Ahyauddin Ahyauddin
Jurusan Kehutanan, Fakultas Pertanian, Universitas Jambi

Published : 2 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

MODEL ANALISI PRILAKU SOSIAL EKONOMI MASYARAKAT DESA PENYANGGA DALAM PEMANFAATAN LAHAN TAMAN NASIONAL KERINCI SEBLAT DI KECAMATAN KAYU ARO BARAT: The social economic behavior analysis model of the buffer village community in land utilization of Kerinci Seblat National Park in the Kayu Aro Barat District Fazriyas Fazriyas; Titi Elvia; Ahyauddin Ahyauddin
Jurnal Silva Tropika Vol. 5 No. 2 (2021): Jurnal Silva Tropika
Publisher : Fakultas Kehutanan Universitas Jambi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22437/jsilvtrop.v5i2.16308

Abstract

The purpose of this study to analyze the social economic model behavior in the land utilization of in the Kerinci Seblat National Park (TNKS). The sampling method in this study using the Snowball Sampling method and obtained in both villages as many as 50 respondents as the head of the family. This type of research uses quantitative and qualitative approaches. The data analysis technique in this research is multiple linear regression using primary and secondary data obtained through structured interviews (questionnaires) with farmer farmer respondents. The results of the analysis conducted show that social economic factors together have a significant effect.
Analisis Finansial Terhadap Produktivitas Getah dan Potensi Kayu Tanaman Karet dari Klon GT 1 dan Seedling di Kabupaten Sarolangun Ahyauddin Ahyauddin
JIM: Jurnal Ilmiah Mahasiswa Pendidikan Sejarah Vol 8, No 3 (2023): Juni, socio-economics, community law, cultural history and social issues
Publisher : Universitas Syiah Kuala

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24815/jimps.v8i3.25991

Abstract

Secara umum sebagian kawasan hutan di Kabupaten Sarolangun sudah dimanfaatkan oleh masyarakat terutama untuk aktivitas berkebun dan ladang. Jika kawasan hutan tersebut tidak diarahkan pada kebijakan yang konkrit dan terarah maka akan berdampak pada pengalihan fungsi kawasan hutan menjadi kawasan sektor perkebunan atau kegiatan perekonomian lainnya. Pengusahaan hutan tanaman rakyat diharapkan harus diarahkan untuk meningkatkan pemanfaatan hutan bagi industri perkayuan dan dapat menciptakan lapangan kerja. Tujuan utama dari penelitian ini adalah (1) Untuk mengetahui secara finansial usaha pada hutan tanaman rakyat karet sadap maupun tanaman karet tanpa (2). Untuk memperoleh skala usaha pengusahaan hutan tanaman rakyat pola tanam monokultur untuk tanaman karet sadap maupun tanaman karet tanpa sadap. Berdasarkan analisis finansial Net Present Value (NPV), Net B/C dan IRR pada tingkat bunga 5% berturut turut karet yang disadap mempunyai nilai sebesar Rp. 299.061.000; 7,54 dan 26.3%. sedangkan karet tanpa sadap mempunyai nilai negatif Rp.36.982.000; 0.59 dan tidak layak untuk diusahakan. Nilai pendapatan rata-rata tahunan (EAA) dan skala usaha karet sadap adalah sebesar Rp. 16.473.487 dengan skala usaha 3 ha. Dari penelitian ini dapat di sarankan: (1) Untuk pengusahaan karet tanpa sadap sebaiknya memilih bibit dari klon yang menghasilkan kualitas kayu lebih baik untuk memperoleh harga jual yang tinggi. (2) Disarankan pada tahun sebelum tanaman karet memproduksi lateks sebaiknya menanami lahan dengan tanaman palawija dan sayur-sayuran guna untuk optimalisasi penggunaan lahan dan memberikan nilai tambah pada petani.