Claim Missing Document
Check
Articles

Found 4 Documents
Search

PERAN NAHDLATUL ULAMA CABANG SUMENEP DALAM MEWUJUDKAN KEBIJAKAN PROKES PEMERINTAH MENGATASI PANDEMI COVID-19 sitti khotijah; Moh. Hamdani
Bayan lin-Naas : Jurnal Dakwah Islam Vol 5, No 2 (2021)
Publisher : Fakultas Dakwah Institut Dirosat Islamiyah Al-Amien Prenduan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.28944/bayanlin-naas.v5i2.603

Abstract

Seiring perkembangan zaman, Dakwah Islam mengalami persoalan yang begitu kompleks yang berkaitan dengan masalah kehidupan. Pada dasarnya Agama Islam mampu menjawab segala persoalan yang dihadapi Umat Islam itu sendiri. Sehingga dalam hal ini, tidak hanya dibutuhkan seorang muballigh saja yang mampu memiliki peran dan peta dakwah terhadap obyek dakwah terkait dengan problematika, budaya, dan karakter yang berbeda di dalam kehidupan masyarakat, namun organisasi kemasyarakatan juga dituntut untuk memiliki peran aktif dalam penyebaran dakwah, seperti halnya Nahdlatul Ulama. Tidak dapat di pungkiri bahwa Indonesia pada masa sekarang ini, sedang mengalami polemik pandemik covid-19, yang menuntut akan adanya kerjasama bilateral dan berkesinambungan Antara pemerintah, masyarakat, lembaga dan organisasi kemasyarakatan yang ada didalamnya. Maka dalam penelitian ini, memiliki tujuan untuk mengetahui peran organisasi masyarakat Nahdlatul Ulama Cabang Sumenep dalam mewujudkan kebijakan Prokes pemerintah mengatasi pandemik covid-19, beserta dengan faktor pendukung dan penghambatnya. Adapun metodologi penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah pendekatan kualitatif dengan  jenis penelitian studi desktiptif. Adapun hasil dari penelitian menyatakan bahwa: ada beberapa peran yang dilakukan oleh Nadlatul Ulama Cabang Sumenep dalam membantu kebijakan Prokes pemerintah mengatasi pandemic Covid-19, diantaranya: sebagai mediator dan menjadi mitra pemerintah. Adapun faktor pendukungnya adalah adanya peran aktif tokoh agama dan tokoh masyarakat, dan faktor penghambatnya adalah adalah adanya ketidaktransparanan anggaran dana Covid-19 yang dikeluarkan pemerintah.  
PERAN NAHDLATUL ULAMA CABANG SUMENEP DALAM MEWUJUDKAN KEBIJAKAN PROKES PEMERINTAH MENGATASI PANDEMI COVID-19 sitti khotijah; Moh. Hamdani
Bayan lin-Naas : Jurnal Dakwah Islam Vol 5, No 2 (2021)
Publisher : Fakultas Dakwah Institut Dirosat Islamiyah Al-Amien Prenduan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.28944/bayanlin-naas.v5i2.603

Abstract

Seiring perkembangan zaman, Dakwah Islam mengalami persoalan yang begitu kompleks yang berkaitan dengan masalah kehidupan. Pada dasarnya Agama Islam mampu menjawab segala persoalan yang dihadapi Umat Islam itu sendiri. Sehingga dalam hal ini, tidak hanya dibutuhkan seorang muballigh saja yang mampu memiliki peran dan peta dakwah terhadap obyek dakwah terkait dengan problematika, budaya, dan karakter yang berbeda di dalam kehidupan masyarakat, namun organisasi kemasyarakatan juga dituntut untuk memiliki peran aktif dalam penyebaran dakwah, seperti halnya Nahdlatul Ulama. Tidak dapat di pungkiri bahwa Indonesia pada masa sekarang ini, sedang mengalami polemik pandemik covid-19, yang menuntut akan adanya kerjasama bilateral dan berkesinambungan Antara pemerintah, masyarakat, lembaga dan organisasi kemasyarakatan yang ada didalamnya. Maka dalam penelitian ini, memiliki tujuan untuk mengetahui peran organisasi masyarakat Nahdlatul Ulama Cabang Sumenep dalam mewujudkan kebijakan Prokes pemerintah mengatasi pandemik covid-19, beserta dengan faktor pendukung dan penghambatnya. Adapun metodologi penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah pendekatan kualitatif dengan  jenis penelitian studi desktiptif. Adapun hasil dari penelitian menyatakan bahwa: ada beberapa peran yang dilakukan oleh Nadlatul Ulama Cabang Sumenep dalam membantu kebijakan Prokes pemerintah mengatasi pandemic Covid-19, diantaranya: sebagai mediator dan menjadi mitra pemerintah. Adapun faktor pendukungnya adalah adanya peran aktif tokoh agama dan tokoh masyarakat, dan faktor penghambatnya adalah adalah adanya ketidaktransparanan anggaran dana Covid-19 yang dikeluarkan pemerintah.  
Instilling Moral Values in Teenage Victims of Broken Homes by Family Guidance Sitti Khotijah; Alfira Aghnia
Feelings: Journal of Counseling and Psychology Vol. 2 No. 2 (2025)
Publisher : Penerbit Hellow Pustaka

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61166/feelings.v2i2.38

Abstract

Moral values ​​are a measure of a person's attitude and behavior, can be measured from good or bad attitudes and right or wrong. A person will be said to be moral when in behaving he has good ethics and does not violate the norms that apply in his environment. Behaving of course should not be arbitrary and careless, there must still be a measure in every attitude that we carry out because basically morals are a benchmark for our behavior in society. Broken home is where the family cannot be reunited or is called divorce, this divorce is where parents no longer care about the messy home situation that can cause children to have problems both at home, at school and in the community. Family guidance is an approach that can be used by counselors to provide assistance to a family through interaction between members so that the family can overcome the problems it faces for the welfare of family members as a whole with the aim of achieving a harmonious family. In this study, the problem studied is how family guidance in instills moral values ​​to adolescent victims of broken homes, and how the implications of these moral values ​​​​are on the lives of adolescent victims of broken homes and the purpose of this study is to find out how family guidance in instills moral values ​​​​to adolescent victims of broken homes and how the implications of these moral values ​​​​are on the lives of adolescent victims of broken homes. This study uses a qualitative research method, qualitative research is observing people in the environment, interacting with them and interpreting their opinions related to the world around them. This type of research is a case study research. Based on the description that has been presented by the researcher, it can be concluded: 1. Family guidance in instilling moral values ​​to adolescent victims of broken homes, goes well: increasing children's spirituality, providing positive knowledge, teaching self-adjustment. 2. The implications of these moral values ​​on the lives of adolescent victims of broken homes through the family guidance approach have a very good impact on adolescents, in forming good character and having skills in making good decisions.
Penguatan Nilai-Nilai Kepatuhan dan Disiplin Oleh Guru Bimbingan Konseling Dalam Mengatasi Perilaku Indisipliner Siswa Kelas IX Sekolah Menengah Pertama Negeri 2 Larangan Pamekasan Ni’matul Mukaromah; Sitti Khotijah
Values: Jurnal Kajian Islam Multidisiplin Vol. 2 No. 5 (2025)
Publisher : Penerbit Hellow Pustaka

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61166/values.v2i5.121

Abstract

Setiap sekolah sudah tentu memiliki peraturan dan tata tertib yang berlaku, tata tertib sekolah bertujuan sebagai pedoman berperilaku siswa untuk menciptakan lingkungan kehidupan sekolah menjadi tertib, aman, tentram, kondusif, dan disiplin. Siswa Indisipliner melakukan pelanggaran tata tertib seperti terlambat, tidur di kelas, membolos, atribut upacara tidak lengkap maka bisa menyebabkan kerugian dalam dirinya sendiri, bahkan akan mendapatkan sanksi ataupun hukuman. Dari sini guru BK berperan dalam memperkuat nilai kepatuhan dan disiplin serta mendampingi, membantu dan mengawasi para siswa untuk berperilaku disiplin. Adapun fokus penelitian dalam skripsi ini yaitu: 1) Bagaimanakah Penyebab Indisipliner Siswa Kelas IX SMPN 2 Larangan? 2) Bagaimanakah Penguatan Nilai-Nilai Kepatuhan Dan Disiplin Oleh Guru BK Dalam Mengatasi Perilaku Indisipliner Siswa Kelas IX SMPN 2 Larangan? Metode penelitian yang digunakan oleh peneliti adalah pendekatan kualitatif deskriptif. Kualitatif deskriptif adalah memaparkan masalah atau temuan di lapangan sesuai dengan yang terjadi. Teknik pengumpulan data pada penelitian ini menggunakan observasi, wawancara, dan dokumentasi. Hasil dari penelitian ini adalah: (1) Penyebab indisipliner siswa kelas IX SMPN 2 Larangan yaitu faktor dari dalam (intrinsik), yaitu rasa malas dan acuh tak acuh dalam pelajaran. Berikutnya faktor dari luar (ekstrinsik), yaitu faktor dari keluarga dan pengaruh teman serta lingkungan sekitar. (2) Dalam penguatan nilai kepatuhan dan disiplin, guru BK mengatasi indisipliner siswa kelas IX SMPN 2 Larangan dengan melakukan identifikasi masalah, pemberian peringatan, nasehat, bimbingan, pemanggilan, kunjungan rumah (home visit), memanggil orang tua, dan melakukan kerja sama dengan guru atau wali kelas. (3) Dampak dari penguatan yang dilakukan oleh guru BK memberikan perubahan pada siswa seperti perubahan perilaku serta peningkatan kesadaran diri.