This Author published in this journals
All Journal Wahana Teknik
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 5 Documents
Search

ANALISA KEBUTUHAN ANODA KORBAN SENG PADA PLAT BOTTOM KAPAL DI PT. INDONESIA MARINA SHIPYARD Sunarto Sunarto; Deni Septian
Wahana Teknik Vol 4 No 1 (2015): Wahana Teknik
Publisher : Wahana Teknik

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1031.338 KB)

Abstract

Plat bottom kapal adalah daerah yang pertama kali terkena air laut. Pada daerah ini dan bagian bawah garis air (BGA) maupun bagian atas garis air (AGA) sangat rentan terkena korosi. Untuk menghindari dampak yang timbul akibat korosi air laut, maka plat lambung kapal perlu diberi perlindungan korosi secara berkala. Sampai saat ini perlindungan tersebut masih menggunakan perlindungan secara pasif (dengan pengecatan) dan perlindungan secara aktif dengan metoda (cathodic protection). Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui efektifitas kebutuhan anoda korban paduan zinc, sebagai proteksi katodik pada plat lambung kapal ( lapisan plat yang terkena air ).Penelitian ini akan menghitung laju korosi plat baja, kebutuhan anoda karbon, dan ketebalan plat lambung kapal.Berdasarkan hasil perhitungan kebutuhan anoda korban sesuai dasar pembahasan pada KMP. CITRA MANDALA SAKTI, secara teknis dapat diketahui bahwa untuk memperlambat laju korosi plat lambung area bawah garis air kapal selama 3 tahun berlayar, dibutuhkan anoda korban paduan zink sebanyak @ 8 kg x 21 buah. Anoda korban paduan zink yang dipasang pada plat lambung kapal secara arus ternyata dapat memperlambat laju korosi rata-rata sebesar 0,308 mm/tahun.Kata kunci: plat, kapal, anoda, zinc, korosi
PEMANFAATAN HASIL ANALISA VIBRASI UNTUK MENDETEKSI TERLEPASNYA CINCIN MINYAK PELUMAS DALAM BANTALAN POMPA SENTRIFUGAL SEBUAH STUDI KASUS DI PERUSAHAAN PT. PGN SAKA (INDONESIA-PANGKAH) LIMITED Sunarto Sunarto; Abdullah Iskandar
Wahana Teknik Vol 5 No 1 (2016): Wahana Teknik
Publisher : Wahana Teknik

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1406.627 KB)

Abstract

Penggunaan bantalan pada mesin putar seprti pompa, compressor, mixer dan lainnya selalu digunakan dan dibutuhkan untuk menjalankan segala aktifitas proses produksi, salah satunya pada pompa sentrifugal produced water di PT.PGN SAKA Indonesia Pangkah Limited (SIPL).Pompa sentrifugal ini digunakan untuk memompa kembali air yang terbawa dalam proses produksi kembali ke sumur. Pengunaan bantalan pada pompa ini sangat membantu kerja berat yang dilakukan oleh pompa tersebut, sehingga memastikan kondisi bantalan selalu dalam kondisi sehat dan baik untuk digunakan sangat penting sekali. Peneliti akan mencoba melakukan strategi pemiliharaan yang tepat sehingga dapat mendeteksi kerusakan bantalan pada awal kerusakan. Penelitian ini memaparkan bagaimana suatu analisa getar dapat digunakan untuk mendeteksi sesuatu permasalahan pada bearing/bantalan pompa di awal,sSehingga kerusakan pompa secara keseluruhan dapat dihindari.Pada penelitian ini dipergunakan alat ukur getar atau vibrasi ATEX Zona seri 2 GX.Kata kunci: bantalan, pompa, sentrifugal 
ANALISA PENGARUH PERBEDAAN LETAK POMPA SENTRIFUGAL TERHADAP KAPASITAS POMPA Sunarto Sunarto; Slamet Anwar
Wahana Teknik Vol 3 No 1 (2014): Wahana Teknik
Publisher : Wahana Teknik

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1969.604 KB)

Abstract

Pompa merupakan suatu mesin yang digunakan untuk mengangkat air dari tempat bertekanan rendah ke tempat bertekanan tinggi. Bermacam-macam perbedaan tekanan yang dikehendaki menyebabkan kapasitas pompa yang bervariasi. Salah satu variabel yang menyebabkan perbedaan kapasitas pompa ialah perbedaan letak pompa dengan pertukaran air yang berbeda-beda atau dengan ketinggian suction yang tidak sama. Peneliti merasa perlu untuk mengangkat masalah ini untuk mengetahui berapa besar pengaruh perbedaan letak pompa sentrifugal terhadap kapasitas pompa.Penelitian ini dilakukan percobaan dengan cara memperlakukan 2 jenis pompa yaitu pompa dengan suction 4 meter-discharge 1 meter dan pompa dengan suction 1 meter-discharge 4 meter.Hasil pengujian menghasilkan kesimpulan bahwa kapasitas pompa dengan suction 4 meter menghasilkan debit sebesar 0,41 liter/detik, sedangkan kapasitas pompa dengan suction 1 meter menghasilkan debit sebesar 0,45 liter/detik.  Maka pompa dengan suction lebih kecil (jarak pompa lebih dekat dengan permukaan air) lebih efektif  daripada pompa dengan suction panjang (letak pompa jauh dari permukaan air).Kata kunci: Pompa, Kapasitas, Suction, Discharge
ANALISA KEGAGALAN PATAH PADA LEAN AMINE COOLER FAN 135 H 04 PT. HESS INDONESIA PANGKAH LTD Sunarto Sunarto; Teguh Nugroho
Wahana Teknik Vol 2 No 1 (2013): Wahana Teknik
Publisher : Wahana Teknik

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1722.794 KB)

Abstract

Dalam dunia industri, lazim digunakan berbagai alat pemindah panas atau heatexchanger. Ada beberapa jenis heat exchanger yang sering digunakan, antara lainmenggunakan hembusan udara, mengalirkan pada air, dll. Tugas akhir ini membahas salah satu jenis heat exchanger yaitu dengan menggunakan aliran udara (Air Cooled Heat Exchanger / ACHE). Untuk dapat menghembuskan udara diperlukan baling-balingyang biasa digerakkan oleh motor terhubung oleh sabuk (belt). Istilah umum yang sering dipakai untuk pendingin dengan baling-baling ini adalah Cooler Fan.Terdapat kasus yang terjadi pada sebuah instalasi di PT. HESS Indonesia Pangkah Ltd. yaitu kipas pendingin Lean Amine ( Lean Amine Cooler Fan / 135 H 04 ) yang mengalami patah pada bilah baling-balingnya. Kejadian patah yang terjadi beberapa kali dengan modus yang sama, tentulah sangat merugikan industri. Oleh karenanya jurnal ini dirasa cukup penting untuk memberikan sedikit solusi demi tercapainya kehandalan peralatan industri. Yang tentu akan berimbas pada meningkatnya produktifitas. Akan dijelaskan mengenai landasan teori, faktor penyebab kegagalan, analisisa kegagalan dan penyelesaiannya. Hasil studi kasus ini diharapkan bermanfaat untuk kemudian dapat diterapkan dalam cooler fan yang lain.Kata kunci: Air Cooled Heat Exchanger, Cooler Fan, analisisa kegagalan
KEGAGALAN PROSES MANUFAKTUR DALAM PEMBUATAN GATE LEAF PINTU AIR SERTA UPAYA PENANGGULANGAN Sunarto Sunarto
Wahana Teknik Vol 1 No 1 (2012): Wahana Teknik
Publisher : Wahana Teknik

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (742.307 KB)

Abstract

Deformation occurred during fabrication of Gate Leaf for dam construction was found to cause severe problems. The problems involved can be categorized as difficulty in assembling and erection of the component in the site plant. As a result construction strength would be lowered despite unfitted geometrical shape and in efficiency in production cost. In this thesis, the deformation described above was investigated based on the literature studies. The discussion was focused on characterization and elimination of technical problems that arisen from manufacturing operation. Therefore repairs would be reduced to a lower level besides quality improved. Research data was collected from direct observation in the field and report from previous production failures. A careful theoretical assessment came to the conclusion that deformation was particularly due to welding process which specifically could be identified as improper welding procedure, over deposited weld pool, unsuitable design and position of welding jigs. The studies also suggested that the manufacturing of the Gate Leaf component need to be supported with a correct implementation of production management, manufacturing operation procedure, as well as continuous quality inspection. The investigation indicated that human resource quality need to be improved in their technical skill, (ie: welding technology and construction design). This knowledge should have orientation in manufacturing skill and thereby improvement of welding engineer and welding inspector is essential in order to reduce risk of deformation. Keywords : Gate Leaf, Deformation, Manufacture