p-Index From 2021 - 2026
0.408
P-Index
This Author published in this journals
All Journal JURNAL INFORMATIKA
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Perbandingan Algoritma Naïve Bayes Dan Decision Tree Untuk Analisis Sentimen Komentar Youtube Terhadap Tragedi Robohnya Musala Al-Khoziny Nauradhia Shofarianti Putri; Zaehol Fatah; Irma Yunita
JURNAL INFORMATIKA Vol 15, No 1 (2026): Jurnal Informatika
Publisher : Informatics Engineering Department, Dayanu Ikhsanuddin University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55340/jiu.v15i1.2692

Abstract

Keterbatasan dalam penanganan ketidakseimbangan data serta minimnya perbandingan algoritma pada analisis sentimen berbasis kasus lokal menjadi tantangan dalam menghasilkan model yang akurat. Pada peristiwa robohnya musala Pondok Pesantren Al-Khoziny Sidoarjo, beragam opini publik di YouTube belum banyak dianalisis dengan pendekatan yang mempertimbangkan kondisi tersebut. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi sentimen publik serta membandingkan kinerja algoritma Naïve Bayes dan Decision Tree pada data yang tidak seimbang. Data yang digunakan berupa kurang lebih 2.200 komentar yang dikumpulkan pada Januari–Maret 2026 melalui web scraping. Tahapan analisis meliputi preprocessing teks, pelabelan sentimen ke dalam kategori positif, negatif, dan netral, ekstraksi fitur menggunakan TF-IDF, serta penerapan SMOTE pada data latih untuk mengatasi ketidakseimbangan kelas. Model kemudian dilatih dan diuji menggunakan kedua algoritma tersebut. Hasil menunjukkan bahwa Decision Tree unggul dengan accuracy sebesar 0,99 dan F-1 Scoresebesar 0,99, sedangkan Naïve Bayes memperoleh accuracy sebesar 0,68 dan F-1 Scoresebesar 0,74. Temuan ini menunjukkan bahwa penanganan data tidak seimbang dan pemilihan algoritma berpengaruh signifikan terhadap hasil analisis sentimen. Temuan ini dapat menjadi acuan bagi pengembang sistem analisis sentimen yang bekerja dengan dataset berbahasa Indonesia, khususnya dalam konteks peristiwa sosial-keagamaan dengan distribusi kelas yang tidak seimbang.
Klasifikasi Produk Berdasarkan Performa Penjualan di My Baby Store Menggunakan Decission Tree Uny Khafifah; Zaehol Fatah; Irma Yunita
JURNAL INFORMATIKA Vol 15, No 1 (2026): Jurnal Informatika
Publisher : Informatics Engineering Department, Dayanu Ikhsanuddin University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55340/jiu.v15i1.2708

Abstract

Pengelolaan stok produk secara efektif merupakan tantangan kritis bagi Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) yang masih mengandalkan pencatatan penjualan secara manual. Tanpa sistem analisis data yang memadai, pemilik usaha tidak dapat mengidentifikasi performa tiap produk secara objektif, sehingga keputusan penambahan atau pengurangan stok sepenuhnya bergantung pada intuisi yang berpotensi menimbulkan penumpukan barang tidak laku atau kehabisan stok produk laris. My Baby Store, sebuah UMKM perlengkapan bayi di Pulau Raas, Kabupaten Sumenep, menghadapi masalah serupa selama periode operasionalnya. Penelitian ini bertujuan mengklasifikasikan produk berdasarkan performa penjualan ke dalam tiga kategori: Laris, Kurang Laris, dan Tidak Laris, menggunakan algoritma Decision Tree C4.5 dengan kerangka kerja CRISP-DM. Dataset yang digunakan terdiri dari 116 produk unik yang diperoleh melalui agregasi dari 433 transaksi penjualan selama periode Januari 2024–Juli 2025, dibagi dengan rasio 70:30 untuk proses pelatihan dan pengujian model. Hasil menunjukkan frekuensi transaksi sebagai atribut paling dominan (IG = 0,8113), dengan distribusi 17 produk Laris (14,7%), 11 produk Kurang Laris (9,5%), dan 88 produk Tidak Laris (75,9%). Evaluasi pada 35 data testing menghasilkan akurasi 97,14%, precision 98,81%, recall 88,89%, dan F1-Score 92,73%. Hasil klasifikasi ini memberikan landasan objektif bagi pemilik My Baby Store untuk memprioritaskan pengadaan produk Laris, merancang strategi promosi produk Kurang Laris, dan mengoptimalkan alokasi modal kerja dengan mengevaluasi ulang stok produk Tidak Laris, sehingga pengelolaan persediaan menjadi lebih terstruktur dan keputusan bisnis dapat diambil berbasis data, bukan intuisi semata.