Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Upaya Pengelolaan Dan Upaya Pemantauan Lingkungan Pada Lahan Yang Diakibatkan Oleh Kegiatan Penambangan Batubara Tri Budi Amperadi; Sundoyo Sundoyo
Jurnal Magrobis Vol. 16 No. 1 (2016)
Publisher : Agriculture Faculty, University of Kutai Kartanegara, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Tujuan dari penyelidikan upaya-upaya pengelolaan dan pemantauan lingkungan adalah mengetahui tahapan-tahapan rencana kegiatan penambangan batubara sejak dari tahap persiapan, tahap operasi hingga tahap pasca operasi, komponen-komponen lingkungan yang diperkirakan akan terkena dampak, serta upaya-upaya pengelolaan dan pemantauan lingkungan yang berkenaan dengan kualitas lahan yang diakibatkan aktifitas penambangan .Tahapan penelitian, metode dan hasil yang diharapkan berupa studi pendahuluan : studi pustaka, analisis peta geologi, peta rupa bumi, citra landsat dan Reconnaissance, kunjungan lokasi terpilih dan representatif, inventaris data yang akan di-ambil. Tahap pelaksanaan penelitian berupa pengamatan litologi, peng-ukuran, pengambilan contoh batubara, pengamatan ling-kungan, wawancara, dokumentasi, penelitian laboratorium, pengambilan data sekunder dan tahap Pembuatan LaporanPengusahaan pertambangan karena sifat kegiatannya pada dasarnya selalu menimbulkan perubahan pada alam lingkungannya. Dibalik perubahan pada alam dan lingkungannya, suatu kenyataan pula bahwa usaha pertambangan telah berhasil meningkatkan kesejahteraan manusia dengan menyediakan bahan baku untuk industri, energi dan lain lain. Rencana upaya pengelolaan dan pemantauan lingkungan adalah mengetahui tahapan-tahapan rencana kegiatan penambangan batubara sejak dari tahap persiapan, tahap operasi hingga tahap pasca operasi. Reklamasi pada lahan paska tambang yang lebih menguntungkan adalah dengan menanam tanaman produksi, sesuai dengan Peta RTRW Kabupaten Kutai Kartanegara.Kata Kunci : Pengelolaan, pemantauan, lahan Tambang, Reklamasi, lingkungan
Analisis Pengaruh Beban Kerja Dan Kepuasan Kerja Terhadap Retensi Karyawan Dengan Burnout Di Rumah Sakit Adam Talib Cikunir Inne Bunga Heliana; Cicilia Widiyaningsih; Sundoyo Sundoyo
Jurnal Manajemen dan Administrasi Rumah Sakit Indonesia (MARSI) Vol 10, No 2 (2026): Jurnal Manajemen dan Administrasi Rumah Sakit Indonesia (MARSI)
Publisher : LPPM Universitas Respati Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52643/marsi.v10i2.8510

Abstract

ABSTRAK Latar Belakang : Rumah sakit menghadapi tantangan dalam mempertahankan tenaga kerja akibat beban kerja tinggi, kepuasan kerja rendah, dan burnout, yang dapat menurunkan performa serta meningkatkan turnover karyawan. Burnout sering menjadi perantara antara beban kerja dan rendahnya retensi karyawan, sementara kepuasan kerja berperan dalam meningkatkan loyalitas. Penelitian ini dilakukan di Rumah Sakit Adam Talib Cikunir yang mengalami peningkatan turnover, dengan tujuan menganalisis pengaruh beban kerja dan kepuasan kerja terhadap retensi karyawan, serta peran burnout sebagai variabel mediasi. Tujuan Penelitian : Untuk mengetahui pengaruh beban kerja dan kepuasan kerja terhadap retensi karyawan dengan burnout di rumah sakit adam talib cikunir. Metode Penelitian : Metode pada penelitian ini menggunakan descriptive kuantitatif dengan pendekatan Purposive Sampling sebanyak 58 karyawan di Rumah Sakit Adam Talib Cikunir, Instrument yang digunakan adalah pengambilan data dengan cara kuisioner tertutup yang di berikan kepada seluruh karyawan di Rumah Sakit Adam Talib Cikunir, analisis bivariat menggunakan Uji chi square. Hasil Penelitian : Berdasarkan penelitian terhadap 58 karyawan Rumah Sakit Adam Talib Cikunir, ditemukan bahwa retensi karyawan mayoritas berada pada kategori sedang (48,2%) dan tinggi (46,6%). Beban kerja sebagian besar sedang (56,9%), sementara kepuasan kerja cenderung tinggi (50,0%). Burnout lebih banyak terjadi pada tingkat rendah (56,9%), namun faktor eksternal, seperti kelelahan emosional dan fisik, lebih dominan dalam mempengaruhi burnout dibandingkan faktor internal. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat hubungan antara beban kerja dan retensi karyawan, dengan nilai p = 0,000 (< 0,05), yang mengindikasikan bahwa beban kerja tinggi cenderung menurunkan retensi karyawan. Begitu pula, kepuasan kerja memiliki hubungan signifikan dengan retensi karyawan (p = 0,000), di mana kepuasan kerja yang lebih tinggi meningkatkan retensi. Sementara itu, hubungan antara beban kerja dan burnout tidak signifikan secara statistik (χ² = 3.379, p = 0.066), demikian juga hubungan antara kepuasan kerja dan burnout (χ² = 1.724, p = 0.189). Burnout juga tidak secara langsung memoderasi hubungan antara beban kerja dan retensi (p = 0.202), tetapi secara signifikan memoderasi hubungan antara kepuasan kerja dan retensi (p = 0,000). Temuan ini menegaskan bahwa pengelolaan beban kerja dan tingkat burnout sangat penting dalam menjaga kepuasan dan retensi karyawan. Kesimpulan dan Saran : Diharapkan rumah sakit meningkatkan Manajemen rumah sakit, penghargaan dan apresiasi karyawan seperti bonus, tunjangan, penghargaan berbasis kinerja agar beban kerja karyawan dapat terkontrol, kepuasan kerja meningkat, sehingga retensi karyawan dan burnout meningkat. Kata Kunci : Beban kerja, Kepuasan Kerja, Burnout, Retensi Karyawan