Dalam dunia industri, lazim digunakan berbagai alat pemindah panas atau heatexchanger. Ada beberapa jenis heat exchanger yang sering digunakan, antara lainmenggunakan hembusan udara, mengalirkan pada air, dll. Tugas akhir ini membahas salah satu jenis heat exchanger yaitu dengan menggunakan aliran udara (Air Cooled Heat Exchanger / ACHE). Untuk dapat menghembuskan udara diperlukan baling-balingyang biasa digerakkan oleh motor terhubung oleh sabuk (belt). Istilah umum yang sering dipakai untuk pendingin dengan baling-baling ini adalah Cooler Fan.Terdapat kasus yang terjadi pada sebuah instalasi di PT. HESS Indonesia Pangkah Ltd. yaitu kipas pendingin Lean Amine ( Lean Amine Cooler Fan / 135 H 04 ) yang mengalami patah pada bilah baling-balingnya. Kejadian patah yang terjadi beberapa kali dengan modus yang sama, tentulah sangat merugikan industri. Oleh karenanya jurnal ini dirasa cukup penting untuk memberikan sedikit solusi demi tercapainya kehandalan peralatan industri. Yang tentu akan berimbas pada meningkatnya produktifitas. Akan dijelaskan mengenai landasan teori, faktor penyebab kegagalan, analisisa kegagalan dan penyelesaiannya. Hasil studi kasus ini diharapkan bermanfaat untuk kemudian dapat diterapkan dalam cooler fan yang lain.Kata kunci: Air Cooled Heat Exchanger, Cooler Fan, analisisa kegagalan
Copyrights © 2013