Wa Salmi
Sekolah Tinggi Agama Islam Yayasan Pendidikan Islam Qaimuddin (YPIQ)

Published : 2 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

PERAN DAKWAH WANITA DALAM PERSPEKTIF HADIS Wa Salmi
Tahdis: Jurnal Kajian Ilmu Al-Hadis Vol 7 No 2 (2016)
Publisher : Universitas Islam Negeri Alauddin

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (848.815 KB) | DOI: 10.24252/tahdis.v7i2.2776

Abstract

Dakwah merupakan seruan kepada manusia menuju jalan yang benar untuk keselamatan dunia dan akhirat. Pada awal penyebaran Islam, pengetahuan umat muslim pada saat itu didapatkan melalui dakwah Nabi Muhammad saw. kepada mereka. Perilaku buruk yang dilakukan kepada perempuan sebelum Islam, menjadikan perempuan objek dari tindak kekerasan. Setelah datangnya Islam yang dibawa oleh Nabi mengangkat derajat kaum wanita, peradaban yang buruk itu perlahan mulai hilang. Nabi saw. mengajarkan kepada para sahabatnya segala hal yang berkaitan tentang agama ataupun yang lain melalui majelis-majelis dakwah. Majelis-majelis dakwah ini banyak diikuti oleh para sahabat laki-laki. Keingintahuan para wanita muslim saat itu terhadap ilmu-ilmu agama dan ilmu-ilmu lainnya, membuat mereka ingin belajar melalui Nabi saw. dan meminta kepada Nabi untuk mengajarkan ilmu-ilmu agama atau hal-hal yang lain kepada mereka majelis-majelis ilmu perempuan. Semua hal yang berkaitan tentang persoalan perempuan ditanyakan kepada Nabi. Melalui pembelajaran inilah kehidupan kaum wanita menjadi lebih baik. 
MANHAJ IBN AL-SHALAH DALAM MUQADDIMAH IBN AL-SHALAH FI ’ULUM AL-HADIS Wa Salmi
Tahdis: Jurnal Kajian Ilmu Al-Hadis Vol 7 No 1 (2016)
Publisher : Universitas Islam Negeri Alauddin

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1147.81 KB) | DOI: 10.24252/tahdis.v7i1.7190

Abstract

Penulisan terhadap hadis-hadis Nabi telah berlangsung pada masa Rasulullah saw., meskipun pada saat itu kebolehan menulis hadis, hanya dikhususkan kepada beberapa orang sahabat saja yang langsung diperintahkan oleh Nabi saw. Setelah Rasulullah saw. wafat pengumpulan hadis yang tersebar di berbagai perawi belum dilakukan, itu disebabkan oleh perhatian para sahabat masih tertuju kepada pengumpulan al-Qur’an. Barulah pada masa khalifah Umar bin Abdul Aziz, pengkodifikasian terhadap hadis Nabi dilakukan atas perintah sang khalifah. Seperti diketahui bahwa, sebagian hadis telah tertulis. Tetapi, hal itu dilakukan tidak secara formal dan tidak sistematis. Kumpulan hadis secara sistematis inilah baru ditemukan para karya Imam Malik yaitu al-Muwatta’ 143 H, yang disebut juga dengan istilah mushannaf, hal itu terlihat dari hadis-hadis yang ada di dalamnya telah diklasifikasikan sesuai dengan subjeknya. Setelah munculnya kitab Imam Malik, diikutilah oleh munculnya beberapa kitab hadis yang mengkaji hadis tidak hanya dari aspek riwayat saja, tetapi dari periwayat juga dan hal-hal lain yang berkaitan dengan hadis itu sendiri. Perkembangan terhadap hadis Nabi ini sangatlah pesat, terlihat dengan berbagai macam kitab yang membahas seluk beluk hadis, di antaranya adalah kitab yang mengkaji tentang ilmu hadis. Seperti kitab ibnu Salah yaitu Muqaddimah li ibni al-Salah yang membahas tentang disimpiln ilmu hadis, mulai dari apa itu hadis, istilah-istilah tentang hadis, pembagian hadis dan lain-lain