT is giving access to the community in tourism management and development equally. Furthermore, the main goal of CBT is creating community empowerment in tourism. Therefore, the community has competitive advantages to enhance tourism quality and keep it sustain (Hausler and Strasdas, 2003)..In 2015 Ponggok received the village Annual Budget (Dana Desa) from the central government. Through that budget, the local government establish the Village Company (BUMDes), which is focusing on tourism development. In the tourism development, Ponggok attempt to use Pongok water springs as the main tourist attraction.. Based on these facts, this research wants to examine "is the successes of tourism development in Ponbgok Village belongs to Community-based tourism (CBT)"?. This research uses the deductive – qualitative – rationalistic method. The analytical techniques of this research are descriptive qualitative, comparative and contrast. The tourism development of Ponggok appropriate to the principle, characteristic and dimension of community-based development. It allows the local community to control and involved in tourism management. Moreover, it attracts community empowerment and shares the benefit of tourism development to direct and indirect actors. In the current situation, all people have a job, and the number of poverty can be decreased significantly
INDEKS VEGETASI PADA KAWASAN HUTAN DI KABUPATEN PEKALONGAN Brian Pradana; Ade Pugara; Bagus Nuari Priambudi
Indonesian Journal of Spatial Planning Vol 2, No 1 (2021): VOLUME 2 NOMOR 1 MARET 2021
Publisher : Program Studi Perencanaan Wilayah dan Kota, Fakultas Teknik, Universitas Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26623/ijsp.v2i1.3185

Abstract

Pada era saat ini hutan memegang peranan yang penting bagi keseimbagan kehidupan baik dari sisi air, tanah dan udara. Keseimbangan ini tentunya perlu dijaga dan dipertahankan agar berfungsi sebagaimana mestinya. Seiring dengan berkembangnya zaman, monitoring kawasan berkembang dengan sangat cepat, dari yang dulunya harus meninjau lokasi satu per satu namun sekarang dapat menggunakan citra untuk membantu melakukan monitoring pada kawasan hutan. Tujuan dalam penelitian ini adalah mengetahui nilai indeks vegetasi yang ada di kawasan hutan Kabupaten Pekalongan. Dalam penelitian ini akan menggunakan citra Landsat 8 sebagai basis datanya. Metode yang digunakan adalah analisis deskriptif kuantitatif dengan pendekatan GIS berbasis indeks vegetasi (NDVI). Hasil yang didapatkan adalah Indeks vegetasi hutan di Kabupaten Pekalongan berkisar antara + - 0,0503681 sampai 0,579192. Untuk indeks nilai min dan max paling tinggi terdapat di Kecamatan Petungkriyono, sedangkan untuk nilai mean paling tinggi adalah di Kecamatan Karangdadap yaitu dengan nilai 0,420. Secara keseluruhan indeks vegetasi hutan di Kabupaten Pekalongan tergolong dalam kategori baik dengan mayoritas merupakan kelas kerapatan tinggi sebesar 43,41% dan kelas kerapatan sedang sebesar 40,72%.
KARAKTERISTIK DAN TIPOLOGI PELETAKAN REKLAME PADA BANGUNAN DI KAWASAN PERDAGANGAN JASA KOTA SEMARANG Nofa Martina Ariani; Muhammad Indra Hadi Wijaya; Bagus Nuari Priambudi; Brian Pradana; Ade Pugara; Deny Aditya Puspasari
Jurnal Pengembangan Kota Vol 10, No 1: Juli 2022
Publisher : Diponegoro University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1192.109 KB) | DOI: 10.14710/jpk.10.1.68-82

Abstract

Perkembangan Kota Semarang sebagai ibukota provinsi memberikan dampak yang besar terhadap peningkatan aktivitas dan ekonomi wilayah. Peningkatan aktivitas ini yang ditangkap oleh para perusahaan atau individu dalam penyelenggaraan reklame, untuk mempromosikan produk atau jasa mereka. Pertumbuhan reklame yang meningkat pesat terjadi pada kawasan-kawasan yang memiliki nilai ekonomi tinggi, salah satunya kawasan perdagangan jasa. Batasan mengenai peletakan reklame perlu diatur agar dapat mendukung citra kawasan dan tidak menimbulkan pencemaran visual. Aturan mengenai peletakan reklame ini dapat diawali dengan mengkaji tipologi dan karakteristik peletakan reklame khususnya pada kawasan perdagangan jasa. Studi ini mengkaji tipologi dan karakteristik peletakan reklame pada kawasan perdagangan jasa dengan melakukan observasi lapangan. Metode penelitian adalah kuantitatif untuk melihat karakteristik dan tipologi peletakan reklame. Lokasi studi adalah kawasan yang ditetapkan sebagai kawasan perdagangan jasa berdasarkan Rencana Tata Ruang Wilayah (RTRW) Kota Semarang. Batasan studi adalah reklame yang menempel pada bangunan dan pada persil lahan bangunan. Hasil studi menyatakan bahwa terdapat 6 (enam) jenis tipologi dan 4 (empat) tipe peletakan reklame. Manfaat yang dapat diambil dari hasil penelitian ini yaitu diharapkan dapat menjadi dasar dalam menyusun kebijakan peletakan reklame di kawasan perdagangan jasa di Kota Semarang.
Evaluasi Rencana Ruang Terbuka Hijau pada Rencana Detail Tata Ruang Perkotaan Muara Taweh Kabupaten Barito Utara Ade Pugara; Aries Susanty; Ratna Purwaningsih
Jurnal Ilmu Lingkungan Vol 23, No 4 (2025): July 2025
Publisher : School of Postgraduate Studies, Diponegoro Univer

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.14710/jil.23.4.995-1003

Abstract

Perkotaan Muara Taweh merupakan pusat aktivitas dari Kabupaten Barito Utara. Sebagai Kawasan strategis di bidang ekonomi, Kementerian ATR BPN memberikan bantuan untuk penyusunan Rencana Detail Tata Ruang atau RDTR sebagai upaya penataan Kawasan yang lebih detail. Pada dokumen RDTR Perkotaan Muara Taweh 2022 – 2042, terdapat rencana Ruang Terbuka Hijau atau RTH baik berupa rimba kota, taman kota, taman kecamatan hingga jalur hijau. Rencana RTH ini diharapkan dapat menstabilkan iklim mikro perkotaan, menjadi resapan air hingga melindungi keanekaragaman hayati setempat. Dengan demikian, maka RTH harus ditempatkan pada lokasi yang sesuai dengan fungsinya. Hal ini diperlukan untuk menanggulangi beberapa permasalahan yang ada di Perkotaan Muara Taweh diantaranya tingginya polusi udara, kurangnya tutupan vegetasi dan kurangnya tutupan vegetasi pada RTH eksisting. Sehingga penelitian ini dilakukan dengan tujuan mengevaluasi perencanaan ruang terbuka hijau terhadap kondisi suhu permukaan bumi di Perkotaan Muara Taweh. Penelitian ini dilakukan dengan metode deduktif – kuantitatif – rasionalistik serta melalui alat overlay, maka didapatkan bahwa mayoritas RTH yang berupa rimba kota terletak pada kawasan sejuk. Hal ini menjadi poin yang tidak sesuai dengan fungsi RTH di bidang stabilitas iklim mikro, khususnya menurunkan suhu kawasan.  Dari hasil evaluasi diketahui RTH Taman Kota, Jalur Hijau dan Taman RW memiliki kesesuaian lokasi karena diletakan pada kawasan dengan suhu 30 – 34 oC. Dari ketiganya, Pemakaman memiliki tingkat penurunan tertinggi yaitu hingga 0,7 oC. Sementara itu, taman kota mampu menuruankan suhu hingga 0,28 oC. Sedangkan taman RW hanya dapat menurunkan suhu sekitar 0,21 oC.