Asmawati Amin
Unknown Affiliation

Published : 3 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 3 Documents
Search

Ranula: sebuah laporan kasus Asmawati Amin; Andi Tajrin; Aswar Sandi
Makassar Dental Journal Vol. 3 No. 6 (2014): Vol 3 No 6 Desember 2014
Publisher : Makassar Dental Journal PDGI Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (924.373 KB) | DOI: 10.35856/mdj.v3i6.198

Abstract

Ranula adalah bentuk kista akibat obstruksi glandula saliva mayor yang merupakan sebuah fenomena retensi duktus pada glandula sublingualis yang terdapat pada dasar mulut sehingga mengakibatkan terjadinya pembengkakan di bawah lidah yang berwarna kebiru-biruan. Ranula berasal dari kata Latin rana, yang berarti katak. Dinamakan ranula, karena ranula tersebut menonjol mirip perut katak, bila tonjolan tersebut menjadi sangat besar pada dasar mulut, suara penderita dapat menjadi “croacking” seperti suara katak. Prevalensi Ranula yaitu 0,2% setiap 1000 orang dan merupakan penyakit rongga mulut dengan ranking 41 yang paling sering diderita. Pada umumnya, ranula sering terjadi pada anak-anak dan remaja, namun penderita ranula juga dapat ditemukan pada orang dewasa. Seorang pasien perempuan berusia 13 tahun datang dengan keluhan lidah terdorong ke atas karena benjolan yang terdapat di bawah lidahnya dan didiagnosis sebagai ranula sublingualis. Makalah ini merupakan sebuah laporan kasus ranula dibawah lidah yang telah dilakukan prosedur pembedahan dengan eksisi dan marsupialisasi. Pasca operasi pasien diinstruksikan untuk melakukan kontrol sekali dalam 3 bulan.
Morphological description of tooth surfaces after application of casein phosphopeptide-amorphous calcium phosphate paste: Gambaran morfologi permukaan gigi pasca-aplikasi pasta casein phosphopeptide-amorphus calcium phosphate Annisa Rahma Said; Asmawati Amin; Bahruddin Talib; Alqarama Mahardhika Thalib
Makassar Dental Journal Vol. 14 No. 3 (2025): Volume 14 Issue 3 December 2025
Publisher : Makassar Dental Journal PDGI Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penggunaan bahan bleaching hidrogen peroksida dapat mengganggu permeabilitas jaringan sehingga menyebabkan lesi, karena proses demineralisasi yang disebabkan bahan bleaching yang bersifat asam sehingga dibutuhkan bahan untuk remineralisasi gigi. Casein phophopeptideamorphus calcium phosphate (CPP-ACP) merupakan bahan yang telah banyak digunakan di bidang kedokteran gigi preventif dan terbukti memberikan perlindungan terhadap asam. Artikel ini memberi gambaran morfologi permukaan gigi yang telah diaplikasi pasta CPP-ACP. Penelitian experimental laboratoris dengan desain pre and post-test with control group. Sebanyak 10 sampel dibagi rata menjadi dua kelompok, kontrol dan perlakuan. Sampel kontrol direndam dalam saliva buatan selama 24 jam kemudian dicuci dengan akuades. Sampel perlakuan diaplikasikan hidrogen peroksida 35% selama 2 jam, kemudian dibersihkan dengan akuades lalu diamati dengan SEM, selanjutnya diaplikasikan pasta CPP-ACP setiap 8 jam selama 14 hari berturut-turut kemudian diamati dengan SEM. Pasta CPP-ACP terbukti dapat membantu dalam menghambat demineralisasi dan meningkatkan proses remineralisasi gigi. Disimpulkan bahwa gigi yang telah diaplikasi pasta CPP-ACP tampak halus dengan sedikit goresan yang dangkal dan terdapat porositas di sekitarnya dengan ukuran pori yang tampak kecil.
Potential of Stichopus hermanni as a scaffold material in dental tissue engineering: Potensi Stichopus hermanni sebagai bahan penyangga dalam rekayasa jaringan gigi Asmawati Amin; Alqarama Mahardhika Thalib; Bahruddin Talib; Muhammad Fadil Fauzan; Eser Suryanti Sambara
Makassar Dental Journal Vol. 14 No. 3 (2025): Volume 14 Issue 3 December 2025
Publisher : Makassar Dental Journal PDGI Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Artikel ini mengevaluasi Stichopus hermanni sebagai scaffold untuk rekayasa jaringan gigi, dengan fokus pada biokompatibilitas, osteogenesis, angiogenesis, dan imunomodulasi. Dilakukan pencarian pustaka secara sistematis dilakukan melalui PubMed/MEDLINE, Scopus, ScienceDirect, Google Scholar, dan basis data nasional. Studi dipilih menggunakan kerangka PICOS, mencakup penelitian in vitro dan in vivo. Hasilnya scaffold berbasis S.hermanni, baik sendiri maupun dikombinasi dengan hidroksiapatit atau kitosan, menunjukkan biokompatibilitas tinggi, non toksik, peningkatan marker osteogenik (CD44, IL-10, osteokalsin, bFGF), angiogenesis, dan pembentukan tulang anyaman. Scaffold ini juga menurunkan aktivitas osteoklas melalui efek imunomodulasi. Disimpulkan bahwa S.hermanni berpotensi kuat sebagai biomaterial scaffold dalam rekayasa jaringan gigi, mendukung regenerasi jaringan keras dan lunak dengan aman dan efektif.