Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Pengaruh Penambahan Daun Kelor pada Aktivitas Antioksidan, Total Fenolik dan Organoleptik pada Pengembangan Produk Gracilaria Sp. sebagai Alternatif Imun Booster di Masa Pandemi Covid-19 Radella Hervidea; Ai Kustiani
Jurnal Ilmiah Permas: Jurnal Ilmiah STIKES Kendal Vol 12 No 1 (2022): Januari 2022
Publisher : LPPM STIKES KENDAL

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32583/pskm.v12i1.1755

Abstract

Kondisi pandemi Covid-19 menuntut setiap orang untuk mengonsumsi makanan yang bergizi tinggi untuk meningkatan imun agar tidak mudah terkena penyakit. Gracillaria dan Kelor merupakan pangan fungsional yang dapat dikembangkan dan berpotensi sebagai sumber antioksidan. Tujuan penelitian ini adalah menganalisis pengaruh penambahan daun kelor pada aktivitas antioksidan, total fenolik dan hasil uji organoleptik pada pengembangan produk Gracilaria Penelitian ini menggunakan metode eksperimen, dilakukan dengan beberapa tahapan diantaranya pembuatan produk tepung Gracilaria, dan kelor, formulasi dan pembuatan agar, serta analisis kandungan antioksidan, kandungan total fenolik, dan uji organoleptik. Berdasarkan uji analisis kandungan gizi makro dan mikro tepung Gracilaria didapakan hasil kandungan kadar air 15,54%, abu 3,78%, protein 7,32%, lemak 0,40% dan karbohidrat 65,54% kandungan antioksidan 114,70µG/mL dan total fenolik 6,82MgGAE/g. Sedangkan pada tepung daun kelor didapatkan hasil kadar air 8,87% abu 10,36%, protein 23.62%, lemak 4,76% dan karbohidrat 44,76% kandungan antioksidan 29,91µG/mL dan total fenolik 32,25MgGAE/g. Berdasarkan hasil penentuan formulasi dan uji organoleptik didapatkan F2 menunjukan hasil terbaik dengan nilai penerimaan keseluruhan yaitu 3,45 kandungan antioksidan 146,33µG/mL dan total fenolik 7,28MgGAE/g ekstrak. Penambahan kelor pada pengembangan produk Gracilaria sp. meningkatkan kandungan antioksidan, kandungan total fenolik dengan nilai p-value 0,05.
Determinants of Behavioral Aspects Related to Blood Sugar Levels of Type II Diabetes Mellitus Patients in the Working Area of the Banjar Baru Health Center, Tulang Bawang Regency Nurul Aziza; Nova Mega Rumana; Radella Hervidea; Dewi Woro Astuti; Adhi Nurhartanto
Journal of Social Research Vol. 4 No. 9 (2025): Journal of Social Research
Publisher : International Journal Labs

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55324/josr.v4i8.2716

Abstract

Diabetes mellitus tipe II is a chronic disease characterized by high blood glucose levels due to insulin resistance or insufficient insulin production. This study aims to determine behavioral determinants related to blood glucose levels in diabetes mellitus tipe II patients. This research used a cross-sectional survey analytic design with 83 diabetes mellitus tipe II patients as respondents in the working area of Banjar Baru Health Center, Tulang Bawang Regency. Data were collected through questionnaires and blood glucose measurements. Data analysis used univariate, bivariate (chi-square), and multivariate (logistic regression) analyses. The results showed that 55.4% of patients had abnormal blood glucose levels (>200 mg/dl). Bivariate analysis revealed significant relationships between knowledge (p=0.005; OR=4.34), attitude (p=0.000; OR=9.717), age (p=0.009; OR=4.545), abdominal obesity (p=0.000; OR=5.143), physical activity (p=0.000; OR=5.903), and dietary patterns (p=0.000; OR=9.72) with blood glucose levels. Multivariate analysis showed that dietary patterns were the most dominant factor (p=0.020; OR=10.946) after controlling for attitude, obesity, and physical activity variables. Diabetes mellitus tipe II patients with irregular dietary patterns have a 10.946 times higher risk of experiencing elevated blood glucose levels compared to those with regular dietary patterns.