Claim Missing Document
Check
Articles

Found 28 Documents
Search

Analisis Kebutuhan Standar Kompetensi Sumberdaya Manusia Pada Kesatuan Pengelolaan Hutan Produksi: Studi Kasus Pada KPHP Limau Unit VII Sarolangun Fazriyas Fazriyas; Bambang Irawan; Rezky Lasekti Wicaksono
Jurnal Sains Sosio Humaniora Vol. 2 No. 2 (2018): Volume 2, No (Issue) 2, Desember 2018
Publisher : LPPM Universitas Jambi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (157.81 KB) | DOI: 10.22437/jssh.v2i2.5959

Abstract

Kesatuan Pengelolaan Hutan Produksi (KPHP) Limau Sarolangun adalah salah satu KPH yang terdapat di Provinsi Jambi tepatnya di Kabupaten Sarolangun. Salah satu permasalahan mendasar yang dihadapi kelembagaan KPHP Limau Sarolangun sejak berbentuk UPTD tahun 2012 sampai tahun 2017 adalah ketersediaan sumberdaya manusia berbasis kompetensi yang sangat terbatas, baik secara kuantitatif maupun kualitatif. Selanjutnya berdasarkan SK Menteri Tenaga Kerja dan Transmigrasi No 63 Tahun 2013 bahwa sektor kehutanan harus memiliki standar kompetensi kerja nasional. Berdasarkan UU No 23 tahun 2014 tentang pemerintah daerah, bahwa mulai Tahun 2017 kewenangan pengelolaan hutan produksi sudah berada di bawah kewenangan pemerintah provinsi, maka semua KPHP di provinsi Jambi menjadi tanggung jawab Dinas Kehutanan Provinsi Jambi. Berdasarkan hasil survei terhadap status pegawai 34 pegawai KPHP Unit VIII (Limau) Sarolangun hanya 10 orang berstatus PNS (29,4%) dan 24 orang berstatus Non PNS (70,6%). Berdasarkan kondisi status dan kepangkatan dalam srutuktur kepegawaian UPTD KPHP Unit VII masih jauh dari yang ideal. Berdasarkan pengalamam pelatihan kepemimpinan hanya 1 orang telah mendapat diklatpim III. Mengacu kepada aturan ekselonisasi UPTD dan jenjang struktural maka ketersediaan SDM pada KPHP Unit VII saat ini masih banyak belum memenuhi aturan struktural. Pemenuhan standar kompetensi SDM KPHP sebagai sebuah Unit Pelaksana Teknis Dinas Kehutanan Provinsi Jambi masih belum memadai dalam mengisi struktur dan strutural organisiasi UPTD KPH. Standar kompetensi SDM KPHP Unit VII Hulu (Limau) dalam kegiatan manajemen, konservasi, budidaya dan pengolahan hasil hutan masih sangat terbatas dan belum memenuhi standar kompetensi. KPHP sebagai unit bisnis Dinas kehutanan Provinsi Jambi memerlukan SDM yang memiliki kompetensi dalam hal pemanfaatan hasil hutan, dan enterpreneurship. Untuk peningkatan SDM KPHP dalam memenuhi struktural organisasi KPH sebagai sebuah UPTD Dinas Kehutanan Provinsi Jambi maka pelatihan kepemimpinan dan kepangkatan perlu dipertimbangkan karena kondisi SDM yang ada saat ini belum memenuhi syarat eksenlonisasi. Untuk memenuhi Standar Kompetensi SDM Untuk KPHP menuju mandiri maka sangat banyak diperlukan kegiatan pelatihan, workshop, kursus yang berkaitan dengan kegiatan KPH.
MODEL ANALISI PRILAKU SOSIAL EKONOMI MASYARAKAT DESA PENYANGGA DALAM PEMANFAATAN LAHAN TAMAN NASIONAL KERINCI SEBLAT DI KECAMATAN KAYU ARO BARAT: The social economic behavior analysis model of the buffer village community in land utilization of Kerinci Seblat National Park in the Kayu Aro Barat District Fazriyas Fazriyas; Titi Elvia; Ahyauddin Ahyauddin
Jurnal Silva Tropika Vol. 5 No. 2 (2021): Jurnal Silva Tropika
Publisher : Fakultas Kehutanan Universitas Jambi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22437/jsilvtrop.v5i2.16308

Abstract

The purpose of this study to analyze the social economic model behavior in the land utilization of in the Kerinci Seblat National Park (TNKS). The sampling method in this study using the Snowball Sampling method and obtained in both villages as many as 50 respondents as the head of the family. This type of research uses quantitative and qualitative approaches. The data analysis technique in this research is multiple linear regression using primary and secondary data obtained through structured interviews (questionnaires) with farmer farmer respondents. The results of the analysis conducted show that social economic factors together have a significant effect.
Promoting Spatial Partnership and Community Perception for the Preservation of Orang Kayo Hitam Grand Forest Park (GFP) in Jambi Province, Indonesia Rosyani Rosyani; Fuad Mukhlis; Fazriyas Fazriyas; Neliyati Neliyati; Napitupulu Napitupulu; Addion Nizori; Heiko Faust
Indonesian Journal of Geography Vol 55, No 2 (2023): Indonesian Journal of Geography
Publisher : Faculty of Geography, Universitas Gadjah Mada

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22146/ijg.82692

Abstract

The Orang Kayo Hitam Grand Forest Park is located in Jambi Province, Indonesia, and is currently threatened by illegal logging and natural fire forest that has burned 7,984.78 hectares. Therefore, this research aims to improve community perceptions of the conservation function of the Orang Kayo Hitam. This can be achieved by providing conservation books on the Orang Kayo Hitam to the community, creating a demonstration video, and increasing community income through a partnership pattern by planting in utilization zones. The non-parametric statistical difference T-test was used, which involved a survey and training approach on 93 households living near the Grand Forest Park. This method was used to assess changes in the perception of the community after reading books, watching videos, and collaborating on counseling. The results showed that the perception of the community changed significantly after receiving knowledge from books and watching videos about the Grand Forest Park. There was also a shift in public perception regarding the use of the conservation zone at the Grand Forest Park location via collaboration counseling.
Kelayakan usaha tani Hutan Kemasyarakatan (HKM) pola monokultur dan agroforestri di Desa Air Terjun Kabupaten Kerinci Putri, Adela Salsabila; Ahyauddin, Ahyauddin; Fazriyas, Fazriyas; Nurmansah, Rahmad
ULIN: Jurnal Hutan Tropis Vol 8, No 1 (2024)
Publisher : Fakultas Kehutanan Universitas Mulawarman

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32522/ujht.v8i1.14535

Abstract

The Community Forest Area (HKm) of Air Terjun Village is an area that provides direct real benefits for farmers who are located around the community forest area and has natural wealth that can be developed to provide farmers with income for the family economy. This research was conducted in Air Terjun Village, Siulak District, Kerinci Regency. This research aims to determine the feasibility of a cinnamon monoculture business and a potato, coffee and cinnamon agroforestry business from the use of areas within community forests. Data collection was carried out using structured interviews using questionnaires. Determination of respondents was carried out using the Snowball method with data analysis using cost analysis, revenue analysis, income analysis, internal analysis of return and payback period analysis. The results of the research showed that the cultivation of cinnamon monoculture planting patterns and cinnamon, coffee and potato agroforestry in Air Terjun Village, Kerinci Regency had decent/profitable results. However, the profits and return on capital are faster in agroforestry planting patterns because the agroforestry planting pattern relies on 3 types of plants, whereas the monoculture planting pattern only relies on 1 type of plant.
AGROFORESTRI TEMBESU (Fagraea fragrans) BERBASIS KELAPA SAWIT DI KABUPATEN MUARO JAMBI Nursanti, Nursanti; Fazriyas, Fazriyas; Albayudi, Albayudi; Wulan, Cory
Jurnal Karya Abdi Masyarakat Vol. 1 No. 1 (2017): Jurnal Karya Abdi Masyarakat
Publisher : LPPM Universitas Jambi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (312.04 KB) | DOI: 10.22437/jkam.v1i1.3724

Abstract

Kelapa sawit (Elaeis guineensis) di Provinsi Jambi menjadi salah satu komoditas perkebunan yang memiliki trend pertumbuhan positif. Pada tahun 2015 luas areal kelapa sawit di Jambi sudah mencapai 559.697 ha dengan jumlah produksi 1.963.197 ton. Hal ini didukung oleh peningkatan konversi hutan menjadi kebun kelapa sawit di Jambi sehingga diperlukan upaya untuk mengurangi laju konversi dengan mengembangkan sistem agroforestri kompleks. Sistem agroforestri ini mampu menjadi alternatif yang prospektif untuk menyeimbangkan tujuan ekonomi sekaligus ekologi. Lahan kebun kelapa sawit sangat potensial untuk pengembangan tanaman sela (intercropping) sebagai tanaman campuran dalam pola agroforestrymisalnya dicampur dengan pohon tembesu (Fagraea fragrans).Tembesu merupakan salah satu jenis kayu andalan yang populer diSumatera Bagian Selatan (Sumatera Selatan, Jambi dan Lampung), memiliki nilai ekonomi dan nilai budaya yangtinggi bagi masyarakat lokal.Jenis tanaman hutan yang dipilih untuk kegiatan pengabdian ini adalah tembesu (Fagraea fragrans) dan kelapa sawit (Elaeis guinensis). Tembesu merupakan pohon penghasil kayu untuk tujuan kayu pertukangan dengan karakteristik kayu yang memiliki kelas kuat I-II dan kelas awet I sehingga bernilai ekonomi tinggi. Sedangkan kelapa sawit sebagai primadona tanaman perkebunan yang menjadi sumber penghasil devisa non migas. Kelompok Tani Sumber Rejeki dan Kelompok Tani Bintang Muda di Desa Mudung Darat, Kecamatan Maro Sebo, Kabupaten Muaro Jambi memiliki tanggapan positif terhadap kegiatan pengabdian ini. Hal ini terlihat dari sikap kebersamaan dalam mengambil keputusan dan mengkoordinasikan anggota untuk mempersiapkan kelancaran dalam kegiatan pengabdian yang akan dilaksanakan.
Pemanfatan Limbah Hasil Pengolahan Sumber Daya Alam Pesisir untuk Meningkatkan Pendapatan Masyarakat Sekitar Hutan Mangrove Pangkal Babu T, Rike Puspitasari; Paiman, Asrizal; Achmad, Eva; Fazriyas, Fazriyas; Anggraini, Riana
Jurnal Karya Abdi Masyarakat Vol. 2 No. 2 (2018): Jurnal Karya Abdi Masyarakat
Publisher : LPPM Universitas Jambi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1128.303 KB) | DOI: 10.22437/jkam.v2i2.6085

Abstract

Salah satu sentra pengahasil kelapa di Kabupaten Tanjung Jabung Barat adalah di Dusun Bahagia, Desa Tungkal I, Kecamatan Tungkal Ilir. Di Desa Tungkal I khususnya di Dusun Bahagia, sebagaian besar masyarakatnya berprofesi sebagai petani kelapa. Besarnya potensi kelapa yang dihasilkan, membuat limbah batok dan sabut kelapa tersedia melimpah dan belum dimanfaatkan secara maksimal. Limbah kelapa ini bisa diolah melalui teknologi sederhana menjadi produk briket arang dan cocopeat, sehingga diharapkan bisa menjadi salah satu tambahan kegiatan dan penghasilan dari masyarakat sekitar hutan mangrove Pangkal Babu. Kegiatan pengabdian ini diberikan kepada dua mitra yaitu kelompok tani bakau lestari dan kelompok tani wanita RT.08 Dusun Bahagia. Metode yang digunakan yaitu penyuluhan, demonstrasi, praktek dan evaluasi. Dari hasil kegiatan mitra telah memahami manfaat dari briket arang dan cocopeat serta mitra sudah terampil mengolah limbah batok dan sabut kelapa ini menjadi briket arang dan cocopeat. Kuantitas dan kualitas briket arang dan cocopeat yang dihasilkan masih perlu ditingkatkan lagi agar dapat meningkatkan perekonomian dan pendapatan rumah tangga mitra.
PPM Budidaya Lebah Madu Pada Wilayah KPHP Unit XIII Kabupaten Muaro Jambi Tamin, Rike Puspitasari; Fazriyas, Fazriyas; Hamzah, Hamzah; Albayudi, Albayudi; Anggraini, Riana
Jurnal Karya Abdi Masyarakat Vol. 4 No. 1 (2020): Jurnal Karya Abdi Masyarakat
Publisher : LPPM Universitas Jambi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (569.926 KB) | DOI: 10.22437/jkam.v4i1.9834

Abstract

Hasil hutan bukan kayu (HHBK) adalah sumberdaya hutan yang memiliki keunggulan komparatif dan paling bersinggungan langsung dengan masyarakat sekitar hutan. Beberapa jenis HHBK mempunyai nilai ekonomi yang tinggi, antara lain: rotan, madu, kemiri, gaharu, sutera alam, gondorukem, buah-buahan tropis dan lain-lain. Potensi HHBK yang ada dalam suatu kawasan hutan merupakan peluang usaha bagi masyarakat dalam pengelolaan hutannya, selain pemanfaatan kayu. Kawasan KPHP Unit XIII Muara Jambi memiliki potensi yang cukup besar untuk mengembangkan hasil hutan bukan kayu salah satunya madu. Kegiatan pengabdian kepada masyarakat yang dilakukan oleh Fakultas Kehutanan melibatkan mitra yaitu KPHP Unit XIII Kabupaten Muara Jambi, dimana lokasi kegiatan di Desa Danau Lamo Kecamatan Muara Sebo Kabupaten Muara Jambi. Tujuan dari kegiatan ini adalah untuk meningkatkan kemampuan mitra dalam teknik budidaya lebah madu sehingga bisa meningkatkan perekonomian masyarakat di sekitara kawasan hutan KPHP Unit XIII Muara Jambi. Tahapan kegiatan ini meliputi : pengurusan izin ke pihak KPHP Unit XIII Muara Jambi, Kepala Desa Dusun Lamo Kecamatan Muara Sebo Kabupaten Muara Jambi dan Kelompok Tani Madu Sejahtera; kegiatan penyuluhan dengan materi berjudul “Pelatihan Peningkatan Kemampuan Masyarakat Dalam Budidaya Lebah Madu”; pembuatan demplot budidaya lebah madu; dan evaluasi diakhir kegiatan. Hasil dari kegiatan ini yaitu mitra telah memiliki peningkatan ketrampilan dalam budidaya lebah madu.
Pemanfaatan Limbah Organik Untuk Kompos Pada Wilayah KPHP Unit XIII Kabupaten Muara Jambi Tamin, Rike Puspitasari; Fazriyas, Fazriyas; Hamzah, Hamzah; Albayudi, Albayudi
Jurnal Karya Abdi Masyarakat Vol. 4 No. 3 (2020): Jurnal Karya Abdi Masyarakat
Publisher : LPPM Universitas Jambi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1326.56 KB) | DOI: 10.22437/jkam.v4i3.11586

Abstract

Berdasarkan data Balai Pemantapan Kawasan Hutan Pangkal Pinang Tahun 2017 bahwa sebagian besar masyarakat yang bertempat tinggal di dalam kawasan KPHP Unit XIII adalah sebagai petani (65,08%), dimana 83% masyarakat tersebut memiliki luas lahan di dalam kawasan hutan seluas 0-2 hektar dan 17% sebesar 2,1-4 Ha. Lahan masyarakat tersebut sebagian besar ditanami kelapa sawit (41%), cokelat (18%), padi (11%), dan sisanya merupakan jenis tanaman pertanian lainnya. Besarnya potensi limbah organik yang dihasilkan dari kegiatan bertani dan berkebun yang dilakukan oleh masyarakat maupun perusahaan (kelapa sawit dan HTI) merupakan satu hal yang dapat dimanfaatkan oleh petani/masyarakat untuk dijadikan pupuk hayati yaitu pupuk kompos. Kegiatan pengabdian kepada masyarakat yang dilakukan oleh Fakultas Kehutanan melibatkan mitra yaitu KPHP Unit XIII Kabupaten Muara Jambi yang berada di Desa Sungai Gelam. Tujuan dari kegiatan ini adalah untuk meningkatkan kemampuan mitra dalam pembuatan kompos sehingga bisa meningkatkan perekonomian masyarakat di sekitar kawasan hutan KPHP Unit XIII Muara Jambi. Tahapan kegiatan ini meliputi : pengurusan izin; kegiatan penyuluhan dengan materi berjudul “Pelatihan Pembuatan Kompos”; pembuatan demplot pembuatan kompos; dan evaluasi diakhir kegiatan. Hasil dari kegiatan ini yaitu mitra telah memiliki peningkatan ketrampilan dalam pembuatan kompos.
Enhancing Honey Production and Packaging in Jujun Village: A Strategic Approach to Kickstart Marketing Initiatives Irawan, Bambang; Fazriyas, Fazriyas; Tamin, Rike Puspitasari; Anggraini, Riana; Ulfa, Maria
Jurnal Karya Abdi Masyarakat Vol. 7 No. 1 (2023): Jurnal Karya Abdi Masyarakat
Publisher : LPPM Universitas Jambi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22437/jkam.v7i1.21740

Abstract

Honey is a valuable non-timber forest product widely consumed by communities, with those living near forests sourcing it both from the wild and cultivation. Jujun Village, supported by the Faculty of Agriculture at Jambi University, received assistance in honeybee farming through the Wira Desa program from the Department of Forestry in 2021. As a new venture, continued support was needed to strengthen its potential as an alternative economic source. This study aims to address the challenges of honey farming in Jujun through three main activities: (1) evaluating and strengthening beehive positioning based on natural forage availability to ensure consistent production; (2) improving group members’ skills in honey production and harvesting; and (3) enhancing packaging to facilitate market access. The program, conducted from March to August 2022, followed three phases: socialization, demonstration, and mentoring. Results showed significant improvements in participants' understanding of honey production, harvesting safety, product quality, and packaging. These advancements are expected to ensure the sustainability of honey farming, providing a stable livelihood for the community, especially honey farmers in Jujun Village
Analisis Faktor-faktor yang Mempengaruhi Persepsi dan Partisipasi Masyarakat dalam Program Pemulihan Ekosistem Tahura Orang Kayo Hitam Br Ginting, Nurhikmah Mila; Marwoto, Marwoto; Fazriyas, Fazriyas
Jurnal Ilmiah Universitas Batanghari Jambi Vol 25, No 1 (2025): Februari
Publisher : Universitas Batanghari Jambi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33087/jiubj.v25i1.5541

Abstract

This study analyzes the factors influencing community perception and participation in the ecosystem restoration program of Orang Kayo Hitam Forest Park (Tahura). Employing a mixed-methods approach, the research combines quantitative surveys (n=300) with in-depth interviews (n=30) of community members surrounding the Tahura. Exploratory factor analysis identified five main factors affecting community perception: ecological knowledge, socio-economic benefits, institutional trust, social norms, and previous conservation experience. Regression and path analyses revealed a significant relationship between perception and levels of community participation. The study underscores the importance of a holistic approach to community-based conservation area management, considering ecological, socio-economic, and institutional aspects. Practical implications include the development of environmental education programs, sustainable economic incentive schemes, and co-management systems that involve communities throughout the entire Tahura management cycle.