Claim Missing Document
Check
Articles

Found 31 Documents
Search

KARAKTERISTIK DISTILASI AIR ENERGI SURYA ABSORBER KAIN BERSEKAT PENAMPUNG AIR Winih Arga Christian; F.A. Rusdi Sambada
Retii Prosiding Seminar Nasional ReTII ke-13 2018
Publisher : Institut Teknologi Nasional Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Saat ini masih banyak ditemui kasus kelangkaan air bersih yang disebabkan terkontaminasinya air bersih oleh bahan kimia, bakteri, kuman, tanah, garam dan zat berbahaya lainnya. Salah satu solusi untuk mendapatkan air bersih adalah dengan menggunakan metode distilasi. Distilasi adalah proses pemisahan komponen zat dengan penguapan dan pengembunan yang terpisah. Proses ini dapat dilakukan dengan menggunakan alat distilasi air menggunakan energi surya. Permasalahanya adalah alat yang ada pada saat ini masih memiliki efisiensi yang sangat sedikit. Jenis distilasi air energi surya yang banyak dipakai adalah jenis absorber bak dan jenis absorber kain. Jenis absorber bak mempunyai keunggulan yakni kecilnya kerugian energi panas yang keluar ke lingkungan dari alat distilasi, tetapi mempunyai kelemahan yakni proses penguapan yang kurang efektif. Jenis absorber kain mempunyai keunggulan yakni proses penguapannya lebih efektif, tetapi mempunyai kelemahan yakni kerugian energi panas yang keluar dari alat distilasi ke lingkungan yang lebih besar dibandingkan jenis absorber bak.Tujuan dari penelitian ini adalah meningkatkan efisiensi dengan memadukan keunggulan dari jenis absorber bak dan absorber kain. Perpaduan dari kedua jenis alat distilasi tersebut menghasilkan jenis baru yaitu distilasi air energi surya absorber kain bersekat penampung air. Jenis ini menghasilkan efisiensi yang lebih tinggi dan tidak memiliki kerugian panas yang keluar dari alat distilasi. Penelitian ini akan dibuat model distilasi air energi surya jenis absorber kain bersekat penampung air dan model distilasi air jenis absorber kain yang umum sebagai pembanding.Secara keseluruhan, kenaikan efisiensi aktual tertinggi penelitian alat distilasi air energi surya jenis absorber kain bersekat penampung air ada pada variasi massa air 0,1 kg debit air masuk 1,8 liter/jam  dengan kenaikan 60,3 % dibandingkan dengan alat distilasi air energi surya jenis absorber kain. Hasil air distilasi variasi ini adalah 2,02 kg/m2.Kata kunci : distilasi air, energi surya, absorber, penampung air, efisiensi.
EFISIENSI DESTILASI AIR JENIS ABSORBER KAIN DENGAN SPRAY PENDINGIN Sophia Bulantara; Anugrah Aji Pramudia; F.A. Rusdi Sambada
Retii Prosiding Seminar Nasional ReTII ke-13 2018
Publisher : Institut Teknologi Nasional Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Destilasi merupakan metode atau cara untuk memisahkan air dari kotoran dengan cara mengembunkan air yang kotor dengan cara dipanaskan terlebih dahulu sehingga menguap yang kemudian uap tadi diembunkan. Hasil dari pengembunan ini diharapkan berupa air yang sudah bersih. Tujuan dengan adanya alat ini adalah membuat inovasi baru alat destilasi yang lebih efisien dari alat destilasi sebelumnya. Saat proses penguapan dan pada penelitian ini diharapkan jumlah massa/volume air yang besar. Penelitian ini dilakukan selama 2 jam didalam laboratorium Mekanika Fluida Universitas Sanata Dharma, dengan menambahkan sprai pada kaca penutup alat destilasi serta menggunakan 6 buah lampu infrared sebagai pengganti energi panas matahari. Terdapat 3  variasi pada debit absorber kain, yaitu dengan volume air 600 mL/jam, volume air 1000 mL/jam dan volume air 1300 mL/jam, sedangkan debit sprai dibuat stabil 10L/jam. Hasil yang diperoleh pada volume air 600 mL/jam adalah 0,37 liter dan efisiensi aktual 64%, kemudian pada volume air 1000 mL/jam adalah 0,37 liter dan efisiensi aktual 64%, dan yang terakhir ada volume air 1300 mL/jam adalah 0,33 liter dan efisiensi aktual 57%.
UNJUK KERJA DESTILASI AIR ENERGI SURYA DENGAN KOLEKTOR PIPA SERI Gregorius Widyatmoko; F.A. Rusdi Sambada
Retii Prosiding Seminar Nasional ReTII ke-13 2018
Publisher : Institut Teknologi Nasional Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Masih banyak daerah yang kekurangan air bersih. Destilasi adalah salah satu upaya untuk meringankan beban tersebut. Efisiensi yang dapat dihasilkan dari alat destilasi dapat ditingkatkan dengan beberapa cara. Penggunaan kolektor berupa pipa seri bertujuan untuk mempengaruhi kinerja sistem dapat menambah efisiensi daripada tanpa menggunakannya. Alat ini menggunakan absorber berupa bak penampung air yang ditutup oleh kaca. Faktor yang mempengaruhi laju kecepatan penguapan air tersebut adalah temperatur absorber dan luas penampang. Kolektor berguna untuk menangkap energi panas matahari agar temperatur air kotor yang masuk ke bak absorber menjadi lebih tinggi. Variasi yang dilakukan adalah volume air yang akan didestilasi dan luasan reflektor pada kolektor. Dari penelitian ini efisiensi rata-rata per jam maksimal didapatkan sebesar 49.27%, efisiensi harian sebesar 17.27%, dan hasil air terbanyak sebesar 0.87%.Kata kunci: air bersih, energi, matahari
Unjuk Kerja Distilasi Air Jenis Absorber Kain Berpendingin Sekat Steven Agung; F.A. Rusdi Sambada
Retii Prosiding Seminar Nasional ReTII ke-13 2018
Publisher : Institut Teknologi Nasional Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Air bersih merupakan salah satu kebutuhan penting bagi setiap makhluk hidup, yang juga merupakan air yang tidak terkontaminasi oleh zat berbahaya. Oleh sebab itu, diperlukan proses penjernihan menjadi air bersih yang layak dikonsumsi. Banyak cara untuk menjernihkan air yang terkontaminasi, salah satunya adalah dengan distilasi. Distilasi merupakan suatu metode penjernihan air dari unsur-unsur berbahaya dengan dua proses utama, yaitu penguapan dan pengembunan. Untuk menghasilkan kedua proses utama tersebut, diperlukan energi panas yang salah satunya adalah dengan energi surya. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisa pengaruh pendinginan kaca terhadap hasil air distilasi dan efisiensinya. Penelitian ini dilakukan selama 2 jam di dalam laboratorium Mekanika Fluida Universitas Sanata Dharma, dengan menambahkan sekat dan volume air sebagai bentuk pendinginan pada kaca alat distilasi, serta menggunakan 6 buah lampu infrared sebagai pengganti energi panas matahari. Terdapat 3 variasi pendinginan pada sekat, yaitu 1.000 mL, 2.000 mL dan 10.000 mL. Debit air diatur konstan sebesar 3 liter/jam. Hasil air distilasi rata-rata yang diperoleh pada variasi 1 adalah 0,51kg/m2.jam dan efisiensi 53%, diikuti dengan variasi 2 sebesar 0,45 kg/m2.jam dengan efisiensi 47% dan variasi 3 sebesar 0,10 kg/m2.jam dengan efisiensi 11%.
DESTILASI AIR JENIS KAIN BERSEKAT MENGGUNAKAN PIPA PEMANAS Natan Andang Pratiwan; F.A. Rusdi Sambada
Retii Prosiding Seminar Nasional ReTII ke-13 2018
Publisher : Institut Teknologi Nasional Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Air merupakan salah satu kebutuhan pokok makhluk hidup. Sumber air yang ada sering kali terkontaminasi oleh zat kimia dari limbah pabrik. Salah satu cara untuk mendapatkan air bersih dari air yang terkontaminasi adalah dengan didestilasi. Pada proses destilasi membutuhkan energi panas, energi panas dapat diperoleh dari energi surya. Unjuk kerja destilasi dipengaruhi oleh proses penguapan dan pengembunan. Faktor yang mempengaruhi proses penguapan adalah lama waktu pemanasan dan tempratur air, yang mempengaruhi proses pengembunan adalah temperatur dan tekanan. Pada penelitian ini peneliti akan memperbaiki proses penguapan pada alat destilasi kain bersekat yaitu dengan menambahkan pipa pemanas sebagai pemanasan awal air yang akan didestilasi, dan memvariasikan debit sebagai lama waktu pemanasan air. Pipa pemanas yang digunakan berdiametern 5 mm dan panjang 1400 mm dan variasi debit yang digunakan adalah 0,400 liter/jam (variasi 1), 0,600 liter/jam (variasi 2), 0,800 liter/jam (variasi 3). Pada penelitian ini digunakan 6 lampu pemanas ruangan berdaya 375 Watt (1 lampu) untuk menggantikan energi surya. Pengambilan data pada penelitian ini dilakukan selama 2 jam. Hasil air pada variasi 1 sebesar 0,295 liter, variasi 2 sebesar 0,330 liter, dan  variasi 3 sebesar 0,300 liter. Efisiensi pada variasi 1 sebesar 85%, variasi 2 sebesar 95%, variasi 3 sebesar 86%.
PEMODELAN DAN SIMULASI PEMANAS AIR ENERGI SURYA DENGAN KOLEKTOR PIPA PARALEL Ganang Darmanto; F.A.Sambada Rusdi Sambada
Retii Prosiding Seminar Nasional ReTII ke-13 2018
Publisher : Institut Teknologi Nasional Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Hot water is one of the needs in everyday life, starting from household needs such as brewing drinks to bathing. Hot water is not only needed for household needs but is also needed in the industrial world such as sterilizing materials at high temperatures, and so on. There are many ways to get the hot water, from using fossil fuels to electricity. Solar energy water heaters that are currently available are still not optimal, this is due to the lack of development guidelines in the design phase of solar energy water heaters. From these problems, many obtained the results of hot water temperatures and the efficiency of solar energy water heaters that are still not optimal. Therefore, to overcome this problem modeling and simulation efforts are needed. This is done to get a better design of a solar energy water heater. The research of solar energy water heaters aims to measure the maximum temperature of hot water that can be produced, find out the efficiency factor of solar energy water heaters and find out the comparison of simulations with solar energy water heaters. In this study the temperature of the collector, glass temperature, ambient temperature, water temperature in the collector and the temperature of the water in the storage tank will be measured. Data from the results of these studies are then calculated to look for efficiency factors of solar energy water heaters and then graphs will be made in the form of a comparison of simulations with tools. From this study, the lowest hot water temperature was 30.21 ° C and the highest hot water temperature was 49.40 ° C. And obtained the lowest efficiency factor of 92.86% and the highest efficiency factor of 96.81%. Then the results obtained that the material used in the simulation is better than the tool used. Keywords: Water Heater, Parallel Pipe Collector, Simulation
Efisiensi Destilasi Jenis Absorber Kain Menggunakan Kolektor Air Energi Surya Sekar Widhi Hayuningtyas; F.A. Rusdi Sambada
Retii Prosiding Seminar Nasional ReTII ke-13 2018
Publisher : Institut Teknologi Nasional Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Matahari merupakan salah satu sumber energi panas yang dapat kita peroleh setiap hari dan dapat kita manfaatkan untuk memenuhi kebutuhan sehari – hari. Salah satunya untuk memperoleh air bersih melalui proses destilasi. Destilasi merupakan proses untuk mendapatkan air bersih dengan cara menguapkan air yang terkontaminasi kotoran, lalu uap air tersebut mengalami pengembunan. Hasil dari pengembunan uap air tersebut adalah air bersih yang sudah terpisah dari kontaminannya. Jenis destilasi yang dipakai dalam destilasi ini adalah jenis destilasi yang memakai kain sebagai absorbernya.  Untuk mempercepat proses destilasi, air terkontaminasi sebelumnya dimasukkan ke dalam kolektor air energi surya untuk dipanaskan. Dengan harapan, air yang sudah panas bila dimasukkan ke dalam alat destilasi dapat mempercepat proses penguapan. Dalam penelitian ini digunakan dua alat yaitu destilasi jenis absorber kain yang diberi variasi dengan penambahan kolektor dan reflektor sebagai alat penelitian dan destilasi jenis absorber kain tanpa kolektor dan reflektor sebagai pembanding. Pada penelitian ini dilakukan 5 variasi. Diantara 3 variasi debit yang dilakukan, efisiensi dan hasil destilasi tertinggi diperoleh oleh variasi 2 dengan debit 3 liter/jam yaitu dengan efisiensi sebesar 16% dan hasil efisiensi 1,35 liter. Hal ini menunjukkan bahwa alat destilasi ini mampu bekerja secara maksimal pada debit 3 liter/jam. Efisiensi tertinggi dihasilkan oleh variasi 5 yaitu destilasi kain dengan tambahan kolektor dan reflektor dengan luas reflektor 100% yaitu sebesar 20% diikuti dengan hasil destilasi tertinggi sebesar 1,4 liter. Jika pada variasi yang dilakukan memiliki nilai hkonveksi.  yang tinggi maka variasi tersebut memiliki nilai efisiensi dan hasil destilasi yang maksimal akibat tingginya temperatur kaca absorber dan temperatur absorber. Penambahan kolektor dan reflektor mengakibatkan hasil destilasi yang diperoleh menjadi lebih banyak.
DESTILASI AIR ENERGI SURYA KAIN BERSEKAT DENGAN KIPAS PENDINGIN KACA PENUTUP Joshua Abhimukti Yogarino; F.A. Rusdi Sambada
Retii Prosiding Seminar Nasional ReTII ke-13 2018
Publisher : Institut Teknologi Nasional Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Air mengandung berbagai macam mineral, tidak menutup kemungkinan air juga mengandung zat berbahaya di dalamnya. Air bersih yang terbebas dari kontaminasi dapat diperoleh dengan berbagai cara, salah satunya melalui proses destilasi. Destilasi dilakukan dengan dua proses utama, yaitu penguapan dan pengembunan. Penguapan memerlukan energi panas yang salah satu sumbernya adalah energi surya. Alat destilasi energi surya memiliki dua bagian utama, yaitu absorber sebagai peninjang proses penguapan dan penutup alat yang berfungsi untuk mengembunkan uap air. Penelitian ini bertujuan untuk meningkatkan efisiensi alat dengan memaksimalkan proses pengembunan pada model alat distilasi air energi surya jenis absorber kain bersekat. Pada model alat ini dilengkapi dengan Heat Exchanger (HE) untuk membatu proses penguapan dengan memanaskan terlebih dahulu air yang akan masuk ke absorber. Percobaan dilakukan selama 2 jam di dalam laboratorium Mekanika Fluida Universitas Sanata Dharma, dengan menambahkan kipas angin sebagai bentuk pendinginan pada kaca alat destilasi, serta menggunakan 6 buah lampu infrared sebagai pengganti energi panas matahari. Terdapat 3 variasi kecepatan angin  yang akan diuji yaitu 0 m/s, 2 m/s, dan 3.5 m/s. Debit air masuk alat destilasi ditetapkan sebesar 3 liter/jam. Hasil yang diperoleh bahwa dengan kecepatan angin 0 m/s, dapat menghasilkan air destilasi 0.4 liter dan efisiensi aktual 58%, diikuti dengan kecepatan angin 2 m/s sebesar 0.48 liter serta efisiensi aktual 71% dan kecepatan angin 3.5 m/s sebesar 0.47 liter dengan efisiensi aktualnya 69%.
PELATIHAN PEMROGRAMAN KOMPUTER MENGGUNAKAN VISUAL BASIC UNTUK SISWA SMK PL LEONARDO KLATEN Sambada, Rusdi; Sugiharto, Budi; Purwadianto, Doddy
ABDIMAS ALTRUIS: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol 6, No 1 (2023): April 2023
Publisher : Universitas Sanata Dharma

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24071/aa.v6i1.4247

Abstract

Pangudi Luhur Vocational School students are of productive and innovative age. So it is necessary to get additional knowledge to increase the power of creativity to face increasing competition. Computer Programming using Visual Basic is an effort to increase creativity. Visual Basic is integrated into Microsoft Excel software, almost always present on the computer. Computer programming is done to help with repetitive calculations, especially in the design of machine elements. It is hoped that vocational students will be more creative and develop according to the field to be occupied. In addition, the output targets for this service are training modules and submitting articles to community service journals
Peningkatan Efisiensi Distilasi Air Energi Surya Jenis Bak Menggunakan Pengapung Silinder Berkain Alexander Franclean; FA. Rusdi Sambada
Prosiding Vol 4 (2022): SNISTEK
Publisher : LPPM Universitas Putera Batam

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Basin type solar water distillation has a problem, namely low efficiency. One of the factors causing the low efficiency of basin type solar water distillation is the long evaporation process. The long evaporation process is caused by the large mass of water in the distillation bath. Enlarging the absorber area with materials with capillary properties, such as cloth, is one way to increase efficiency. Enlarging the absorber area can be done by adding a cloth cylinder float. This study aims to increase the efficiency of tub-type solar energy water distillation using a cylindrical cloth float. The study was conducted indoors using a distillation model with an area of ​​0.1 m2. As a solar energy simulator, heating lamps are used. The variables that varied in this study were the mass of water in the tub of 0.6 kg, 1 kg and 1.5 kg, and the number of cloth floats was 3, 6 and 12. Data were collected every 10 seconds for 2 hours using sensors and microcontrollers for each variation. The variables measured were absorber temperature, TA (°C), cover glass temperature, TK (°C) and the volume of water produced, m (litres). The results showed that the variation of the number of floats as many as 12 pieces with a mass of water in the tub as much as 0.6 kg produced the most distilled water, namely 99 ml for 2 hours or 0.47 litres/(hour.m2) with an efficiency of 42%