Ni’matul Mukaromah
Unknown Affiliation

Published : 2 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Penguatan Nilai-Nilai Kepatuhan dan Disiplin Oleh Guru Bimbingan Konseling Dalam Mengatasi Perilaku Indisipliner Siswa Kelas IX Sekolah Menengah Pertama Negeri 2 Larangan Pamekasan Ni’matul Mukaromah; Sitti Khotijah
Values: Jurnal Kajian Islam Multidisiplin Vol. 2 No. 5 (2025)
Publisher : Penerbit Hellow Pustaka

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61166/values.v2i5.121

Abstract

Setiap sekolah sudah tentu memiliki peraturan dan tata tertib yang berlaku, tata tertib sekolah bertujuan sebagai pedoman berperilaku siswa untuk menciptakan lingkungan kehidupan sekolah menjadi tertib, aman, tentram, kondusif, dan disiplin. Siswa Indisipliner melakukan pelanggaran tata tertib seperti terlambat, tidur di kelas, membolos, atribut upacara tidak lengkap maka bisa menyebabkan kerugian dalam dirinya sendiri, bahkan akan mendapatkan sanksi ataupun hukuman. Dari sini guru BK berperan dalam memperkuat nilai kepatuhan dan disiplin serta mendampingi, membantu dan mengawasi para siswa untuk berperilaku disiplin. Adapun fokus penelitian dalam skripsi ini yaitu: 1) Bagaimanakah Penyebab Indisipliner Siswa Kelas IX SMPN 2 Larangan? 2) Bagaimanakah Penguatan Nilai-Nilai Kepatuhan Dan Disiplin Oleh Guru BK Dalam Mengatasi Perilaku Indisipliner Siswa Kelas IX SMPN 2 Larangan? Metode penelitian yang digunakan oleh peneliti adalah pendekatan kualitatif deskriptif. Kualitatif deskriptif adalah memaparkan masalah atau temuan di lapangan sesuai dengan yang terjadi. Teknik pengumpulan data pada penelitian ini menggunakan observasi, wawancara, dan dokumentasi. Hasil dari penelitian ini adalah: (1) Penyebab indisipliner siswa kelas IX SMPN 2 Larangan yaitu faktor dari dalam (intrinsik), yaitu rasa malas dan acuh tak acuh dalam pelajaran. Berikutnya faktor dari luar (ekstrinsik), yaitu faktor dari keluarga dan pengaruh teman serta lingkungan sekitar. (2) Dalam penguatan nilai kepatuhan dan disiplin, guru BK mengatasi indisipliner siswa kelas IX SMPN 2 Larangan dengan melakukan identifikasi masalah, pemberian peringatan, nasehat, bimbingan, pemanggilan, kunjungan rumah (home visit), memanggil orang tua, dan melakukan kerja sama dengan guru atau wali kelas. (3) Dampak dari penguatan yang dilakukan oleh guru BK memberikan perubahan pada siswa seperti perubahan perilaku serta peningkatan kesadaran diri.
PENGUATAN NEUROSAINS DAN IBADAH: OPTIMALISASI DAYA INGAT SANTRI MADIN ANNUR 1 PUTRI BULULAWANG MELALUI RITUAL SHOLAT TAQWIYATUL HIFDZI Ni’matul Mukaromah; Abdus Somad; Achmad Zainul Arifin; Muhammad Farhus Sururi
An Najah (Jurnal Pendidikan Islam dan Sosial Keagamaan) Vol. 5 No. 1 (2026): Januari 2026
Publisher : Najah Bestari

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengeksplorasi praktik ritual Sholat Taqwiyatul Hifdzi di Madrasah Diniyah (Madin) Annur 1 Putri Bululawang sebagai instrumen penguat daya ingat santri melalui tinjauan neurosains. Metode yang digunakan adalah kualitatif dengan desain studi kasus deskriptif-analitis. Data dikumpulkan melalui wawancara mendalam, observasi partisipatif, dan studi dokumentasi. Temuan penelitian menunjukkan bahwa Sholat Taqwiyatul Hifdzi bukan sekadar praktik teologis-dogmatis, melainkan sebuah metode "neuro-booster" yang sistematis. Secara neurosains, ritual yang dilakukan pada sepertiga malam terakhir ini menstimulasi transisi gelombang otak ke frekuensi Alpha dan Theta yang mendukung kondisi paling reseptif otak untuk konsolidasi memori. Gerakan sujud yang lama terbukti meningkatkan perfusi darah ke Prefrontal Cortex dan Hippocampus, sementara kondisi khusyuk mampu menekan produksi hormon kortisol serta memicu pelepasan Brain-Derived Neurotrophic Factor (BDNF). Hasil riset memvalidasi bahwa integrasi antara transmisi spiritual (sanad) dan latihan neurologis ini efektif memitigasi kurva lupa (forgetting curve) serta meningkatkan stabilitas hafalan dan pemahaman logika (fahm al-kitab) santri. Studi ini merekomendasikan model pembelajaran berbasis neuro-spiritual sebagai inovasi pedagogi di lembaga pendidikan Islam modern.