Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Pelatihan Skrining Penyakit Tidak Menular dan Pencegahannya Bagi Kader Kesehatan Tri Wulandari Kesetyaningsih; Suryanto; Yoni Astuti
KAIBON ABHINAYA : JURNAL PENGABDIAN MASYARAKAT Vol. 4 No. 1 (2022)
Publisher : Universitas Serang Raya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30656/ka.v4i1.3205

Abstract

Non-communicable disease (NCD) screening training aims to provide skills in determining a person's health condition based on body mass index (BMI) and simple blood tests. Health cadres who have been equipped with the skills to determine BMI and simple blood tests can then detect NCD in the community independently. Nutrition training aims to provide skills in calculating nutritional adequacy from a daily menu. Educational videos on simple blood tests were made to replace hands-on training due to limitations of the covid19 protocol. Before and after training, pre and posttest were carried out. The training was attended by 15 health cadres in Gamping Kidul Village, Ambarketawang, Gamping, Sleman, Yogyakarta. The average score before training was 67.14, increasing to 73.57 thereafter. Paired T-test analysis showed no significant difference in pre and posttest scores (p = 0.076). After receiving the training, it is hoped that health cadres can carry out screening independently around their respective homes, so that early detection of NCD in the community can take place, then prevention can be carried out so that it does not become a fatal complication. It was concluded that the training could improve health cadres' understanding of PTM screening, prevention and calculating a balanced nutritious diet but not significant.
PERBEDAAN KADAR KALIUM PADA KANTONG DARAH SEGAR DENGAN KANTONG DARAH SIMPAN LEBIH 6 HARI DAN HASIL KUALITAS MUTU DARAH SIMPAN DI BDRS PKU MUHAMMADIYAH GAMPING Suryanto
JHN: Journal of Health and Nursing Vol. 3 No. 1 (2025): JHN: Journal of Health and Nursing, May 2025
Publisher : ASIAN PUBLISHER

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58738/jhn.v3i1.712

Abstract

Transfusi darah salah satunya memindahkan komponen darah yang mengandung glukosa, laktat dan kalium. Selama penyimpanan sel darah mengalami perubahan metabolik seperti penurunan pH darah, hemolisis dan peningkatan kadar kalium. Salah satu komplikasi transfusi yang harus dihindari adalah adanya hiperkalemia akibat pelepasan kalium. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui perbedaan kadar kalium darah simpan dan hasil QC PRC selama penyimpanan 11 hari. Jenis penelitian adalah observasional analitik dengan pendekatan cross sectional. Uji analisis dilakukan uji perbedaan t-Test. Selain itu dilakukan juga kontrol kualitas darah/ quality control (QC) PRC untuk darah simpan sesuai standar. Penelitian ini menggunakan 40 sampel kantong darah segar yang didapat dari UTD PMI Kota Yogyakarta. Hasil rerata kadar kalium pada kantong darah segar adalah 4,373 ± 0,417 mmol/L (3,70-5,50) dan rerata kadar kalium pada kantong darah simpan 6 hari adalah 8,290 ± 0,275 mmol/L (7,80-8,90). Terdapat perbedaan bermakna kadar kalium antara kantong darah segar dan kantong darah simpan 6 hari (p= 0,000). Hasil QC PRC secara menyeluruh adalah 50% dimana menandakan perlunya perbaikan dalam hal proses pemisahan komponen darah.