Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

PENGAYAAN SENJATA NUKLIR SEBAGAI MODAL EKONOMI KOREA UTARA Theofilus Jose Setiawan; Maria Sukmaniara; Jain Komboy; Darynaufal Mulyaman
Dinamika Global : Jurnal Ilmu Hubungan Internasional Vol 6 No 02 (2021): Dinamika Global : Jurnal Ilmu Hubungan Internasional
Publisher : Universitas Jenderal Ahmad Yani

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36859/jdg.v6i2.640

Abstract

The purpose of the paper is to analyze North Korea's efforts to obtain economic capital through the enrichment of nuclear weapons amid the various sanctions imposed on it. This paper uses a constructivism approach in accordance in term of give arguments regarding North Korea's struggle to gain economic capital is an all-out struggle. Since the communist regime took control of North Korea, North and South Korea have continued to conflict to this day. Supported by the Soviet Union and aided by China during the Cold War era, North Korea was still able to survive. However, after the collapse of the Soviet Union and China's lack initiatives from helping North Korea, the North Korean economy worsened. In this paper, we found that North Korea used its nuclear capability as a bargaining chip to get what it wanted, especially for economic reasons.
Pendekatan Behavioralisme dan Kendala Perundingan Indonesia-Korea Comprehensive Economic Partnership Agreement (IK-CEPA) Achmad Ismail; Darynaufal Mulyaman
Jurnal ISIP: Jurnal Ilmu Sosial dan Ilmu Politik Vol. 15 No. 2 (2018): Jurnal ISIP: Jurnal Ilmu Sosial dan Ilmu Politik
Publisher : Institute of Social and Political Science Jakarta (Institut Ilmu Sosial dan Ilmu Politik Jakarta - IISIP Jakarta)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36451/jisip.v15i2.563

Abstract

Indonesia dan Korea Selatan sepakat menginisiasi pembicaraan perundingan IK-CEPA pada 2011 untuk meningkatkan hubungan dagang dan investasi yang lebih komprehensif. Sayangnya, pembicaraan perundingan ini terkendala dan tidak jelas nasibnya. Penelitian ini mencoba menelaah penyebab kendala pembicaraan perundingan IK-CEPA. Beberapa penelitian terdahulu serupa lainnya, membahas penurunan kerjasama perdagangan Indonesia-Korea dan IK-CEPA sebagai salah satu solusinya, namun tetap terjadi kendala. Penelitian ini berusaha menjawab fenomena tersebut melalui pendekatan behavioralisme, yang mana perilaku aktor dan interaksinya dapat dijelaskan berdasarkan data-data statistik serta pernyataan resmi pemerintah Indonesia dan Korea. Penelitian ini menggunakan metode causal process tracing yang menjadi metode pada penelitian ini. Selanjutnya, penelitian ini berkesimpulan bahwa sikap pemerintah Indonesia dan Korea Selatan dalam perundingan IK-CEPA berbanding lurus dengan statistik perdagangan antara Indonesia dan Korea Selatan.