Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search
Journal : Seminar Nasional Informatika (SEMNASIF)

ANALISA PENERAPAN TOGAF DAN COBIT DALAM TATA KELOLA TEKNOLOGI INFORMASI SEBAGAI USULAN PADA KEMENTERIAN ENERGI DAN SUMBER DAYA MINERAL Ade Supriatna
Seminar Nasional Informatika (SEMNASIF) Vol 1, No 5 (2010): Information System And Application
Publisher : Jurusan Teknik Informatika

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Perencanaan penerapan Teknologi Informasi (Information Technology/IT) pada tataran tingkat Pemerintahan Pusat perlu penataan yang akurat. Saat ini kehadiran teknologi informasi perlu dipertimbangkan untuk menjadi bagian strategis dalam lingkup Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM). Dukungan teknologi ini penting demi keberlangsungan pengelolaan yang maksimal dari seluruh sumber energi dan mineral yang dibebankan pada kementerian ESDM. Oleh karena itu Tatakelola Teknologi Informasi (IT Governance) yang menyeluruh mulai dari tahapan perancangan hingga kontrol adalah suatu kajian yang sangat dibutuhkan. Pengelolaan energi dan sumber daya mineral, khususnya Minyak Bumi dan Gas Alam (MIGAS) apabila dilakukan oleh pelaksana pihak swasta seyogyanya dilakukan melalui mekanisme yang transparan dan amanah. Karena pengelolaan sumber-sumber alam tersebut sudah seharusnya memperkecil dampak negatif terhadap lingkungan. Mekanisme pemilihan peserta tender dapat dilakukan dengan melibatkan teknologi informasi, sehingga dapat meminimalisir kecurangan-kecurangan yang mungkin terjadi. Penelitian ini merupakan usulan dalam tatakelola teknologi informasi untuk Kementrian ESDM sebagai landasan dalam penyelenggaraan tender berbasis elektronik yang transparan. Pendekatan model Tatakelola IT menggunakan Framework TOGAF dan COBIT. Cakupan pembahasan TOGAF meliputi, arsitektur data, arsitektur aplikasi, arsitektur teknologi, arsitektur bisnis. COBIT memiliki domain utama yakni perencanaan & organisasi, akuisisi & implementasi, dukungan & layanan IT, serta Kontrol.
PEMBUATAN CETAK BIRU (BLUE PRINT) PENOMORAN PENDUDUK NASIONAL SECARA ELEKTRONIK (E-NATIONAL IDENTITY CARD) DALAM RANGKA AKURASI DATA UNTUK KEPERLUAN DAFTAR PEMILIH TETAP PADA PEMILU DI INDONESIA TAHUN 2014 Ade Supriatna
Seminar Nasional Informatika (SEMNASIF) Vol 1, No 6 (2009): E-Democracy
Publisher : Jurusan Teknik Informatika

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pada pemilihan calon legislatif tahun 2009 ternyata banyak warga Negara Indonesia yang kecewa karena tidak terdaftar sebagai pemilih tetap (tidak bisa menyalurkan hak suaranya). Hal ini bisa terjadi karena berbagai macam penyebabnya, diantaranya masalah pemutakhiran data yang tidak maksimal, atau bisa karena perubahan domisili warga, adanya identitas penduduk ganda dan lain sebagainya. Identitas penduduk (Identity card) merupakan hak setiap warga negara dan bisa berlaku secara nasional. Berkaitan dengan hal tersebut seyogyanya permasalahan-permasahalan seputar pemutakhiran data kependudukan perlu dibenahi dengan tepat dan cermat. Data kependudukan yang mutakhir sangat diperlukan sebagai komponen utama dalam penyelenggaraan demokrasi di Indonesia yang lebih baik. Adaptasi terhadap perkembangan Teknologi Informasi dan Komunikasi (TIK) menjadi hal yang penting untuk terciptanya perubahan ke arah yang lebih baik dari proses bisnis (business process improvement) pemerintahan. Akan tetapi penerapan di lapangan tentunya mempertimbangkan aspek kesiapan dari berbagai sumber daya. Departemen Dalam Negeri dalam hal ini yang bertanggung jawab dalam pengelolaan data kependudukan perlu mempersiapkan sedini mungkin untuk pemutakhiran data yang lebih efisien, efektif, akurat dan menyeluruh. Dengan pemanfaatan sarana teknologi informasi untuk menuju proses bisnis berbasis elektronik insyaAlloh bisa dilakukan. Pembuatan Cetak Biru ini menggunakan metodologi Enterprise Architecture Planning (EAP). Metodologi tersebut melingkupi pembahasan tentang arsitektur data, arsitektur aplikasi, arsitektur teknologi. Hasil akhir dari penelitian ini berupa peta jalan (roadmap) dan usulan-usulan aplikasi yang dibutuhkan untuk keperluan pengelolaan data kependudukan secara elektronik.