Ahmad Suyanto
Universitas Negeri Surabaya

Published : 2 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

PENGEMBANGAN BUKU TEMATIK BERBASIS KEARIFAN LOKAL UNTUK MENINGKATKAN KEMAMPUAN MENGGUNAKAN METAFORA BAHASA INDONESIA DALAM MENULIS PUISI SISWA KELAS VI SEKOLAH DASAR Ahmad Suyanto
Jurnal Review Pendidikan Dasar : Jurnal Kajian Pendidikan dan Hasil Penelitian Vol. 3 No. 2 (2017): Vol. 3 No. 2 Mei 2017
Publisher : Universitas Negeri Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26740/jrpd.v3n2.p451-458

Abstract

ABSTRAKTujuan umum penelitian ini adalah mengembangkan buku tematik berbasis kearifan lokal untuk meningkatkan kemampuan menggunakan metafora bahasa Indonesia dalam menulis puisi. Metafora bahasa Indonesia disisipkan pada prosa yang sudah ditentukan, misalnya prosa Melestarikan Budaya Sayan dan Tongklek. Di dalam prosa tersebut terdapat beberapa metafora bahasa Indonesia yang dapat digunakan untuk memperindah puisi. Penelitian ini termasuk jenis penelitian pengembangan dengan Four-D Model, namun pada tahap-tahapnya dibatasi sampai pada tahap pengembangan. Sedangkan pendekatan yang digunakan adalah pendekatan kualitatif dan kuantitatif atau diistilahkan dengan Mixed. Mixed merupakan salah satu wujud perkembangan metode penelitian yang memanfaatkan kekuatan metode penelitian kualitatif dan kuantitatif sekaligus (Creswell, 2014:204). Hasil penelitian ini dapat diperhatikan dari tiga tahap. Tahap pertama pendefinisian. Tahap ini meliputi analisis awal-akhir, analisis siswa, analisis konsep, analisis tugas, dan analisis tujuan pembelajaran. Tahap kedua perancangan meliputi penulisan dan penyususun buku tematik draf I dan validasi buku draf I. Tahap ketiga pengembangan yang meliputi: revisi hasil validasi draf I, validasi buku draf II, revisi hasil validasi draf II, uji coba terbatas, uji coba luas, revisi draf III, dan model akhir buku (draf IV). Dari tahap pengembangan buku diperoleh penilaian dari masing-masing validator, yaitu komponen materi mendapat persentase 100%,  komponen penyajian dengan persentase 95%, komponen kebahasaan dengan persentase 100% dan komponen kegrafikaan dengan persentase 100% dan semua komponen mendapat kategori sangat layak. Kualitas buku dari segi penggunaannya diperoleh dari data aktivitas guru, yaitu dengan persentase 100%, respon guru 100%, aktivitas siswa 99,1%, respon siswa 87,9% serta hasil belajar siswa kelas VI-D SDIT Al Uswah Tuban mengalami peningkatan 17 point dari rata-rata nilai pre-tes 76 menjadi rata-rata 94 saat pos-tes. Sedangkan di kelas   VI-A data aktivitas guru mendapat persentase 100%, respon guru 100%, aktivitas siswa 100%, respon siswa 92,7%, serta hasil belajar siswa mengalami peningkatan 18 point dari rata-rata nilai pre-tes 70 menjadi rata-rata 88 saat pos-tes.Kata Kunci: Pengembangan Buku Tematik, Kearifan Lokal, Kemampuan Menggunakan Metafora Bahasa Indonesia dalam Menulis Puisi
VALUE-BASED GLOBAL LEADERSHIP MODEL, “ING NGARSA SUNG TULADHA”: A LITERATURE REVIEW OF THE RELEVANCE OF KI HAJAR DIWANTARA’S THOUGHTS IN THE GLOBAL ERA Ahmad Suyanto; Vita Fitriatul Ulya; Ganes Gunansyah; Neni Mariana
Leadership:Jurnal Mahasiswa Manajemen Pendidikan Islam Vol 7 No 1 (2025): Desember
Publisher : STAI Ma'had Aly Al-Hikam Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32478/leadership.v7i1.4671

Abstract

The glocalization of education presents a paradox between global standardization and the preservation of local identity in schools. Elementary education leadership is required to be adaptive to global dynamics without losing local cultural roots. This study aims to reconstruct a glocal leadership model based on the value of ing ngarsa sung tuladha in the thoughts of Ki Hajar Dewantara through a library research approach. Primary data were obtained from 25 reputable international and national journal articles indexed Q1, Q2, Sinta 1, Sinta 2 which were analyzed using thematic analysis and conceptual synthesis. The results of the study indicate that Ki Hajar Dewantara's exemplary principles have epistemological compatibility with the concept of glocalization which emphasizes the integration of global and local values in educational leadership practices. This study produces a Glocal leadership model GLOKADIG that integrates humanist digital exemplary behavior, value-based adaptive leadership, and glocal community involvement. Keywords: Glocalization; Educational Leadership; Ing Ngarsa Sung Tuladha; Ki Hajar Dewantara; Digital Role Model.   Abstrak Glokalisasi pendidikan menghadirkan paradoks antara standarisasi global dan pelestarian identitas lokal di sekolah. Kepemimpinan pendidikan dasar dituntut adaptif terhadap dinamika global tanpa kehilangan akar budaya lokal. Penelitian ini bertujuan merekronstruksi model kepemimpinan glokal berbasis nilai ing ngarsa sung tuladha dalam pemikiran Ki Hajar Dewantara melalui pendekatan penelitian kepustakaan. Data primer diperoleh dari artikel jurnal internasional dan nasional bereputasi yang berjumlah 25 artikel jurnal terindeks Q1, Q2, Sinta 1, Sinta 2 yang dianalisis menggunakan analisis tematik dan sintesis konseptual. Hasil kajian menunjukkan bahwa prinsip keteladanan Ki Hajar Dewantara memiliki kesesuaian epistemologis dengan konsep glokalisasi yang menekankan integrasi nilai global dan lokal dalam praktik kepemimpinan pendidikan. Penelitian ini menghasilkan model kepemimpinan Glokal GLOKADIG yang mengintegrasikan keteladanan digital humanis, kepemimpinan adaptif berbasis nilai, dan keterlibatan komunitas glokal. Kata kunci: Glokalisasi; Kepemimpinan Pendidikan; Ing Ngarsa Sung Tuladha; Ki Hajar Dewantara; Keteladanan Digital.