Josepin Kevina Inka Wijaya
Fakultas Kedokteran, Universitas Lampung

Published : 2 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Periodik Paralisis Hipokalemia pada Pria 29 Tahun Josepin Kevina Inka Wijaya; Nabila Nuranjumi
Jurnal Penelitian Perawat Profesional Vol 4 No 1 (2022): Februari 2022, Jurnal Penelitian Perawat Profesional
Publisher : Global Health Science Group

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37287/jppp.v4i1.761

Abstract

Paralisis periodik hipokalemia adalah bentuk yang paling umum dari kelumpuhan periodik. Meskipun prevalensi pastinya tidak diketahui, periodik paralisis hipokalemiadiperkirakan mempengaruhi 1 dari 100.000 orang. Kondisi tersebut terjadi tiga sampai empat kali lebih sering terjadi pada pria daripada wanita. Data berasal dari autoanamnesis, pemeriksaan fisik, dan pemeriksaan penunjang. Tujuan penelitian ini untuk mengidentifikasi faktor risiko, mendiagnosis dan memberikan tatalaksana secara tepat pada pasien dengan kecurigaan periodik paralisis hipokalemia sehingga mencegah teradi komplikasi. Studi yang dilakukan yaitu case report . Hasil penelitian ini yaitu berdasarkan anamnesis, pemeriksaan fisik dan pemeriksaan penunjang dapat ditegakkan diagnosis periodik paralisis hipokalemia sesuai dengan pedoman diagnosis periodik paralisis hipokalemia. Setelah diberikan terapi yang sesuai pada pasien terjadi perbaikan kadar kalium menjadi normal.
Periodik Paralisis Hipokalemia pada Pria 29 Tahun Josepin Kevina Inka Wijaya; Nabila Nuranjumi
Jurnal Penelitian Perawat Profesional Vol 4 No 1 (2022): Februari 2022, Jurnal Penelitian Perawat Profesional
Publisher : Global Health Science Group

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37287/jppp.v4i1.761

Abstract

Paralisis periodik hipokalemia adalah bentuk yang paling umum dari kelumpuhan periodik. Meskipun prevalensi pastinya tidak diketahui, periodik paralisis hipokalemiadiperkirakan mempengaruhi 1 dari 100.000 orang. Kondisi tersebut terjadi tiga sampai empat kali lebih sering terjadi pada pria daripada wanita. Data berasal dari autoanamnesis, pemeriksaan fisik, dan pemeriksaan penunjang. Tujuan penelitian ini untuk mengidentifikasi faktor risiko, mendiagnosis dan memberikan tatalaksana secara tepat pada pasien dengan kecurigaan periodik paralisis hipokalemia sehingga mencegah teradi komplikasi. Studi yang dilakukan yaitu case report . Hasil penelitian ini yaitu berdasarkan anamnesis, pemeriksaan fisik dan pemeriksaan penunjang dapat ditegakkan diagnosis periodik paralisis hipokalemia sesuai dengan pedoman diagnosis periodik paralisis hipokalemia. Setelah diberikan terapi yang sesuai pada pasien terjadi perbaikan kadar kalium menjadi normal.