Yani Osmawati
Universitas Budi Luhur

Published : 12 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 12 Documents
Search

Fenomena Hates Crimes Terhadap Etnis Tionghoa di Kecamatan Singaparna Fitrotun Agustina; Yani Osmawati
Anomie Vol. 3 No. 2 (2021): Agustus
Publisher : Universitas Budi Luhur

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Fenomena kejahatan kebencian (hate crime) terhadap etnis Tionghoa sering kali berakar dari prasangka negatif dan berkembang menjadi konflik antar etnis. Kejahatan kebencian merupakan kejahatan yang bias karena kejahatan berakar dari prasangka negatif selanjutnya berkembang di masyarakat menjadi konflik serta berdampak hingga saat ini. Seperti yang terjadi di kecamatan Singaparna dan sekitarnya yang berawal dari tradisi turun-temurun, peristiwa pengusiran terjadi pada tahun 1959 menurut peraturan pemerintah no. 10 tahun 1959 yang di kelurkan oleh presiden Soekarno serta kerusuhan di kota Tasikmalaya tahun 1996. Peristiwa ini memicu konflik-konflik yang berkembang di masyarakat hingga saat ini menimbulkan kejahatan kebencian. Menggunakan analisis beradasarkan teori konflik dari Quenny serta metode kualitatif, penelitian ini melakukan observasi dan wawancara langsung kepada narasumber.
Studi Kasus Bullying SMA X Jakarta Ditinjau dari Teori Differential Association Hosea Krisna Setiawan; Yani Osmawati
Anomie Vol. 3 No. 3 (2021): Desember
Publisher : Universitas Budi Luhur

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Masih banyak kasus bullying yang masih terjadi di Sekolah Menengah Atas di Indonesia. Segala bentuk penindasan atau kekerasan yang dilakukan dengan sengaja oleh satu orang atau sekelompok orang yang lebih kuat atau berkuasa terhadap orang lain dengan tujuan untuk menyakiti mereka dan dilakukan secara konsisten dikenal sebagai pelecehan. Remaja juga sering mengalami kekerasan fisik sebagai bagian dari bullying yang terjadi. Siswa mengalami berbagai jenis kekerasan di sekolah. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui bagaimana remaja belajar menjadi pelaku pelecehan di SMA X. Pembahasan masalah ini dianalisis dengan menggunakan teori asosiasi perbedaan untuk mengetahui bagaimana remaja belajar menjadi pelaku pelecehan. Peneliti menggunakan pendekatan kualitatif dengan pendekatan deskriptif. Lima narasumber digunakan dalam penelitian ini, masing-masing memenuhi kriteria yang diinginkan oleh peneliti. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa siswa di sekolah X mungkin menjadi pelaku pelecehan karena mereka melihat dan mencontoh apa yang terjadi di sekitar sekolah mereka. Teori perbedaan asosiasi, yang Sutherland buat dalam sembilan preposisi, juga membantu siswa di sekolah X mempelajari perilaku pelecehan.