Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Pola Integrasi Kakao-Ternak Kambing Solusi Peningkatan Pendapatan Petani Kabupaten Polewali Mandar Provinsi Sulawesi Barat Harli A. Karim; Gamaruddin Gamaruddin; Arifin T; Asdar S
Abdimas Toddopuli: Jurnal Pengabdian Pada Masyarakat Vol. 1 No. 2 (2020): Juni 2020
Publisher : Universitas Cokroaminoto Palopo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30605/atjpm.v1i2.264

Abstract

Kakao masih menjadi komoditi unggulan dan menjadi perioritas di Kabupaten Polewali Mandar. Termasuk di Desa Tapango Barat Kecamatan Tapango. Kakao merupakan salah satu komoditas andalan perkebunan yang peranannya cukup penting bagi perekonomian Desa Tapango Barat. Pertanaman kakao di Desa Tapango Barat masih menghadapi berbagai masalah yang kompleks antara lain produktivitas lahan masih rendah. Rata-rata produktivitas tanaman kakao 650 kg/ha/tahun, masih sangat rendah jika dibandingkan dengan potensi tanaman kakao yang bisa mencapai 1.500-3.000 kg/ha/tahun. Kondisi tersebut menjadikan tingkat pendapat masyarakat Desa Tapango Barat menjadi rendah. Salah satu penyebabnya adalah manajemen usaha tanaman kakao selama dikelola secara sederhana. Salah satu alasannya adalah kurangnya dana pembelian pupuk dan sarana lainnya. Selain sebagai petani kakao masyarakat umumnya memiliki ternak. Namun, masih skala kecil dan dikelola secara tradisional. Permasalahan ternak, khususnya ternak kambing adalah pakan ternak yang jauh dari lokasi kandang. Pakan ternak jauh dari lokasi kandang kambing. Akibatnya, 1 orang petani hanya mampu memelihara 2-3 ekor per petani. Peningkatan kemampuan petani mengelola lahannya bisa menjadi salah satu cara meningkatkan taraf hidup masyarakat. Kegiatan integrasi kakao-ternak kambing dapat meningkatkan mendapatan petani. Kebutuhan pupuk tanaman bisa didapatkan dari hasil kotoran ternak sehingga petani tidak perlu mengeluarkan biaya untuk membeli pupuk kimia. Selain itu, ternak kambing mendapatkan pakan dari hasil pangkasan daun kakao dan pohon pelindung yang juga terdapat pada pertanaman kakao. Petani mitra pada gilirannya, memperoleh keuntungan dari kakao maupun kambing dan dari penghematan biaya pemupukan. Pelaksanan kegiatan dengan menempatkan kandang ternak kambing di sela tanaman kakao sehingga luaran yang dihasilkan dapat mengatasi permasalahan tentang pakan ternak yang jauh dari lokasi kandang. Solusi lain yaitu melakukan penanaman pohon pelindung kakao yang dipersiapkan untuk pakan ternak kambing. Berbagai pelatihan telah dilakukan pada mitra antara lain : Pelatihan Peternakan Kambing, Pelatihan Teknik Pemeliharaan pada tanaman kakao, Pelatihan dan praktek pembuatan kompos berbahan dasar kotoran kambing dan limbah kakao.
Shifting Paradigms: Flipped Classroom Approaches in Open and Distance Learning Effendi M; Arifin T; Ardianto Ardianto; Nurdin Nurdin; Jamil Jamil
Jurnal Ilmiah Iqra' Vol 19, No 1 (2025)
Publisher : IAIN Manado

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30984/jii.v19i1.3674

Abstract

This study explores the shifting paradigms in instructional strategies by examining the application of the Flipped Classroom model within the framework of Open and Distance Learning (ODL). Utilizing a literature review method, this research analyzes scholarly articles, books, and previous studies relevant to the integration of flipped learning in virtual and remote educational settings. The data were processed through systematic reduction, organization, interpretation, and synthesis. Findings indicate that the Flipped Classroom approach significantly enhances student learning outcomes in ODL environments. By encouraging students to engage with instructional materials prior to scheduled sessions, this model transforms traditional passive learning into active participation. Students demonstrated positive responses toward the approach, citing increased preparedness and deeper understanding during synchronous interactions. The integration of video-based content and digital platforms supports a more flexible, accessible, and student-centered learning process. Furthermore, the synergy between the Flipped Classroom model and ODL enables a learning experience that is not constrained by time or space, aligning with the demands of 21st-century education. Educational experts emphasize that this paradigm shift promotes greater engagement, improved comprehension, and higher academic achievement through more interactive and efficient use of instructional time.