Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Hubungan Antara Persepsi Tentang Lingkungan Pembelajaran Klinik dan Tingkat Kecemasan Mahasiswa Program Profesi Dokter Harleyna Rokhison; Anis Kusumawati; Yuhantoro Budi Handoyo Sakti; Agus Zuliyanto
Medica Arteriana (Med-Art) Vol 1, No 1 (2019): Juni 2019
Publisher : University of Muhammadiyah Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (146.819 KB) | DOI: 10.26714/medart.1.1.2019.48-52

Abstract

Latar Belakang: Pendidikan klinik memiliki suasana lingkungan belajar yang sangat berbeda dengan pendidikan di tahap akademik. Persepsi lingkungan belajar memburuk disaat mahasiswa memulai pengalaman klinik dan lingkungan belajar klinik merupakan salah satu sumber kecemasan yang cukup besar. Dalam model Biggs kecemasan dianggap sebagai variabel penghalang akibat interaksi antara mahasiswa dan lingkungannya. Tinggi rendahnya kecemasan akan berpengaruh terhadap tingkat kompetensi mahasiswa. Penelitian bertujuan mengetahui hubungan antara persepsi tentang lingkungan pembelajaran klinik dan tingkat kecemasan mahasiswa program profesi dokter. Metode: Penelitian analitik observasional dengan pendekatan cross-sectional, melibatkan 41 responden mahasiswa program profesi dokter angkatan 2013 Fakultas Kedokteran Universitas Muhammadiyah Purwokerto di RSUD dr. Soeselo Slawi dengan total sampling, analisis data menggunakan uji korelasi Pearson.Hasil: Hasil penelitian menunjukan persepsi lingkungan belajar klinik kurang baik sebanyak 24,4%, cukup baik 68,3%, dan baik 7,3%. Tingkat kecemasan mahasiswa didapatkan tidak cemas-cemas ringan 41,5%, cemas ringan-sedang 56,1%, dan cemas sedang-berat 2,4%. Analisis pearson menunjukan terdapat hubungan yang signifikan antara persepsi lingkungan pembelajaran klinik dan tingkat kecemasan mahasiswa program profesi dokter dengan P value 0,006 (P = <0,05).Kesimpulan: Terdapat hubungan yang signifikan antara persepsi lingkungan pembelajaran klinik dan tingkat kecemasan mahasiswa program profesi dokter.
The Impact of Chronic Suppurative Otitis Media on Quality of Life in the Elderly Desi Kamilasari; Agus Zuliyanto; Oke Kadarullah; Yunia Annisa
Herb-Medicine Journal: Terbitan Berkala Ilmiah Herbal, Kedokteran dan Kesehatan Vol. 9 No. 1 (2026): Herb-Medicine Journal April 2026
Publisher : Universitas Muhammadiyah Purwokerto

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30595/hmj.v9i1.30342

Abstract

Chronic Suppurative Otitis Media (CSOM) is a chronic ear infection that can cause hearing impairment and negatively affect the quality of life, particularly among elderly individuals. This study aimed to determine the relationship between CSOM and quality of life among the elderly at Wijayakusuma Class III Hospital, Purwokerto. This research used a quantitative analytic design with a cross-sectional approach. A total of 46 elderly respondents diagnosed with CSOM were selected using medical record data. Data were collected using a validated questionnaire consisting of 26 items to measure quality of life. Data analysis was performed using univariate analysis and bivariate analysis with Chi-square and Fisher’s Exact Test. The results showed that most respondents had active CSOM (71.7%), and the majority experienced poor quality of life (93.5%). Statistical analysis using Fisher’s Exact Test showed a significant relationship between CSOM type and quality of life among the elderly (p = 0.019). In conclusion, CSOM is significantly associated with decreased quality of life in elderly patients. These findings highlight the importance of early detection, proper treatment, and comprehensive management of CSOM to improve the quality of life of elderly patients.