Claim Missing Document
Check
Articles

Found 4 Documents
Search

Faktor - Faktor tidak diberikannya ASI Secara Eksklusif Pada bayi 0 - 6 Bulan di Puskesmas Sukorame Lamongan Sarmini Moedjiarto
Hospital Majapahit (JURNAL ILMIAH KESEHATAN POLITEKNIK KESEHATAN MAJAPAHIT MOJOKERTO) Vol 1 No 1 (2009)
Publisher : LPPM Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Majapahit Mojokerto

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (619.685 KB)

Abstract

Pemberian ASI dengan tambahan cairan lain serta tambahan bahan makanan padat sampai bayi berusia 6 bulan merupakan pemberian ASI Eksklusif. Pemberian ASI yang tidak eksklusif dipengaruhi banyak factor. Dalam penelitian ini peneliti meneliti factor ibu bekerja, factor promosi susu formula, factor psikologis dan factor keyakinan ASI tidak cukup. Penelitian ini bertujuan memberikan gambaran seberapa besar factor – factor tersebut berpengaruh terhadap tidak diberikannya ASI eksklusif di puskesmas Sukorame Lamongan
Karakteristik Ibu Yang Berhubungan Dengan Perdarahan Post Partum Di RB Medika Utama Wonokupang Balongbendo Sidoarjo Tahun 2009 Sarmini Moedjiarto
Hospital Majapahit (JURNAL ILMIAH KESEHATAN POLITEKNIK KESEHATAN MAJAPAHIT MOJOKERTO) Vol 3 No 1 (2011): Hospital Majapahit
Publisher : LPPM Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Majapahit Mojokerto

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (249.864 KB) | DOI: 10.55316/hm.v3i1.38

Abstract

Perdarahan post partum merupakan salah satu komplikasi persalinan yang dapat di pengaruhi oleh berbagai penyebab. Salah satu penyebab terjadinya perdarahan post partum yaitu jarak persalinan. Jarak persalinan yang terlalu dekat maupun terlalu jauh dapat beresiko terjadi perdarahan post partum. Permasalahan yang dikaji dalam penelitian ini adalah adakah hubungan jarak persalinan dengan perdarahan post partum. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui hubungan jarak persalinan dengan perdarahan post partum. Jenis penelitian yang di gunakan adalah analitik dengan rancang bangun cross sectional. Variabel independenya jarak persalinan dan varibel dependenya adalah perdarahan post partum. Populasinya adalah semua ibu bersalin di RB Medika Utama Wonokupang kecamatan Balongbendo Kabupaten Sidoarjo pada 1 Januari–31 Desember 2009 sebanyak 386 ibu bersalin. Jumlah sampel sebanyak 386 ibu bersalin dengan pengambilan sampel non probability sampling dengan teknik total sampling di mulai tanggal 22 Mei – 22 Juni 2010. Jenis pengumpulan data berupa data sekunder melalui observasi dengan instrumen ckeck list. Uji statistik yang di gunakan adalah exact fisher. Hasil penelitian di peroleh bahwa dari semua ibu bersalin yang memiliki jarak persalinan kurang dari 2 tahun adalah sebanyak 42 responden (10,8%) dan yang memiliki jarak persalinan ≥2 tahun sebanyak 344 responden ( 89,2%). Dan ibu bersalin yang mengalami perdarahan post partum sebanyak 33 responden (8,6%) dan yang tidak perdarahan post partum sebanyak 353 responden ( 91,4%).42 responden yang memiliki jarak persalinan kurang dari 2 tahun yang mengalami perdarahan post partum sebanyak 12 responden ( 3,1%) dan yang tidak mengalami perdarahan post partum sebanyak 30 responden ( 7,7%) Uji statistik yang di lakukan adalah uji statistik exact fisher dengan hasil p= 0,000. Hasil nilai uji Fisher exact 0,000<p<0,05 maka Ho ditolak, H1 diterima artinya ada hubungan yang bermakna antara variabel independen (jarak persalinan) dan variabel dependen ( perdarahan post partum). Kesimpulan dari penelitian ini adalah bahwa jarak persalinan merupakan salah satu penyebab predisposisi terjadinya perdarahan post partum. Perlu adanya penanganan obstetrik yang efisian dalam pemantauan kehamilan agar komplikasi persalinan terhadap perdarahan post partum bisa di cegah.
Pemberian Makanan Tambahan Terhadap Kehadiran Balita Di Posyandu Desa Kamal Kecamatan Arjasa Kabupaten Jember Badriyah; Sarmini Moedjiarto
Hospital Majapahit (JURNAL ILMIAH KESEHATAN POLITEKNIK KESEHATAN MAJAPAHIT MOJOKERTO) Vol 4 No 1 (2012): Hospital Majapahit
Publisher : LPPM Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Majapahit Mojokerto

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (505.823 KB)

Abstract

Malnutrition on the Indonesian infant was the main problem to get optimally healthy for infant. There were some programs to infant which made by government to rehabilitate nutrition status of infant. one of them was posyandu (integrated service post). The action of posyandu is done by cadre. The data told about presenting infant in Posyandu haven’t yet fulfilled the best target; they had problem that need the best way to solve it. The aim of this study is to determine effect of additional feeding in presenting infant at Posyandu. This was observational study by analytical method. The writer used secondary data that consist of visiting posyandu and additional feeding infant that observed by checklist. There was 80 respondents. The result showed that there was 6o infants (80%) from 80 infants are given by PMT (additional feeding), and 48 infants (80%) come to posyandu, then 12 infants (12%) didn’t come to posyandu. The result of Chi square is known by chi square count > chi square table (6,77>3,841). The analysis of chi square showed that additional feeding by self- financing could affected presenting infants in posyandu. Additional feeding self-financing is proven to support presenting infant in posyandu. The hoped from communities by awareness self in presenting infant in posyandu is daily activities to need be done therefore without additional feeding, so that Indonesian infant gets the health services optimally.
Studi Perbandingan Perkembangan Anak Usia Prasekolah pada Ibu Bekerja dan Tidak Bekerja di TK Tunas Harapan Jetis Mojokerto Sarmini Moedjiarto
MEDICA MAJAPAHIT Vol 1 No 1 (2009): Medica Majapahit
Publisher : Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Majapahit Mojokerto

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini dilaksanakan untuk mengetahui perbandingan perkembangan anak usia prasekolah (4-6 tahun) pada ibu bekerja dan tidak bekerja yang menggunakan rancangan probability sampling, dengan menggunakan observasi langsung pada anak dan dilakukan wawancara pada ibu. Subjek ditarik dari populasi dengan cara simple random sampling dengan besar sample 38 responden. Hasil penelitian menunjukkan dari 12 anak yang ibunya bekerja 2 anak perkembangannya normal, 2 anak abnormal, 1 anak tidak dapat dites dan 7 anak meragukan. Sedangkan pada ibu tidak bekerja dari 26 anak, 23 anak perkembangannya normal, dan 3 anak meragukan. Sehingga hasil penelitian dapat disimpulkan bahwa anak yang diasuh oleh ibu bekerja dan tidak bekerja berbeda dalam perkembangannya. Diharapkan agar ibu lebih memperhatikan perkembangan anaknya, meskipun ibu harus bekerja.