Setiap sekolah sudah tentu memiliki peraturan dan tata tertib yang berlaku, tata tertib sekolah bertujuan sebagai pedoman berperilaku siswa untuk menciptakan lingkungan kehidupan sekolah menjadi tertib, aman, tentram, kondusif, dan disiplin. Siswa Indisipliner melakukan pelanggaran tata tertib seperti terlambat, tidur di kelas, membolos, atribut upacara tidak lengkap maka bisa menyebabkan kerugian dalam dirinya sendiri, bahkan akan mendapatkan sanksi ataupun hukuman. Dari sini guru BK berperan dalam memperkuat nilai kepatuhan dan disiplin serta mendampingi, membantu dan mengawasi para siswa untuk berperilaku disiplin. Adapun fokus penelitian dalam skripsi ini yaitu: 1) Bagaimanakah Penyebab Indisipliner Siswa Kelas IX SMPN 2 Larangan? 2) Bagaimanakah Penguatan Nilai-Nilai Kepatuhan Dan Disiplin Oleh Guru BK Dalam Mengatasi Perilaku Indisipliner Siswa Kelas IX SMPN 2 Larangan? Metode penelitian yang digunakan oleh peneliti adalah pendekatan kualitatif deskriptif. Kualitatif deskriptif adalah memaparkan masalah atau temuan di lapangan sesuai dengan yang terjadi. Teknik pengumpulan data pada penelitian ini menggunakan observasi, wawancara, dan dokumentasi. Hasil dari penelitian ini adalah: (1) Penyebab indisipliner siswa kelas IX SMPN 2 Larangan yaitu faktor dari dalam (intrinsik), yaitu rasa malas dan acuh tak acuh dalam pelajaran. Berikutnya faktor dari luar (ekstrinsik), yaitu faktor dari keluarga dan pengaruh teman serta lingkungan sekitar. (2) Dalam penguatan nilai kepatuhan dan disiplin, guru BK mengatasi indisipliner siswa kelas IX SMPN 2 Larangan dengan melakukan identifikasi masalah, pemberian peringatan, nasehat, bimbingan, pemanggilan, kunjungan rumah (home visit), memanggil orang tua, dan melakukan kerja sama dengan guru atau wali kelas. (3) Dampak dari penguatan yang dilakukan oleh guru BK memberikan perubahan pada siswa seperti perubahan perilaku serta peningkatan kesadaran diri.