Penulisan terhadap hadis-hadis Nabi telah berlangsung pada masa Rasulullah saw., meskipun pada saat itu kebolehan menulis hadis, hanya dikhususkan kepada beberapa orang sahabat saja yang langsung diperintahkan oleh Nabi saw. Setelah Rasulullah saw. wafat pengumpulan hadis yang tersebar di berbagai perawi belum dilakukan, itu disebabkan oleh perhatian para sahabat masih tertuju kepada pengumpulan al-Qur’an. Barulah pada masa khalifah Umar bin Abdul Aziz, pengkodifikasian terhadap hadis Nabi dilakukan atas perintah sang khalifah. Seperti diketahui bahwa, sebagian hadis telah tertulis. Tetapi, hal itu dilakukan tidak secara formal dan tidak sistematis. Kumpulan hadis secara sistematis inilah baru ditemukan para karya Imam Malik yaitu al-Muwatta’ 143 H, yang disebut juga dengan istilah mushannaf, hal itu terlihat dari hadis-hadis yang ada di dalamnya telah diklasifikasikan sesuai dengan subjeknya. Setelah munculnya kitab Imam Malik, diikutilah oleh munculnya beberapa kitab hadis yang mengkaji hadis tidak hanya dari aspek riwayat saja, tetapi dari periwayat juga dan hal-hal lain yang berkaitan dengan hadis itu sendiri. Perkembangan terhadap hadis Nabi ini sangatlah pesat, terlihat dengan berbagai macam kitab yang membahas seluk beluk hadis, di antaranya adalah kitab yang mengkaji tentang ilmu hadis. Seperti kitab ibnu Salah yaitu Muqaddimah li ibni al-Salah yang membahas tentang disimpiln ilmu hadis, mulai dari apa itu hadis, istilah-istilah tentang hadis, pembagian hadis dan lain-lain
Copyrights © 2016