Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Hubungan Pemberian Makanan Tambahan Usia Dini Dengan Kejadian Gangguan Sistem Pencernaan Pada Bayi Usia 0-6 Bulan Di Puskesmas Bangsri I Kecamatan Bangsri Kabupaten Jepara Biyanti Dwi Winarsih; Zumrotun Zumrotun
Jurnal Keperawatan dan Kesehatan Masyarakat Cendekia Utama Vol 1, No 1 (2012): Edisi Oktober 2012
Publisher : STIKES Cendekia Utama Kudus

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (503.558 KB) | DOI: 10.31596/jcu.v1i1.3

Abstract

Masalah kesehatan yang sering ditemukan pada anak usia 0-6 bulan salah satunya adalah gangguan sistem pencernaan yang disebabkan karena pemberian makanan tambahan yang belum sesuai seperti susu formula maupun Makanan Pendamping Air Susu Ibu (MPASI) lainnya yang diberikan terlalu dini. Tujuan penelitian adalah untuk mengetahui hubungan pemberian makanan tambahan usia dini dengan kejadian gangguan sistem pencernaan khususnya diare, muntah dan konstipasi pada bayi usia 0-6 bulan. Jenis penelitian yang digunakan adalah non-eksperimental observasional bersifat studi korelasi dengan desain penelitian case control (studi kasus). Uji univariat pada variabel kasus didapatkan sebagian besar praktik pemberian makanan tambahan usia dini kategori diberikan sebanyak 48 (80%) dan pada variabel kontrol tidak diberikan sebanyak 47 (78.3%). Hasil gangguan sistem pencernaan didapatkan 10 orang (16.7%) dengan kategori sehat, diare 18 (30%), muntah 22 (36.6%) dan konstipasi 10 (16.7%). Hasil uji bivariat dengan uji chi square menghasilkan nilai p value = 0.000 dan nilai X2 hitung = 48.889. dari hasil penelitian dapat disimpulkan bahwa ada hubungan yang signifi kan antara pemberian makanan tambahan usia dini dengan kejadian gangguan sistem pencernaan diare, muntah dan konstipasi pada bayi usia 0-6 bulan.Untuk itu diperlukan perbaikan gizi bayi melalui pemberian ASI saja untuk anak usia 0-6 bulan.
Optimizing School Resource Management to Improve Educational Output at SDN 1 Godong Zumrotun, Zumrotun; Murniati, Ngurah Ayu Nyoman; Supandi , Supandi
Journal of Educational Sciences Vol. 10 No. 5 (2026): Journal of Educational Sciences
Publisher : FKIP - Universitas Riau

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31258/jes.10.5.p.416-426

Abstract

The decline in character and learning quality scores on the Education Report Card poses a serious challenge for SDN 1 Godong, a pilot school. This study aims to analyze the optimization of effective, transparent, and accountable resource management (human, financial, and physical) as a strategic solution. Using a descriptive qualitative method with a case study design, data were collected through in-depth interviews, observations, and document reviews. Findings indicate governance anomalies; the availability of physical facilities and financial administrative compliance are not yet linear with instructional quality due to low investment in teacher pedagogical competence (below 10% of the budget). The study's conclusions confirm that optimization requires a radical budget refocusing from physical maintenance to strengthening classroom interactions. Strategic recommendations include debureaucratizing teacher workloads and revitalizing facility functions to reverse the negative trend in education quality.