Claim Missing Document
Check
Articles

Found 13 Documents
Search

Pengaruh Senam Ergonomik terhadap Skala Nyeri dan Rentang Gerak pada Lansia Rheumatoid Arthritis Asmiyah; Rahmawati Ramli; Rizqy Iftitah Alam
Window of Nursing Journal Vol. 3 No. 1 (Juni, 2022)
Publisher : Pusat Kajian dan Pengelola Jurnal FKM UMI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33096/won.v3i1.38

Abstract

Lansia merupakan kelompok yang rentan mengalami Rheumatoid Arthritis (RA) yaitu peradangan sendi yang diakibatkan oleh gangguan autoimun atau gangguan sistem kekebalan tubuh yang menyebabkan penurunan kelenturan (fleksibilitas) bahkan dapat menyebabkan kerusakan sendi yang progresif. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui adanya pengaruh senam ergonomik terhadap penurunan skala nyeri dan peningkatan rentang gerak lansia yang mengalami Rheumatoid Arthritis di wilayah kerja puskesmas Panincong Kabupaten Soppeng. Metode penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan design quasy eksperimen dengan menggunakan 15 responden kelompok intervensi yang dilakukan senam ergonomik dan 15 responden kelompok kontrol yang tidak diberikan intervensi. Uji perbandingan menggunakan uji Wilcoxon Kesimpulan dari penelitian ini yaitu ada pengaruh senam ergonomik terhadap penurunan skala nyeri dan peningkatan rentang gerak pada kelompok intervensi dengan nilai p<0.05. Penelitian ini memberikan saran agar masyarakat lansia melakukan senam ergonomik untuk menurunkan keluhan Rheumatoid Arthritis.
Faktor yang Mempengaruhi Fungsi Kognitif Pada Lansia Rahmawati Ramli; Masyita Nurul Fadhillah
Window of Nursing Journal Vol. 1 No. 1 (Juni, 2020)
Publisher : Pusat Kajian dan Pengelola Jurnal FKM UMI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33096/won.v1i1.246

Abstract

Perubahan mental yang dialami lanjut usia diantaranya perubahan kepribadian, memori, dan perubahan intelegensi, diantaranya: perkembangan dunia, pertambahan usia, faktor geografis, jenis kelamin, kepriadian, stresor sosial, dukungan sosial, dan pekerjaan. Seiring dengan pertambahan jumlah lanjut usia maka dokter dilayanan primer akan sering mendapatkan masalah gangguan fungsi kognitif pada lanjut usia. Jika dikaitkan dengan tekanan darah, hipertensi meningkatkan risiko terjadinya mild cognitive impairment dan demensia. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui factor yang berpengaruh terhadap fungsi kognitif pada lansia di Puskesmas JUmpandang baru. Penelitian ini menggunakan desain penelitian survei analitik dengan pendekatan cross sectional study. pengambilan sampel dalam penelitain ini adalah purposive sampling dengan besar sampel sebanyak 67 responden. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa Berdasarkan hasil uji statistik Chi-Square dengan nilai alternatif Fisher’s exact test diperoleh nilai p pada variabel Hipertensi adalah 0,770 atau p >a= 0,05 sedangkan pada variable aktifitas olahraga didapatkan Berdasarkan hasil uji statistik Chi-Square dengan nilai alternatif Fisher’s exact test diperoleh nilai p pada variabel aktivitas olahraga adalah 0,006 atau p ˂ a= 0,05. Sehingga dpat disimpulkan Tidak terdapat hubungan antara Hipertensi dengan status kognitif lansia dan terdapat hubungan antara aktifitas olahraga terhadap status kognitif Lansia. Perubahan mental yang dialami lanjut usia diantaranya perubahan kepribadian, memori, dan perubahan intelegensi, diantaranya: perkembangan dunia, pertambahan usia, faktor geografis, jenis kelamin, kepriadian, stresor sosial, dukungan sosial, dan pekerjaan. Seiring dengan pertambahan jumlah lanjut usia maka dokter dilayanan primer akan sering mendapatkan masalah gangguan fungsi kognitif pada lanjut usia. Jika dikaitkan dengan tekanan darah, hipertensi meningkatkan risiko terjadinya mild cognitive impairment dan demensia. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui factor yang berpengaruh terhadap fungsi kognitif pada lansia di Puskesmas JUmpandang baru. Penelitian ini menggunakan desain penelitian survei analitik dengan pendekatan cross sectional study. pengambilan sampel dalam penelitain ini adalah purposive sampling dengan besar sampel sebanyak 67 responden. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa Berdasarkan hasil uji statistik Chi-Square dengan nilai alternatif Fisher’s exact test diperoleh nilai p pada variabel Hipertensi adalah 0,770 atau p >a= 0,05 sedangkan pada variable aktifitas olahraga didapatkan Berdasarkan hasil uji statistik Chi-Square dengan nilai alternatif Fisher’s exact test diperoleh nilai p pada variabel aktivitas olahraga adalah 0,006 atau p ˂ a= 0,05. Sehingga dpat disimpulkan Tidak terdapat hubungan antara Hipertensi dengan status kognitif lansia dan terdapat hubungan antara aktifitas olahraga terhadap status kognitif Lansia.
Pelatihan Ners Cilik dalam Upaya Optimalisasi UKS terhadap Siswa di SDN 13 Padang Lampe Kabupaten Pangkep Rahmawati Ramli; Yusrah Taqiyah; Suhermi Suhermi
Prosiding Seminar Nasional Pengabdian Kepada Masyarakat: Peduli Masyarakat Vol 1 No 1 (2021): Prosiding Seminar Nasional Pengabdian Kepada Masyarakat: Peduli Masyarakat: Oktob
Publisher : Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Kendal Bekerjasama dengan CV Global Health Science Group

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Usaha Kesehatan Sekolah (UKS) adalah program terpadu dalam rangka meningkatkan derajat kesehatan serta membentuk perilaku hidup sehat anak usia sekolah yang berada di sekolah maupun di Madrasah dengan tujuan meningkatkan mutu Pendidikan dan prestasi melalui peningkatan perilaku hidup bersih dan sehat. Penerapan perilaku bersih dan sehat akan lebih mudah jika diajarkan sejak anak usia sekolah. Pelaksanaan Usaha Kesehatan Sekolah (UKS) tidak sepenuhnya berjalan baik salah satu faktor yang menyebabkan adalah keterbatasan fungsi kognitif siswa. Siswa. Berdasarkan hasil studi pendahuluan, tim pengusul ingin membantu mengatasi masalah kesehatan anak usia sekolah dasar dengan membentuk Ners cilik. Hasil akhir kegiatan ini diharapkan menghasilkan luaran yang berupa buku panduan Ners Cilik dan laporan hasil pengabdian. Metode yang digunakan dalam kegiatan ini meliputi penyuluhan, pelatihan, dan role play. Pengetahuan siswa sekolah dasar tentang pengobatan dasar meningkat 82,5 % memiliki tingkat pengetahuan baik setelah diberikan pelatihan tentang Ners Cilik. Adanya dukungan yang positif dari stakeholder tentang pelaksanaan optimalisasi Ners Cilik tingkat sekolah dasar. 10 Ners Cilik terbentuk dari SDN 13 Padang Lampe . Keterampilan Ners Cilik tentang pengobatan dasar meningkat 75 % memiliki tingkat keterampilan baik setelah diberikan pelatihan tentang pengobatan dasar.