Claim Missing Document
Check
Articles

Found 20 Documents
Search

Pengaruh Senam Ergonomik terhadap Skala Nyeri dan Rentang Gerak pada Lansia Rheumatoid Arthritis Asmiyah; Rahmawati Ramli; Rizqy Iftitah Alam
Window of Nursing Journal Vol. 3 No. 1 (Juni, 2022)
Publisher : Pusat Kajian dan Pengelola Jurnal FKM UMI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33096/won.v3i1.38

Abstract

Lansia merupakan kelompok yang rentan mengalami Rheumatoid Arthritis (RA) yaitu peradangan sendi yang diakibatkan oleh gangguan autoimun atau gangguan sistem kekebalan tubuh yang menyebabkan penurunan kelenturan (fleksibilitas) bahkan dapat menyebabkan kerusakan sendi yang progresif. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui adanya pengaruh senam ergonomik terhadap penurunan skala nyeri dan peningkatan rentang gerak lansia yang mengalami Rheumatoid Arthritis di wilayah kerja puskesmas Panincong Kabupaten Soppeng. Metode penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan design quasy eksperimen dengan menggunakan 15 responden kelompok intervensi yang dilakukan senam ergonomik dan 15 responden kelompok kontrol yang tidak diberikan intervensi. Uji perbandingan menggunakan uji Wilcoxon Kesimpulan dari penelitian ini yaitu ada pengaruh senam ergonomik terhadap penurunan skala nyeri dan peningkatan rentang gerak pada kelompok intervensi dengan nilai p<0.05. Penelitian ini memberikan saran agar masyarakat lansia melakukan senam ergonomik untuk menurunkan keluhan Rheumatoid Arthritis.
Faktor yang Mempengaruhi Fungsi Kognitif Pada Lansia Rahmawati Ramli; Masyita Nurul Fadhillah
Window of Nursing Journal Vol. 1 No. 1 (Juni, 2020)
Publisher : Pusat Kajian dan Pengelola Jurnal FKM UMI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33096/won.v1i1.246

Abstract

Perubahan mental yang dialami lanjut usia diantaranya perubahan kepribadian, memori, dan perubahan intelegensi, diantaranya: perkembangan dunia, pertambahan usia, faktor geografis, jenis kelamin, kepriadian, stresor sosial, dukungan sosial, dan pekerjaan. Seiring dengan pertambahan jumlah lanjut usia maka dokter dilayanan primer akan sering mendapatkan masalah gangguan fungsi kognitif pada lanjut usia. Jika dikaitkan dengan tekanan darah, hipertensi meningkatkan risiko terjadinya mild cognitive impairment dan demensia. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui factor yang berpengaruh terhadap fungsi kognitif pada lansia di Puskesmas JUmpandang baru. Penelitian ini menggunakan desain penelitian survei analitik dengan pendekatan cross sectional study. pengambilan sampel dalam penelitain ini adalah purposive sampling dengan besar sampel sebanyak 67 responden. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa Berdasarkan hasil uji statistik Chi-Square dengan nilai alternatif Fisher’s exact test diperoleh nilai p pada variabel Hipertensi adalah 0,770 atau p >a= 0,05 sedangkan pada variable aktifitas olahraga didapatkan Berdasarkan hasil uji statistik Chi-Square dengan nilai alternatif Fisher’s exact test diperoleh nilai p pada variabel aktivitas olahraga adalah 0,006 atau p ˂ a= 0,05. Sehingga dpat disimpulkan Tidak terdapat hubungan antara Hipertensi dengan status kognitif lansia dan terdapat hubungan antara aktifitas olahraga terhadap status kognitif Lansia. Perubahan mental yang dialami lanjut usia diantaranya perubahan kepribadian, memori, dan perubahan intelegensi, diantaranya: perkembangan dunia, pertambahan usia, faktor geografis, jenis kelamin, kepriadian, stresor sosial, dukungan sosial, dan pekerjaan. Seiring dengan pertambahan jumlah lanjut usia maka dokter dilayanan primer akan sering mendapatkan masalah gangguan fungsi kognitif pada lanjut usia. Jika dikaitkan dengan tekanan darah, hipertensi meningkatkan risiko terjadinya mild cognitive impairment dan demensia. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui factor yang berpengaruh terhadap fungsi kognitif pada lansia di Puskesmas JUmpandang baru. Penelitian ini menggunakan desain penelitian survei analitik dengan pendekatan cross sectional study. pengambilan sampel dalam penelitain ini adalah purposive sampling dengan besar sampel sebanyak 67 responden. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa Berdasarkan hasil uji statistik Chi-Square dengan nilai alternatif Fisher’s exact test diperoleh nilai p pada variabel Hipertensi adalah 0,770 atau p >a= 0,05 sedangkan pada variable aktifitas olahraga didapatkan Berdasarkan hasil uji statistik Chi-Square dengan nilai alternatif Fisher’s exact test diperoleh nilai p pada variabel aktivitas olahraga adalah 0,006 atau p ˂ a= 0,05. Sehingga dpat disimpulkan Tidak terdapat hubungan antara Hipertensi dengan status kognitif lansia dan terdapat hubungan antara aktifitas olahraga terhadap status kognitif Lansia.
Pelatihan Ners Cilik dalam Upaya Optimalisasi UKS terhadap Siswa di SDN 13 Padang Lampe Kabupaten Pangkep Rahmawati Ramli; Yusrah Taqiyah; Suhermi Suhermi
Prosiding Seminar Nasional Pengabdian Kepada Masyarakat: Peduli Masyarakat Vol 1 No 1 (2021): Prosiding Seminar Nasional Pengabdian Kepada Masyarakat: Peduli Masyarakat: Oktob
Publisher : Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Kendal Bekerjasama dengan CV Global Health Science Group

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Usaha Kesehatan Sekolah (UKS) adalah program terpadu dalam rangka meningkatkan derajat kesehatan serta membentuk perilaku hidup sehat anak usia sekolah yang berada di sekolah maupun di Madrasah dengan tujuan meningkatkan mutu Pendidikan dan prestasi melalui peningkatan perilaku hidup bersih dan sehat. Penerapan perilaku bersih dan sehat akan lebih mudah jika diajarkan sejak anak usia sekolah. Pelaksanaan Usaha Kesehatan Sekolah (UKS) tidak sepenuhnya berjalan baik salah satu faktor yang menyebabkan adalah keterbatasan fungsi kognitif siswa. Siswa. Berdasarkan hasil studi pendahuluan, tim pengusul ingin membantu mengatasi masalah kesehatan anak usia sekolah dasar dengan membentuk Ners cilik. Hasil akhir kegiatan ini diharapkan menghasilkan luaran yang berupa buku panduan Ners Cilik dan laporan hasil pengabdian. Metode yang digunakan dalam kegiatan ini meliputi penyuluhan, pelatihan, dan role play. Pengetahuan siswa sekolah dasar tentang pengobatan dasar meningkat 82,5 % memiliki tingkat pengetahuan baik setelah diberikan pelatihan tentang Ners Cilik. Adanya dukungan yang positif dari stakeholder tentang pelaksanaan optimalisasi Ners Cilik tingkat sekolah dasar. 10 Ners Cilik terbentuk dari SDN 13 Padang Lampe . Keterampilan Ners Cilik tentang pengobatan dasar meningkat 75 % memiliki tingkat keterampilan baik setelah diberikan pelatihan tentang pengobatan dasar.
Penerapan Intervensi Terapi Murotall Al Qur’an Terhadap Penurunan Nyeri Pada Pasien A. Dengan Hipertensi Di Puskesmas Pampang Rani Salvalas Putri; Rahmawati Ramli; Tutik Agustini; Suhermi S
Jurnal Intelek Dan Cendikiawan Nusantara Vol. 3 No. 01 (2026): Februari - Maret 2026
Publisher : PT. Intelek Cendikiawan Nusantara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Hipertensi adalah kondisi peningkatan tekanan darah arteri yang dapat menimbulkan komplikasi pada organ target seperti jantung, otak, dan ginjal. Peningkatan tekanan darah ini sering disertai dengan keluhan seperti nyeri kepala atau pusing yang dapat mengganggu aktivitas sehari-hari. Salah satu pendekatan penatalaksanaan hipertensi adalah dengan pemberian terapi farmakologi dan non-farmakologi. Salah satu intervensi non-farmakologi yang dapat digunakan adalah terapi murotall Al-Qur’an, yang diyakini dapat menurunkan tingkat stres dan menimbulkan efek relaksasi sehingga membantu menurunkan intensitas nyeri. Karya Ilmiah Akhir Ners (KIAN) ini bertujuan untuk menganalisis penerapan intervensi terapi murotal Al-Qur’an terhadap penu runan nyeri pada pasien hipertensi. Hasil menunjukkan adanya perubahan intensitas nyeri sebelum dan sesudah dilakukan intervensi. Perawat sebagai edukator dapat memberikan informasi dan pendidikan kesehatan pada pasien hipertensi mengenai manfaat terapi murotall Al-Qur’an sebagai metode non-farmakologis untuk membantu mengurangi nyeri.
Pemberian Storytelling audio visual dalam menurunkan tingkat kecemasan anak usia pra sekolah akibat Hospitalisasi Sri Damayanti; Rahmawati Ramli; Rizqy Iftitah Alam; Sunarti
Window of Nursing Journal Vol. 7 No. 1 (2026)
Publisher : Pusat Kajian dan Pengelola Jurnal FKM UMI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33096/won.v7i1.1408

Abstract

Hospitalization or being admitted to the hospital often makes preschool children cry, refuse food or medicine, and generally be uncooperative. The anxiety experienced by children undergoing treatment can be reduced through distractions like music therapy, play therapy, relaxation, and storytelling. Storytelling is a powerful technique to distract children from anxiety. In this case, storytelling can convey certain messages to children so they can show better cooperation. The purpose of this study is to find out the effect of audiovisual storytelling on the anxiety level of preschool children due to hospitalization. This study uses quantitative research with a population of 186, and in this study, the researcher only intervened with one treatment group consisting of 40 children. The design used was a pre-experimental one with a one-group pretest and posttest approach and was tested using a Paired T-Test. Audio-visual storytelling therapy found that 22 preschool children experienced mild anxiety before the intervention, with a result of 55.0%, and after the audio-visual storytelling intervention, 30 preschool children treated in the hospital did not suffer from anxiety, with a result of 75.0%. Based on the analysis, a p-value of 0.000 < 0.05 and a Z value of 9.427 were found. The results show that the p-value is smaller than alpha, so HO is rejected. This indicates that there is a difference in anxiety in preschool children before and after storytelling therapy. It is hoped that future researchers can increase the sample size and conduct interventions with better media.
Terapi Humor: Video Komedi terhadap Perubahan Tekanan Darah pada Pasien Hipertensi Primer Fazlin binti syafruddin; Rahmawati Ramli; Rizqy Iftitah Alam; Akbar Asfar
Window of Nursing Journal Vol. 6 No. 1 (2025)
Publisher : Pusat Kajian dan Pengelola Jurnal FKM UMI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33096/3183ke21

Abstract

Hypertension is characterized by increased blood pressure in the arteries which transport nutrients in the form of blood from the heart to then circulate throughout the body's tissues. Humortherapy has the effect of stimulating a person to laugh, this action can stimulate the release of endogenous opiates or substances commonly known as endorphins. The research design used was a quasi-experimental quasi-pretest posttest control group design with a sample size of 22 intervention and 22 control respondents using random sampling. On the other hand, the Wilcoxon diastolic test intervention group before the hypothesis tested p-value 001 and the Wilcoxon control group systolic-diastolic test before the hypothesis was not normal, so the application of the Wilcoxon test based on data analysis showed a p value of less than 0.001. The results showed that the average diastolic blood before-after diastolic was given 82.73, after 78.64, and the average systolic blood before-after diastolic was 146.82, after 133.18. In contrast, in the control group, the average systolic blood pressure before and after receiving humoral treatment was 145.82 and 135.91. Meanwhile, the average diastolic blood pressure before being given humor therapy and diastolic blood after being given humor therapy was 87.00. conclusion results show that humor therapy can reduce blood pressure in primary hypertension patients
Efektivitas Terapi Psikoedukasi terhadap Kemampuan Keluarga dalam Merawat Orang Dengan Gangguan Jiwa Lidya Nurul Adha; Suhermi; Sunarti; Rahmawati Ramli
Window of Nursing Journal Vol. 6 No. 1 (2025)
Publisher : Pusat Kajian dan Pengelola Jurnal FKM UMI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33096/v1t50n94

Abstract

Family is a very important factor in the healing process of clients who experience mental health problems. One of the therapies that can be given to clients and families is psychoeducational therapy. This study aims to determine the effect of psychoeducational therapy on the ability of families to care for people with mental disorders in the UPTD Working Area of ​​Marusu Health Center Regency Maros. This research is a quantitative research with a pre-experimental design research design with a one group pretest-posttest research design carried out in the UPTD Working Area of ​​Marusu Health Center Kab. Maros in September 2022. The population in this study was 63 people and the sample was taken using a purposive random sampling method in accordance with predetermined criteria with a sample of 35 respondents. The test test in this study used a paired sample t-test with a significance level (ρ < 0.05). The results showed that before psychoeducation therapy was carried out, the family's ability to care for people with mental disorders in the poor category was 35 (100%). After doing psychoeducation therapy, it was found that the ability of families in the poor category was 5 respondents (14.3%) and 30 respondents (85.7%). The results of the paired t-test statistic obtained the value of = 0.000. The conclusion of this study is that there is an effect of psychoeducational therapy on the ability of families to care for people with mental disorders. Therefore, it is recommended to continue to provide support to families who have mental disorders and to conduct regular consultations with health health workers related to family development.
Penerapan Terapi Life Review terhadap Kemampuan Fungsi Kognitif Lansia Nilawati; Rahmawati Ramli; Rahmat Hidayat
Window of Nursing Journal Vol. 6 No. 2 (2025)
Publisher : Pusat Kajian dan Pengelola Jurnal FKM UMI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33096/won.v6i2.1068

Abstract

Life review therapy is a modality therapy by remembering past events that can be used to improve cognitive function abilities experienced by the elderly. This study aims to determine the effect of life review therapy on the cognitive functioning abilities of the elderly in the Padangloang village area, Bulukumba Regency. This study used a pre-experimental research design with a one-group pre-test and post-test design approach. Sampling in this study used purposive sampling with a sample size of 69 respondents. The data collection instrument in this study was the measurement of cognitive function using the MMSE and standard operating procedures for life review therapy. The results of this study indicate that based on the results of the Wilcoxon signed rank test statistical test on the value of cognitive function before and after being given life review therapy, it obtained a significant value p = 0.000 <0.05, meaning that there was a significant effect between life review therapy on the cognitive function of the elderly. So it can be concluded that in this study there was an effect of life review therapy on the cognitive functioning abilities of the elderly in the Padangloang village area, Bulukumba Regency.
Peningkatan Pengetahuan tentang Diet Hipertensi melalui Pendidikan Kesehatan Model BASNEF Lia Eryani; Rahmawati Ramli; Rizqy Iftitah Alam; Andi Yuliana
Window of Nursing Journal Vol. 6 No. 1 (2025)
Publisher : Pusat Kajian dan Pengelola Jurnal FKM UMI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33096/won.vi.1532

Abstract

BASNEF model health education is an independent nursing action to help clients both individuals, groups, and the most comprehensive community used to investigate and encourage new behavior in the community. This study aims to determine the effect of BASNEF model health education on knowledge about hypertension diet in the elderly at Bangkala Antang health center 2023. This study used a preexperiment design with a Pretest-Postest Control-Group Design. And divided into two groups, namely the experimental group and the control group. The sample in this study used puposive sampling with a total sample of 36 people. The results showed that there was a significant effect of BASNEF model health education on knowledge about hypertension diet in the elderly at Bangkala Antang health center p value (p=0.000).The conclusion of this study is that there is an effect of health education using the BASNEF model on knowledge of hypertension diet in the elderly at Bangkala Antang health center, this model is very suitable to be applied by Bangkala Antang health workers in order to increase knowledge related to hypertension diet in the elderly who suffer from hypertension.
Sadar Jiwa, Sehat Raga: Intervensi Dini dengan Pelatihan Terapi Quided Imagery bagi Wanita Usia Produktif Suhermi Suhermi; Rahmawati Ramli; Septiyanti Septiyanti; Zakia Nur Rahma Djafar; Nur Alfiah Lailan
Idea Pengabdian Masyarakat Vol. 6 No. 01 (2026)
Publisher : PT.Mantaya Idea Batara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.53690/ipm.v6i01.521

Abstract

Kesehatan mental merupakan aspek penting dalam mewujudkan kesehatan yang menyeluruh. Namun di sebagian besar negara berkembang, masalah kesehatan mental belum diprioritaskan apabila dibandingkan dengan penyakit menular. Kegiatan pengabdian masyarakat ini bertujuan untuk melatih keterampilan peserta dalam melakukan terapi Guided Imagery secara mandiri dan penerapan gaya hidup sehat yang mendukung keseimbangan antara kesehatan mental dan fisik. Metode pengabdian yang digunakan adalah pretest posttest, penyuluhan dan pelatihan terapi quided imagery yang diikuti sebanyak 20 peserta pada bulan oktober 2025. Hasil kegiatan berupa Terlaksananya pelatihan Guided Imagery kepada 20 wanita usia produktif. Hasil skrining psikologis menggunakan GAD-7 dengan hasil pretest terdapat sebagian besar cemas sedang (50%) dan cemas ringan (48%), serta masih terdapat 2% dengan cemas berat. Setelah intervensi, terjadi perubahan kategori tidak cemas meningkat menjadi 5%, cemas ringan meningkat jauh menjadi 80%, sementara cemas sedang turun menjadi 15%. Kesimpulannya Metode ini terbukti efektif, aman, dan mudah diterapkan di lingkungan keluarga maupun komunitas tanpa memerlukan peralatan khusus. Selain itu, kegiatan kelompok meningkatkan interaksi sosial, komunikasi, dan empati antar peserta. Konsistensi dan partisipasi aktif peserta menjadi faktor penting dalam mencapai hasil yang optimal.