Claim Missing Document
Check
Articles

Found 4 Documents
Search

ISU TERKINI DALAM PENDIDIKAN GIZI Sofyawati D. Talibo
JOURNAL HEALTH AND NUTRITIONS Vol 1, No 2 (2015): Health and Nutritions
Publisher : Jurusan Gizi Politeknik Kesehatan Gorontalo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52365/jhn.v1i2.13

Abstract

Pendidikan gizi didefinisikan sebagai sebuah kombinasi dari desain strategi pendidikan untuk memudahkan konsumen melakukan pemilihan makanan yang berkaitan dengan gizi dan perilaku kesehatan yang baik. Pendidikan gizi ditujukan melalui perilaku dan keterlibatan aktivitas individu, masyarakat dan kebijakan dalam pendidikan gizi. Kombinasi dari strategi pendidikan menekankan banyak faktor yang mempengaruhi perilaku, pendidikan gizi harus menggunakan beberapa strategi pendidikan dan mempelajari pengalaman-pengaruh perilaku tersebut, faktor pemilihan makanan, dan diet untuk memudahkan perubahan diet. Pendidikan gizi fokus pada peningkatan kesehatan dan memudahkan untuk mendapatkan solusi. Ada banyak cara untuk mengetahui makanan bergizi dan cara memperoleh makanan tersebut. Hanya dengan informasi saja tidak cukup. Akan tetapifaktor biologis, budaya dan faktor emosional dan psikologis membantu orang tentang pemilihan makanan yang baik. Pemilihan makanan adalah implikasi dari pendidikan gizi yang berkaitan dengan faktor makanan, manusia dan lingkungan. Kata Kunci : Pendidikan, Gizi
GAMBARAN PERILAKU IBU TENTANG PEMBERIAN MP ASI DINI DENGAN STATUS GIZI BALITA DI DESA BONGOIME KECAMATAN TILONGKABILA KABUPATEN BONE BOLANGO Sofyawati D. Talibo
JOURNAL HEALTH AND NUTRITIONS Vol 1, No 1 (2015): Health and Nutritions
Publisher : Jurusan Gizi Politeknik Kesehatan Gorontalo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52365/jhn.v1i1.8

Abstract

Makanan pendamping Air Susu Ibu adalah makanan atau minuman yang mengandung zat gizi, yang diberikan kepada bayi atau anak usia 6-24 bulan guna memenuhi kebutuhan gizi selain dari ASI. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui gambaranperilaku ibu tentang pemberian MP ASI dini dengan status gizi balita di Desa Bongoime Kecamatan Tilongkabila Kabupaten Bone Bolango. Metode penelitian yang digunakan survey deskriptif dengan rancangan survey cross sectional. Populasi sebanyak 150 orang dan sampel sebanyak 109responden ibu yang mempunyai anak balita, menggunakan Stratified random sampling. Variabel bebas yaitu perilaku ibu tentang pemberian MP ASI Dinidan variabel terikat yaitu status gizi.Pengumpulan data dilakukan dengan menggunakan angket. Hasil didapatkan adalahperilakuibu memberikan makanan pendamping ASI pada anaknya kurang dari 6 bulan sejumlah 50 orang (45, 87%), status gizi baik balita baik sejumlah 48 orang (44.04%), dan status gizi kurang balita sejumlah 61 orang (55.96%). Kesimpulan; Sebagian besar ibu memberikan makanan pendamping ASI pada anaknya kurang dari 6 bulan (45,8%) dan status gizi balita sebagian besar kurang (55,96% Kata Kunci: Prilaku, MP-ASI, Status Gizi
TINGKAT PENERIMAAN DAN NILAI GIZI NUGGET IKAN CAKALANG DENGAN PENAMBAHAN DAUN BAYAM HIJAU Nur Iin Bumulo; Novian Swasono Hadi; Denny Indra Setiawan; Indra Domili; Sofyawati D. Talibo
JOURNAL HEALTH AND NUTRITIONS Vol 7, No 2 (2021): Health and Nutritions
Publisher : Jurusan Gizi Politeknik Kesehatan Gorontalo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52365/jhn.v7i2.456

Abstract

 Skipjack  is a medium-sized fish from the skombride family and  the only species from katsuwonus genus, and it contains macro and micro minerals contain  needed by body. The minerals in skipjack includes K, Na, Ca, Fe, Cu, and Zn. Also, the fish contains good nutrientl content such as omega-3, omega-6, iron, vitamin A, D, E, B1, B6 and C. This research aims at finding out the preference level and nutritional value of skipjack nuggets with the addition of green spinach leaves for 10gr, 20gr and  30gr. Method applied in the research is organoleptic test with Friedman test and Wilcoxon test. The research data are collected by using  organoleptic test. The results of preference level indicated that the most preferred test by panelist is treatment I with average value of 2.88,  the most preferred aroma of skipjack nugget by panelist is in  treatment 2 with average value of 2.92,  the most preferred texture of skipjack nugget by panelist is in  treatment 2 with average value of 2.92 and the highest nutritional value  found in treatment 3 with value of  4.8 for energi,  0.27 for protein,   0.12 for fat and  0.87 for carbohydrate. To sum up, the most preferred skipjack nugget, reviewed from taste, color, aroma and texture, is in treatment2 (addition of 10 grams of skipjack. Ikan cakalang adalah ikan berukuran sedang dari familia skombride (tuna) satu-satunya spesies dari genus katsuwonus.Ikan cakalang memiliki kandungan mineral makro dan mikro yang sangat dibutuhkan oleh tubuh. Jenis mineral yang terkandung dalam ikan cakalang yaitu K, Na, Ca, Fe, Cu, dan Zn dan ikan cakalang memiliki kandungan gizi yang baik di antaranya omega-3, omega-6, zat besi, vitamin A, D, E, B1, B6 dan C. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui tingkat penerimaan dan nilai gizi nugget ikan cakalang dengan penambahan daun bayam hijau 10gr, 20gr, 30gr. Metode penelitian yang digunakan yaitu uji organoleptik dengan uji friedman test/perengkingan dan uji Wilcoxon. Pengumpulan data dilakukan dengan menggunakan form uji organoleptik. Hasil tingkat penerimaan nugget ikan cakalang terhadap rasa yang paling banyak disukai panelis yaitu pada perlakuan 1 nilai rata-rata diperoleh 2,88 untuk warna nugget ikan cakalang yang paling banyak disukai panelis yaitu pada perlakuan 1 dengan nilai rata-rata 2,92 untuk aroma nugget ikan cakalang yang paling banyak disukai panelis yaitu pada perlakukan 2 dengan nilai rata-rata 2,92 untuk tekstur nugget ikan cakalang yang paling banyak disukai panelis yaitu pada perlakuan 2 dengan nilai rata-rata 2,95 dan nilai gizi yang tertinggi yaitu ada pada perlakuan 3 dengan energi 4,8 protein 0,27 lemak 0,12 karbohidrat 0,87. Kesimpulan dari penelitian ini yaitu nugget ikan cakalang yang paling banyak disukai ditinjau dari rasa, warna, aroma dan teksturnya itu pada nugget jantung pisang dengan perlakuan 2 (penambahan ikan tuna 10 gram).  
PENINGKATAN PENGETAHUAN TERKAIT HIPERTENSI DAN DIABETES MELITUS SERTA DEMONSTRASI GIZI SEIMBANG PADA LANSIA DI DESA TABUMELA Anna Y. Pomalingo; Sofyawati D. Talibo; Novian Swasono Hadi
Jurnal Pengabdian Kesehatan Masyarakat Vol 4, No 1 (2023): Mei: Jurnal Pengabdian Kesehatan Masyarakat
Publisher : Program Studi Kesehatan Masyarakat Universitas Negeri Gorontalo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37905/jpkm.v4i1.18506

Abstract

            Indonesia menghadapi masalah dalam pembangunan kesehatan, yaitu beban ganda penyakit infeksius dan penyakit tidak menular.Penanggulangan masalah hipertensi dan Diabetes Melitus di Indonesia meliputi upaya promotif, preventif, kuratif dan rehabilitatif yang dilaksanakan berdasarkan pedoman berbasis bukti (Evidence Based Medicine).Kebaruan dalam penelitian ini adalah melakukan peningkatan pengetahuan terkait hipertensi dan diabetes mellitus serta demonstrasi gizi seimbang pada lansia di Desa Tabumela. Tujuan kegiatan ini sebagai bentuk upaya peningkatan pengetahuan terkait hipertensi dan diabetes melitus serta demonstrasi gizi seimbang pada lansia.Metode pelaksanaan yang digunakan ialah melalui penyuluhan dan pemeriksaan kesehatan.Kegiatan penyuluhan melalui pemberian materi dengan metode ceramah serta diskusi, kemudian dilanjutkan dengan pemeriksaan tekanan darah dan pemeriksaan gula darah, serta demonstrasi isi piringku. Hasil pengabdian menunjukkan hasil bahwa pre test peserta dengan pengetahuan baik mengalami peningkatan dari 9 orang menjadi 18 orang pada post test. peserta dengan pengetahuan cukup sebanyak 13 orang turun menjadi 7 orang pada hasil post test dan peserta dengan pengetahuan kurang sebanyak 3 orang turun menjadi 0 orang pada hasil post test. hasil pemeriksaan tekanan darah terdapat 18 orang dengan tekanan darah normal dan 7 orang dengan tekanan darah tinggi. Hasil pemeriksaan kadar gula darah terdapat 22 orang dengan kadar gula darah normal dan 3 orang dengan kadar gula darah tinggi dan dari 25 sasaran semuanya sudah mempraktekkan pengolahan makanan untuk pencegahan hipertensi dan Diabetes Melitus. Kesimpulan kegiatan ini terdapat peningkatan pengetahuan terkait diabetes melitus dan hipertensi pada lansia dan bertambahnya pengetahuan mengenai kegiatan demonstrasi gizi guna memenuhi gizi seimbang pada lansia.Kata Kunci: Diabetes Melitus; Hipertensi; Lansia.