Sofni Fajriani
Universitas Negeri Padang

Published : 2 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

ANALISIS KESALAHAN PESERTA DIDIK SMA DALAM MENYELESAIKAN SOAL PEMECAHAN MASALAH MATEMATIS BERDASARKAN KATEGORI WATSON Sofni Fajriani; Dony Permana
Jurnal Ilmiah Pendidikan Matematika Al Qalasadi Vol 5 No 2 (2021): JURNAL ILMIAH PENDIDIKAN MATEMATIKA AL QALASADI
Publisher : Prodi Pendidikan Matematika, Fakultas Tarbiyah dan Ilmu Keguruan IAIN Langsa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32505/qalasadi.v5i2.3118

Abstract

Kesalahan dalam belajar matematika masih sering terjadi saat proses pembelajaran. Salah satu kesalahan dalam matematika adalah kesalahan dalam proses menyelesaikan soal. Kesalahan dengan bentuk soal pemecahan masalah adalah salah satu kesalahan yang banyak dilakukan peserta didik. Tujuan dari penulisan artikel ini adalah untuk mendeskripsikan kesalahan peserta didik dalam menyelesaikan soal pemecahan masalah dengan materi matriks berdasarkan kategori Watson. Jenis penelitian ini adalah penelitian deskriptif kualitatif. Teknik pengumpulan data dalam penelitian ini adalah tes tertulis dan catatan lapangan. Subjek penelitian adalah peserta didik kelas XI SMA. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa terdapat beberapa kesalahan yang dilakukan peserta didik saat menjawab soal matriks berdasarkan kategori Watson yaitu kesalahan (1) data yang dimasukkan tidak tepat, peserta didik salah dalam memasukkan nilai yang belum diketahui ke dalam tabel. Persentase kesalahan ini sebesar 9,67 %, (2) data yang hilang, peserta didik kurang teliti dalam membuat jawaban sehingga ada data yang terlupakan. Persentase kesalahan ini sebesar 6,45 %, (3) prosedur yang tidak tepat, peserta didik salah dalam mengartikan maksud soal ataupun salah dalam menggunakan rumus. Persentase kesalahan ini sebesar 22,58 %, (4) manipulasi tidak langsung, peserta didik salah dalam proses merubah dari satu tahap ke tahap lainnya dan adanya kesalahan yang tidak logis seperti seharusnya membagi tapi yang dilakukan mengali. Persentase kesalahan ini sebesar 16,13 %, (5) masalah hirarki keterampilan, peserta didik salah dalam proses perhitungan dan salah dalam mengubah bentuk rumus dasar menjadi rumus yang diminta soal. Persentase kesalahan ini sebesar 12, 90 %, (6) kesimpulan hilang, peserta didik tidak menyelesaikan sampai tahap akhir dari apa yang diminta soal. Persentase kesalahan ini sebesar 9,67 %, (7) kategori lain, peserta didik hanya menyalin soal, tidak merespon terhadap soal yang diberikan. Persentase kesalahan ini sebesar 6,45 %.
PENGARUH PENERAPAN MODEL PEMBELAJARAN GROUP INVESTIGATION TERHADAP KEMAMPUAN PEMECAHAN MASALAH MATEMATIS PESERTA DIDIK KELAS X MIPA SMAN 1 BATUSANGKAR TAHUN PELAJARAN 2018/2019 Sofni Fajriani
Jurnal Edukasi dan Penelitian Matematika Vol 8, No 2 (2019): Juni
Publisher : Departemen Matematika

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24036/pmat.v8i2.6228

Abstract

The ability of mathematical problem solving is one of the mathematics learning objectives to be achieved and evolved by learners itself. However, the students’ ability of mathematical problem solving are still not optimal and do not facilitated yet for improving those skills well. One of the efforts to improve the ability of mathematical problem solving is to apply Group Investigation (GI) learning model, aims to describe whether the learners’ ability of mathematical problem solving with GI model is better than learners’ ability of mathematical problem solving with direct learning. The type of research is quasi experiment with The Nonequivalent Posttest-Only Control Group Design.The authentication of the research hypotheses using t-test. Based on the analysis data concluded that the students’ability of mathematical problem solving who is applying group investigation model is better than the students’ ability of mathematical problem solving with direct learning.                                         Keywords–Mathematical Problem Solving, Group Investigation, Direct Learning