Claim Missing Document
Check
Articles

Found 5 Documents
Search

MEDIA INFORMATION TECHNOLOGY DALAM PEMBELAJARAN PAI DI SMP NEGERI 1 KARANGKOBAR BANJARNEGARA Ahmad Pramudianto; Zaenal Sukawi; Ahsin - Wijaya
Ta'dib (Jurnal Ilmiah Pendidikan dan Peradaban Islam) Vol 1 No 2 (2019): Ta'dib (Jurnal Ilmiah Pendidikan dan Peradaban Islam)
Publisher : Pendidikan Agama Islam (S2), UNSIQ Wonosobo, Jawa Tengah

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32699/ta'dib.v1i2.2181

Abstract

In the digital era like today, information technology is developing very rapidly. In the field of education, information technology can be applied in learning to improve the quality and results of student learning. Therefore, on this occasion the author intends to present a study of the implementation of the Information Technology (IT) media in PAI learning at Karangkobar 1 Public Middle School Banjarnegara. The purpose of this paper is: 1) To describe the planning carried out by the teacher in the implementation of IT media in PAI learning in Karangkobar Banjarnegara 1 Junior High School 2018/2019. 2) To find out the implementation of IT media in PAI learning in Karangkobar Banjarnegara 1 Junior High School 2018/2019. 3) To find out the implications of the implementation of IT media in PAI learning on teachers and students in Karangkobar Banjarnegara 1 Junior High School 2018/2019. This writing uses a qualitative approach with a case study design. Data collection is done by interview, observation and documentation techniques. While data analysis techniques, the author uses data reduction, data presentation and verification. Writing informants are: PAI teachers, ICT teachers, head of the lab. computers, students, head of the sarpras, curriculum curriculum, and principals. The writing results show that: 1) PAI learning planning in Karangkobar Middle School 1 can be mapped into two administrative planning and technical planning. Administrative planning includes planning learning devices such as prota, promissory notes, syllabus and lesson plans. The RPP includes SK, KD, formulation of learning objectives, formulation of indicators of achievement, approaches, methods, strategies, media and evaluation tools. While technical planning means that the teacher prepares technical devices used in supporting the smooth learning such as computers, laptops, LCDs, DVDs and other devices. 2) Implementation of PAI learning using IT media in Karangkobar 1 Public Middle School through: a. Internet. b. Computer program. c. DVDs and the like. 3) Implications of PAI learning using IT media in Karangkobar 1 Public Middle School Banjarnegara including: a. Implications for teachers include; the teacher is better prepared, the teacher easily presents the subject matter, makes the teacher creative and innovative. b. Implications for students include: students learn faster, encourage and motivate, easily understand the subject matter.
PELATIHAN PENELITIAN TINDAKAN (PTK) BAGI GURU MTS DI KABUPATEN WONOSOBO Sri Haryanto; Zaenal Sukawi; Ngarifin, Ngarifin
JURNAL PENGABDIAN MANDIRI Vol. 2 No. 11: Nopember 2023
Publisher : Bajang Institute

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Guru Pendidikan Agama Islam harus memiliki kompetensi pedagogik, kepribadian, sosial, profesional, dan kepemimpinan. Tujuan pelaksanaan pengabdian ini adalah dalam rangka meningkatkan pemahaman dan kemampuan Guru dalam menjalankan profesinya sebagai pendidik. Program Pengabdian Masyarakat Pelatihan Penelitian Tindakan Kelas Bagi Guru MTs di Kabupaten Wonosobo UNSIQ Jawa Tengah diformat dalam bentuk pembekalan dan pelatihan yang melibatkan para peserta dan narasumber serta fasilitator secara bersama-sama. Selama pelaksanaan Pelatihan, para peserta mendapatkan penguatan materi dan pengetahuan yang terkait dengan fokus yang dipilih. Secara umum, pelaksanaan Pelatihan ini mengkombinasikan berbagai metode dan teknik, seperti; ceramah, tanya jawab, brainstorming, diskusi, dinamika kelompok, jigsaw, snowballing dan teknik lain yang relevan. Hasil kegiatan pengabdian ini adalah Kegiatan Diklat, Pendampingan dan Laporan Hasil Penelitian telah tercapai 100%.
ANALISIS PESAN KOMUNIKASI INTERPERSONAL DALAM LIRIK LAGU "BERTAUT" KARYA NADIN AMIZAHAMPUL Amadila Enggal Nurina Zahro; Zaenal Sukawi
ARIMA : Jurnal Sosial Dan Humaniora Vol. 3 No. 3 (2026): In Press
Publisher : Publikasi Inspirasi Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62017/arima.v3i3.6703

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pesan komunikasi interpersonal yang terkandung dalam lirik lagu “Bertaut” karya Nadin Amizah. Lagu ini merepresentasikan relasi emosional yang mendalam antara anak dan ibu, sehingga relevan dikaji dalam perspektif komunikasi interpersonal. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode analisis teks dan pendekatan semiotik untuk menafsirkan makna denotatif dan konotatif dalam setiap bait lirik. Kerangka analisis didasarkan pada teori komunikasi interpersonal Joseph A. DeVito yang meliputi aspek keterbukaan, empati, dukungan, sikap positif, dan kesetaraan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa lirik lagu “Bertaut” secara konsisten merepresentasikan keterbukaan emosional anak kepada ibu melalui pengungkapan perasaan, kebingungan, dan pengalaman hidup secara jujur. Aspek empati dan dukungan tampak dari penggambaran ibu sebagai figur yang hadir tanpa syarat, baik dalam kondisi kegagalan maupun keberhasilan anak. Selain itu, sikap positif tercermin melalui ungkapan rasa syukur dan pengakuan anak terhadap peran ibu sebagai sumber kekuatan dan kehidupan. Sementara itu, aspek kesetaraan terlihat dari pengakuan adanya kesamaan karakter antara anak dan ibu yang menunjukkan hubungan emosional yang saling memahami dan menghargai. Penelitian ini menyimpulkan bahwa lagu “Bertaut” tidak hanya berfungsi sebagai karya seni musikal, tetapi juga sebagai media komunikasi interpersonal yang efektif dalam menyampaikan pesan emosional, memperkuat ikatan batin, dan merepresentasikan hubungan keluarga yang hangat, terbuka, dan bermakna. Temuan ini diharapkan dapat memperkaya kajian komunikasi interpersonal, khususnya dalam analisis pesan komunikasi melalui media musik.
STRATEGI KOMUNIKASI DIGITAL AKUN INSTAGRAM @WONOSOBOZONE DALAM MENYAMPAIKAN INFORMASI WISATA DAERAH KEPADA KALANGAN GENERASI Z Ratri, Kartika; Zaenal Sukawi
ARIMA : Jurnal Sosial Dan Humaniora Vol. 3 No. 3 (2026): In Press
Publisher : Publikasi Inspirasi Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62017/arima.v3i3.6706

Abstract

Perkembangan teknologi digital telah mengubah cara masyarakat mengakses dan menerima informasi, khususnya Generasi Z yang sangat dekat dengan media sosial. Instagram menjadi salah satu media yang efektif dalam penyampaian informasi wisata daerah karena mengedepankan konten visual dan komunikasi yang cepat. Akun Instagram WonosoboZone berperan sebagai media informasi lokal yang aktif menyajikan konten wisata Kabupaten Wonosobo kepada audiens muda. Permasalahan dalam penelitian ini adalah bagaimana strategi komunikasi digital yang diterapkan oleh akun Instagram WonosoboZone dalam menyampaikan informasi wisata kepada Generasi Z, bagaimana bentuk feedback yang diberikan audiens, serta apa saja kendala yang dihadapi dalam komunikasi satu arah dengan keterbatasan interaksi. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan studi kasus. Teknik pengumpulan data dilakukan melalui wawancara mendalam dengan pengelola akun Instagram WonosoboZone dan audiens dari kalangan Generasi Z, observasi terhadap aktivitas konten dan interaksi akun, serta dokumentasi unggahan Instagram. Analisis data dilakukan melalui tahapan reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan, dengan uji keabsahan data menggunakan triangulasi sumber dan teknik. Hasil penelitian menunjukkan bahwa strategi komunikasi digital akun Instagram WonosoboZone menekankan pada penggunaan konten visual yang menarik, gaya bahasa yang santai dan mudah dipahami, serta narasi yang bersifat humanis dan dekat dengan pengalaman Generasi Z. Meskipun komunikasi yang dilakukan cenderung satu arah, akun ini tetap memperoleh feedback berupa likes, komentar singkat, reaksi instastory, dan repost konten. Kendala utama yang dihadapi meliputi keterbatasan interaksi dua arah dan pengelolaan keterlibatan audiens secara konsisten. Penelitian ini menyimpulkan bahwa pendekatan komunikasi digital yang humanis mampu membuat penyampaian informasi wisata tetap efektif dan relevan bagi Generasi Z.
ANALISIS STRATEGI VISUAL DAN NARATIF TASYA FARASYA DALAM MENGEDUKASI SKINCARE PADA REMAJA DI MEDIA SOSIAL Masruroh, Zahri; Zaenal Sukawi
ARIMA : Jurnal Sosial Dan Humaniora Vol. 3 No. 3 (2026): In Press
Publisher : Publikasi Inspirasi Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62017/arima.v3i3.6725

Abstract

Zahri Masruroh (2022050012). ANALISIS STRATEGI VISUAL DAN NARATIF TASYA FARASYA DALAM MENGEDUKASI SKINCARE PADA REMAJA DI MEDIA SOSIAL. Skripsi. Wonosobo: Program Studi Komunikasi dan Sosial Politik, Universitas Sains Al-Qur’an (UNSIQ) Jawa Tengah, 2025. Penelitian skripsi ini tentang analisis visual dan naratif terhadap konten review skincare yang dilakukan Tasya Farasya, penelitian ini dilakukan seiring dengan berkembangnya industri skincare dan banyak sekali promosi skincare yang tidak sesuai dengan hasil setelah pemakaian, tujuan penelitian ini untuk mengetahui bahwa strategi visual dan naratif memiliki peran penting didalam dakwah, penelitian ini menggunakan metode kualitatif deskriptif dengan data yang dikumpulkan melalui konten Skincare Routine AM to PM Tasya Farasya di instagram. Hasil penelitian menunjukka bahwa  konten Tasya selain mengedukasi melalui video juga terdapat tindakan nyata pemakaian produk yang direview, Dengan gaya komunikasi Tasya yang sangat relatable dengan keadaan kulit para remaja masa kini membuat penonton jadi terpengaruhi sesuai apa yang dikatakan oleh Tasya Farasya. Dengan review skincare yang jujur Tasya secara tidak langsung sedang berdakwah dengan dakwah bil hal dan mengajak penonton untuk menjaga dan merawat diri (hifz al-nafs).