Claim Missing Document
Check
Articles

Found 16 Documents
Search

TINGKAT BIOKONSENTRASI LOGAM TIMBAL (Pb) PADA AIR DAN DAGING IKAN GABUS (Channa striata) DI SUNGAI BELUMAI DELI SERDANG Rizki Fitrawansyah; Husnarika Febriani; Syukriah Syukriah
BIOMA : JURNAL BIOLOGI MAKASSAR Vol. 9 No. 1 (2024): Bioma : Januari - Juni 2024
Publisher : Department of Biology, Faculty of Mathematics and Natural Sciences, Hasanuddin University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Timbal termasuk ke dalam jenis logam non esensial yang sifatnya sangat beracun dan akan terakumulasi di dalam tubuh makhluk hidup karena tidak dapat dimetabolisme oleh tubuh. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis kandungan logam berat timbal (Pb) pada air dan daging ikan gabus di Sungai Belumai Deli Serdang. Penelitian ini menggunakan penelitian analisis deskriptif eksploratif dan komparatif dengan pendekatan kuantitatif. Penentuan lokasi pengambilan sampel dengan metode purposive sampling. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kandungan logam berat pada air sungai Belumai Deli Serdang di setiap Stasiun berkisar 0,0517-0,1715 mg/L sudah melebihi batas baku mutu (PP RI No 22 Tahun 2021). Kandungan logam berat pada daging ikan gabus pada Stasiun 1 dan 2 sebesar <0,03 mg/Kg masih berada dibawah baku mutu, sedangkan pada stasiun 3 sebesar 49,8 mg/Kg sudah diatas baku mutu (SNI 7387:2009). Kata kunci: Logam Timbal, Ikan Gabus, Sungai Belumai, Deli Serdang
Effect of Additional Feeding Tofu Dregs and Green Bean Flour (Vigna radiat L.) on Quality Chemistry of Broiler Meat (Gallus domesticus) Rizka Nanda Sari; Husnarika Febriani; Syukriah Syukriah
Jurnal Biologi Tropis Vol. 23 No. 4 (2023): October - December
Publisher : Biology Education Study Program, Faculty of Teacher Training and Education, University of Mataram, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29303/jbt.v23i4.5702

Abstract

Feeding broiler chickens will have an impact on meat quality. One feed that can be used as a substitute feed is tofu dregs, because it contains crude protein, fat, crude fiber, and BETN. The peanut content per 100 grams contains protein, fat, carbohydrates, water, ash, and of fiber, making it an excellent source of protein. The aim of this research was to determine the effect of providing additional feed with tofu dregs and green bean flour on the chemical quality of meat from 35 day old broiler chickens. This research used a Completely Randomized Design (CRD) method with 4 treatments and 5 replications. The treatment consisted of P0 (treatment feed without additional feed); P1 (90% commercial feed, 5% tofu dregs, and 5% green bean flour); P2 (80% commercial feed, 10% tofu dregs, and 10% green bean flour); P3 (70% commercial feed, 15% tofu dregs, and 15% green bean flour). Data analysis used analysis of variance (one way ANOVA) and continued with the Duncan test. The results of the research showed that supplementary feeding with tofu dregs and green bean flour had a significant effect on the water content, fat content and protein content of broiler chicken meat. Providing the best feed composition to produce quality broiler chicken meat is a commercial feed composition of 80%, additional feed 10% each.
Kadar Ureum dan Kreatinin Tikus Putih (Rattus Norvegicus) Setelah Diberikan Paparan Asap Rokok dan Induksi Ekstrak Etanol Daun Salam (Syzygium Polyanthum) Syukriah Syukriah; Siti Amira; Hidayat Fauziansyah; Muhammad Zaharul Ichsan; Tri Novitashari Butar-Butar
Jurnal Tadris IPA Indonesia Vol. 3 No. 3 (2023)
Publisher : Tadris IPA UIN Kiai Ageng Muhammad Besari Ponorogo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21154/jtii.v3i3.2595

Abstract

Rokok merupakan salah satu produk dagang yang cukup berbahaya karena telah menjadi permasalahan nasional bahkan internasional. Kebiasaan merokok dapat memberikan dampak buruk bagi kesehatan khususnya terhadap kualitas ginjal. Oleh karena itu dibutuhkan penawar alami yang mengandung metabolit sekunder seperti Syzygium polyanthum dalam upaya pengobatan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh pemberian ekstrak etanol S. polyanthum terhadap kadar ureum dan kreatinin tikus putih setelah diberi paparan asap rokok. Penelitian ini merupakan penelitian eksperimental menggunakan rancangan acak lengkap dengan 25 ekor tikus jantan yang dibagi menjadi 5 kelompok perlakuan dengan 5 kali pengulangan. Kelompok 1 diberi pakan dan minum, Kelompok 2 diberi pakan, minum dan paparan asap rokok, Kelompok 3, 4 dan 5 diberi pakan, minum, asap rokok dan ekstrak dengan dosis yang telah ditentukan (62,5 mg/kg BB, 125 mg/kg BB dan 250 mg/kg BB). Data pengukuran kadar ureum dan kreatinin dianalisis menggunakan SPSS dengan uji one way ANOVA (Analysis of Variance) dengan taraf signifikan 5%. Jika berpengaruh maka dilanjutkan dengan uji Duncan’s Multiple Range Test (DMRT). Hasil yang diperoleh menunjukkan bahwa pemberian ekstrak etanol daun salam (S. Polyanthum) memiliki pengaruh terhadap kadar ureum dan kreatinin tikus jantan yang diberi paparan asap rokok dengan nilai taraf signifikan 5%. Pemberian ekstrak etanol daun salam pada kelompok 3 (62,5 mg/kg BB) dan kelompok 4 (125 mg/kg BB) memiliki pengaruh terhadap perbaikan kadar ureum tikus yang dipapar asap rokok. Pemberian ekstrak etanol daun salam pada kelompok 5 (250 mg/kg BB) memiliki pengaruh terhadap kadar kreatinin tikus yang dipapar asap rokok.
ANTIOXIDANT ACTIVITY AND CURCUMIN LEVELS OF TEMULAWAK (Curcuma xanthorrhiza ROXB.) EXTRACT AND ITS EFFECTS ON BLOOD CELLS IN ALCOHOL-INDUCED WHITE RATS (Rattus norvegicus L.) Nabila Al – Husnaini; Syukriah Syukriah
BIOLINK (Jurnal Biologi Lingkungan Industri Kesehatan) Vol. 12 No. 2 (2026): Biolink February
Publisher : Universitas Medan Area

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31289/biolink.v12i2.17278

Abstract

Temulawak (Curcuma xanthorrhiza Roxb.) is a traditional Indonesian medicinal plant rich in Curcumin and active compounds such as triterpenoids, alkaloids, saponins, and flavonoids, which exhibit antioxidant and anti-inflammatory properties. Curcumin content was quantified at 109.58 mg/g using the UV-Vis spectrophotometry method, and its antioxidant activity was confirmed through increasing DPPH inhibition percentages with increasing extract concentrations, with the IC₅₀indicating significant radical scavenging potential. Excessive 45% ethanol intake can induce oxidative stress and alter white blood cell counts. This study used 20 male white rats (Rattus norvegicus L.) weighing 180–200 g, divided into normal control, alcohol control, and ginger extract treatment groups at doses of 100, 200, and 300 mg/kg body weight. Hematological parameters observed included erythrocytes, hemoglobin, hematocrit, MCV, MCH, MCHC, platelets, and total and differential leukocyte counts. Results showed that ginger extract, particularly at 200 mg/kg, stabilized blood profiles after alcohol consumption, with hematological values approaching normal levels. Differences between groups were not statistically significant, indicating the safety and antioxidant potential of ginger extract.
IDENTIFIKASI JENIS-JENIS TELUR CACING PARASIT PADA FESES SAPI DI DESA KLAMBIR V KECAMATAN HAMPARAN PERAK KABUPATEN DELI SERDANG PROVINSI SUMATERA UTARA Putri Aminah Nasution; Husnarika Febriani; Syukriah Syukriah
BEST Journal (Biology Education, Sains and Technology) Vol 6, No 2 (2023): September 2023
Publisher : Program Studi Pendidikan Biologi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30743/best.v6i2.7338

Abstract

ABSTRAKSalah satu penyebab  penyakit bagi peternak adalah  yang diakibatkan oleh telur cacing parasit. Telur cacing menyerang jaringan lambung ternak sapi dan cacing dapat juga tumbuh pada jaringan lain misalnya paru-paru, hati, otak dan limpa. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk menegetahui berbagai macam jenis-jenis telur cacing parasit, tingkat serangan telur cacing parasit, tingkat prevalensi, tingkat intensitas parasit pada feses sapi di Desa Klambir V Kecamatan Hamparan Perak kabupaten Deli Serdang Provinsi Sumatera Utara. Sampel feses sapi yang digunakan berjumlah 80 sampel. Pengambilan sampel dilakukan secara acak dan feses yang diambil sebanyak ± 10 gram setiap ekor sapi. Metode identifikasi dengan menggunakan metode sedimentasi dan Mc Master. Menghitung analisis data menggunakan rumus prevalensi dan intensitas serangan parasit. Hasil penelitian jenis telur cacing yang ditemukan Haemonchus contortus, Echinostoma sp., Paramphistomum sp. Fasciola sp. Tingkat serangan parasit telur cacing  yang paling tinggi dilihat pada telur cacing parasit Paramphistomum sp. sebanyak 1.207 butir/gram memiliki kategori ringan. Tingkat prevalensi pada pola ekstensif Haemonchus contortus 30%, Echinostoma sp. 15%, Paramphistomum sp. 100%, Fasciola sp. 100% sedangkan pada pola Pemeliharaan intensif yaitu Haemochus contortus 22,5%, Echinostoma sp. 7,5%, Paramphistomum sp. 100% dan Fasciola sp. 100%. Tingkat intensitas serangan telur cacing tertinggi terdapat pada Paramphistomum sp. yaitu sebesar 30,17 kategori sedang, sedangkan nilai terendah telur cacing Echinostoma sp. yaitu 1,3 dengan kategori sedang. Kesimpulannya adalah Sapi yang dipelihara secara pola ekstensif memiliki resiko serangan parasit yang lebih tinggi dibandingkan secara pola intensif. Kata kunci : Sapi, Feses, Telur cacing parasit
Pengaruh Pemberian Ekstrak Etanol Daun Benalu Kopi (Scurrula ferruginea (Roxb. Ex Jack) Danser) terhadap Profil Darah Tikus Putih Jantan (Rattus norvegicus L.) yang Diinduksi Aloksan Maisaroh Harahap; Husnarika Febriani; Syukriah Syukriah
Spizaetus: Jurnal Biologi dan Pendidikan Biologi Vol 5 No 3 (2024): Spizaetus: Jurnal Biologi dan Pendidikan Biologi
Publisher : Program Studi Pendidikan Biologi, FKIP, Universitas Nusa Nipa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55241/spibio.v5i3.431

Abstract

Diabetes mellitus (DM) merupakan suatu kondisi di mana ketidakmampuan tubuh mengendalikan kadar glukosa menyebabkan peningkatan kadar glukosa darah Penelitian ini mengamati bagaimana ekstrak etanol daun kopi benalu mempengaruhi profil darah tikus putih jantan yang terpapar aloksan. Dalam penelitian ini, 24 ekor tikus putih jantan dibagi menjadi 6 kelompok perlakuan dengan menggunakan metodologi acak lengkap. Pelet dan minuman standar diberikan kepada kontrol makan normal; aloksan 90 mg/kg BB diberikan pada kontrol negatif; metformin 45 mg diberikan kepada kontrol positif; dan ekstrak daun benalu kopi diberikan dalam dosis bertingkat (P1=200, P2=300, dan P3=400 mg/kg BB) pada kelompok perlakuan 1, 2, dan 3. Sebelum pemberian ekstrak dilakukan observasi pada hari ke-0; setelah 14 hari pemberian ekstrak, kadar glukosa darah diukur pada hari ke 7 dan 14. Pada hari ke 15 dilakukan pemeriksaan sampel darah. Penelitian ini melalui beberapa tahapan, antara lain skrining fitokimia dan identifikasi tanaman. ANOVA satu arah digunakan untuk analisis data, kemudian dilakukan uji Duncan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pada tikus putih yang diberi aloksan, ekstrak etanol daun benalu kopi meningkatkan jumlah eritrosit dan hemoglobin secara signifikan, serta menurunkan jumlah leukosit dan trombosit secara signifikan (p=0,000). Dosis 300 mg/kg BB merupakan jumlah ekstrak etanol daun benalu kopi yang aman dan ideal untuk meningkatkan profil. Manfaat Penelitian adalah Menambah ilmu pengetahuan di bidang kesehatan, yang dapat memberikan informasi tentang khasiat/manfaat dari tanaman etanol dan biji kopi (Scurrulla ferruginea (Roxb.ex Jack) Danser) yang berhubungan dengan kesehatan yaitu eritrosit, hemoglobin, leukosit dan trombosit. Penelitian ini diharapkan dapat memberikan informasi ilmiah mengenai potensi penggunaan ekstrak etanol biji kopi (Scurrulla ferruginela (Roxb. ex Jack) Danser) sebagai obat anti-diabetes, serta menjadi dasar untuk penelitian lebih lanjut.