Herri Junius Nge
Unknown Affiliation

Published : 2 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

OLIGARKI PARTAI POLITIK DALAM REKRUTMEN CALON KEPALA DAERAH Herri Junius Nge
Jurnal Academia Praja Vol 1 No 01 (2018): Academia Praja : Jurnal Ilmu Politik, Pemerintahan, dan Administrasi Publik
Publisher : Universitas Jenderal Ahmad Yani

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (317.889 KB) | DOI: 10.36859/jap.v1i01.42

Abstract

Penelitian ini ingin menganalisis oligarki partai politik dalam penentuan calon kepala daerah yang berdampak munculnya calon tunggal pada Pemilukada Kabupaten Landak tahun 2017. Teori yang digunakan adalah konsep oligarki yang dikemukakan oleh Jefrry A Winters. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah kualitatif degan jenis penelitian studi kasus. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kasus munculnya oligarki partai dalam penentuan calon Kepala Kepala Daerah pada Pemilukada Kabupaten Landak tahun 2017 disebabkan oleh 1) Kekuasaan berdasarkan hak politik formal; DPP sebagai struktur tertinggi dalam organisasi partai politik, memiliki kewenangan besar dan mutlak dalam menentukan dan memutuskan calon yang kepala daerah; 2) Jabatan resmi dalam organisasi; DPP memiliki legitimasi yang kuat dari aturan perundangan sehingga memiliki kewenangan mengatur; 3) Kekuasaan pemaksaan/koersif; DPP partai memiliki kekuasaan memaksa DPD dan DPC untuk melaksanakan keputusan dan memberikan sanksi kepada struktur partai ditingkat bawah yang tidak patuh pada keputusan partai; 4) Kekuasaan mobilisasi; DPP memiliki kemampuan mobilisasi struktur partai untuk melaksanakan kebijakan yang telah diputuskan oleh DPP melalui instruksi; dan 5) Kekuasaan material; DPP memiliki sumber daya yang besar, sehingga dapat mempengaruhi struktur partai di tingkat bahwa dalam penentuan calon yang diusung
PERUBAHAN PERILAKU PEMILIH PADA PEMILIHAN UMUM DEWAN PERWAKILAN RAKYAT DAERAH (DPRD) KABUPATEN SAMBAS TAHUN 2019 Herri Junius Nge; Asmadi Asmadi
Jurnal Academia Praja Vol 2 No 02 (2019): Academia Praja : Jurnal Ilmu Politik, Pemerintahan, dan Administrasi Publik
Publisher : Universitas Jenderal Ahmad Yani

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (126.54 KB) | DOI: 10.36859/jap.v2i02.122

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis perilaku pemilih pada pemilihan umum Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Sambas Tahun 2019. Teori yang digunakan dalam menganalisis permasalahan ini adalah teori Nursal (2004:54) tentang pendekatan dalam melihat perilaku pemilih, yaitu pendekatan sosiologis, psikologis dan rasional. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah kualitatif, dengan jenis penelitian deskriptif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa perilaku pemilih pada pemilu tahun 2019 di Kabupaten Sambas khususnya dalam pemilihan anggota DPRD menunjukkan perubahan, yaitu bergesernya pemilih sosiologis dan psikologis ke pemilih rasional. Kendati perubahan ini tidak signifikan, tetapi terdapat kecenderungan bahwa dalam menjatuhkan pilihannya kepada calon anggota legislative (Caleg) masyarakat sudah mempertimbangkan untung rugi melalui program kerja yang ditawarkan, serta janji politik yang dinilai dapat diwujudkan oleh Caleg tersebut apabila terpilih. Tampilnya figure baru di lembaga DPRD Kabupaten Sambas dengan latar belakang etnis, usia dan profesi yang berbeda menjadi bukti bahwa masyarakat dalam menjatuhkan pilihannya terlebih dahulu melihat track record Caleg sebelum mencalonkan diri sebagai Caleg. Perubahan perilaku ini disebabkan oleh adanya harapan kepada figure baru sebagai akumulasi kekecewaan terhadap anggota DPRD sebelumnya. Di samping itu, perkembangan media sosial menjadikan masyarakat semakin rasional dalam memilih. Kendati demikian, tidak dapat dipungkiri hadirnya wajah baru di DPDR Kabupaten Sambas juga tidak terlepas dari faktor sosiologis, seperti faktor kekerabatan.