Claim Missing Document
Check
Articles

Found 4 Documents
Search

ANALISIS KESALAHAN SISWA KELAS XII MIPA 1 SMA NEGERI 1 MALUKU TENGAH DALAM MENYELESAIKAN SOAL LIMIT FUNGSI TRIGONOMETRI DAN UPAYA REMEDIASI SHAFRIATY KEPA; HARTATI RAMLI
PARADIGMA: Jurnal Ilmu Pendidikan dan Humaniora Vol 7 No 1 (2021): PARADIGMA (Jurnal Ilmu Pendidikan dan Humaniora)
Publisher : PARADIGMA: Jurnal Ilmu Pendidikan dan Humaniora

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (579.469 KB)

Abstract

Penelitian ini merupakan jenis penelitian deskriptif kualitatif yang bertujuan untuk: (1) Mendeskripsikan jenis kesalahan yang dilakukan siswa kelas XII MIPA 1 SMA Negeri 1 Maluku Tengah dalam menyelesaikan soal limit fungsi trigonometri, (2) Mengetahui faktor-faktor yang menyebabkan siswa melakukan kesalahan tersebut, dan (3) Mengetahui bagaimana pengaruh remedial dalam mengatasi kesalahan tersebut. Subjek penelitian ini adalah siswa kelas XII MIPA 1 SMA Negeri 1 Maluku Tengahyang berjumlah 4 siswa.Berdasarkan hasil analisis data dan hasil penelitian dapat disimpulkan sebagai berikut: (1) Kesalahan siswa dalam menyelesaikan soal limit fungsi trigonometri adalah kesalahan menggunakan definisi atau teorema dan penyelesaian yang tidak diperiksa kembali. (2) Faktor-faktor yang menyebabkan siswa salah dalam mengerjakan soal limit fungsi trigonometri adalah Siswa belum menguasai materi prasyarat yang memegang peranan penting dalam proses memahami konsep limit fungsi trigonometri, siswa tidak menghafal rumus dasar trigonometri sehingga merasa sulit dalam pengerjaan soal, siswa kurang memahami konsep dasar limit fungsi trigonometri, siswa bingung saat menentukan bagian soal mana yang harus diubah terlebih dahulu atau siswa bingung saat menjabarkan soal, siswa tidak tahu langkah yang harus digunakan dalam menyelesaikan masalah matematika, waktu yang digunakan guru dalam pengajaran di kelas terlalu sedikit sehingga siswa kurang latihan soal-soal pada saat proses belajar di kelas. (3) Setelah dilakukan perbandingan hasil tes diagnostik dan tes remedial siswa, dapat diketahui adanya peningkatan hasil belajar siswa pada pokok bahasan limit fungsi trigonometri.
MENINGKATKAN PEMAHAMAN KONSEP DAN SELF EFFICACYSISWA PADA MATERI FUNGSI EKSPONENSIAL MELALUI STRATEGI REACT: Studi Kuasi Eksperimen Pada Siswa Sma Kelas X Di Kecamatan Banda HARTATI RAMLI; SHAFRIATY KEPA
PARADIGMA: Jurnal Ilmu Pendidikan dan Humaniora Vol 7 No 1 (2021): PARADIGMA (Jurnal Ilmu Pendidikan dan Humaniora)
Publisher : PARADIGMA: Jurnal Ilmu Pendidikan dan Humaniora

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (396.62 KB)

Abstract

Penelitian ini mengkaji secara komprehensif mengenai peningkatan pemahaman konsep dan self efficacy siswa SMA pada materi fungsi eksponensial melalui strategi REACT. Penelitian ini merupakan penelitian kuasi eksperimen yang berbentuk The Non equivalent Control Group Design. Populasi dalam penelitian ini adalah siswa SMA Kelas X diKecamatan Banda tahun ajaran 2020/2021. Berdasarkan analisis data penelitian diperoleh hasil bahwa: (1) Terdapat peningkatan pemahaman konsep pada kelas eksperimen yang diajarkan dengan strategi REACT dengan indeks n-gain 0,82 (sangat tinggi). rata-rata nilai akhir pemahaman konsep 87,91 termasuk dalam kualifikasi sangat baik. Selain itu, terdapat peningkatan self efficacy dari sedang ke sangat tinggi pada kelas eksperimen setelah dilakukan pembelajaran dengan strategi REACT. Rata-rata skor self efficacy siswa meningkat dari 60,59 menjadi 91,25; (2) Terdapat peningkatan pemahaman konsep pada kelas control yang diajarkan pembelajaran konvensional dengan indeks gain 0,37 (sedang). Rata-rata nilai akhir pemahaman konsep 60,25 termasuk dalam kualifikasi cukup.untuk kelas kontrol, tidak terjadi peningkatan self efficacy dan tetap berada pada tingkatan sedang, dengan rata-rata skor 62,87 menjadi 61,98. (3). Terdapat perbedaan peningkatan pemahaman konsep dan self efficacy antara kelas eksperimen dengan kelas control secara signifikan, dibuktikan dengan hasil uji-t.
ANALISIS PEMAHAMAN KONSEP PERBANDINGAN TRIGONOMETRI DITINJAU DARI GAYA BELAJAR SISWA SMA NEGERI 1 BANDA NEIRA HARTATI RAMLI
PARADIGMA: Jurnal Ilmu Pendidikan dan Humaniora Vol 6 No 1 (2020): PARADIGMA : Jurnal Ilmu Pendidikan dan Humaniora
Publisher : PARADIGMA: Jurnal Ilmu Pendidikan dan Humaniora

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (448.104 KB)

Abstract

Pembelajaran hendaknya mengedepankan keaktifan siswa dalam memperoleh pengetahuan dengan berbagai cara sehingga pengetahuan yang diperoleh bermakna bagi dirinya. Pengetahuan yang diperoleh bersumber dari pengalaman yang ditemukannya sendiri dan menempatkan dirinya sebagai subjek belajar. Pembelajaran dengan konsep ini disebut dengan pembelajaran penemuan (Discovery Learning). Pembelajaran discovery learning menuntut adanya kemampuan siswa dalam menerapkan metode ilmiah dengan keaktifan tinggi dalam menemukan pengetahuan yang bermakna bagi dirinya. Model pembelajaran ini memfasilitasi siswa untuk berfikir kritis, bertindak kreatif, dan produktif, serta terampil dalam berkolaborasi. Implementasinya menuntut siswa untuk belajar menemukan, memecahkan masalah dan menarik kesimpulan sendiri. Langkah- langkah ilmiah ditempuh agar tidak terjadi kekeliruan dalam pengolahan informasi, sehingga pengetahuan baru yang diperoleh adalah pengetahuan yang benar, serta melatih siswa untuk terbiasa mengemukakan berbagai hal berdasarkan bukti-bukti yang akurat. Discovery learning menimbulkan keingintahuan dan motivasi siswa untuk terus melanjutkan tugas mereka hingga menemukan jawaban dari permasalahan. Selain itu, discovery learning juga membiasakan siswa untuk terampil dalam menyelesaikan masalah secara mandiri dan reflektif. Mandiri yang dimaksud adalah tidak bergantung pada apa yang disampaikan oleh guru, tetapi siswa dapat mengkonstruksi sendiri pengetahuannya melalui aktifitas penemuan dan diskusi. Dalam pembelajaran siswa aktif mencari tahu dan tidak lagi diberi tahu. Selain itu, discovery learning merupakan salah satu model pembelajaran yang direkomendasikan dalam kurikulum 2013.
MODEL DISCOVERY LEARNING DALAM PEMBELAJARAN MATEMATIKA HARTATI RAMLI
PARADIGMA: Jurnal Ilmu Pendidikan dan Humaniora Vol 6 No 1 (2020): PARADIGMA : Jurnal Ilmu Pendidikan dan Humaniora
Publisher : PARADIGMA: Jurnal Ilmu Pendidikan dan Humaniora

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (448.104 KB)

Abstract

Pembelajaran hendaknya mengedepankan keaktifan siswa dalam memperoleh pengetahuan dengan berbagai cara sehingga pengetahuan yang diperoleh bermakna bagi dirinya. Pengetahuan yang diperoleh bersumber dari pengalaman yang ditemukannya sendiri dan menempatkan dirinya sebagai subjek belajar. Pembelajaran dengan konsep ini disebut dengan pembelajaran penemuan (Discovery Learning). Pembelajaran discovery learning menuntut adanya kemampuan siswa dalam menerapkan metode ilmiah dengan keaktifan tinggi dalam menemukan pengetahuan yang bermakna bagi dirinya. Model pembelajaran ini memfasilitasi siswa untuk berfikir kritis, bertindak kreatif, dan produktif, serta terampil dalam berkolaborasi. Implementasinya menuntut siswa untuk belajar menemukan, memecahkan masalah dan menarik kesimpulan sendiri. Langkah- langkah ilmiah ditempuh agar tidak terjadi kekeliruan dalam pengolahan informasi, sehingga pengetahuan baru yang diperoleh adalah pengetahuan yang benar, serta melatih siswa untuk terbiasa mengemukakan berbagai hal berdasarkan bukti-bukti yang akurat. Discovery learning menimbulkan keingintahuan dan motivasi siswa untuk terus melanjutkan tugas mereka hingga menemukan jawaban dari permasalahan. Selain itu, discovery learning juga membiasakan siswa untuk terampil dalam menyelesaikan masalah secara mandiri dan reflektif. Mandiri yang dimaksud adalah tidak bergantung pada apa yang disampaikan oleh guru, tetapi siswa dapat mengkonstruksi sendiri pengetahuannya melalui aktifitas penemuan dan diskusi. Dalam pembelajaran siswa aktif mencari tahu dan tidak lagi diberi tahu. Selain itu, discovery learning merupakan salah satu model pembelajaran yang direkomendasikan dalam kurikulum 2013.