Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

PENGARUH LATIHAN FISIK TERATUR TERHADAP KADAR GLUKOSA DARAH DAN HUBUNGANNYA DENGAN KADAR TESTOSTERON TOTAL PADA TIKUS MODEL DIABETES Zulkarnain, -; Satria, Darma; Yus, T. M.; Rezeki, Soraya
Majalah Kedokteran Bandung Vol 47, No 1 (2015)
Publisher : Faculty of Medicine, Universitas Padjadjaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (633.719 KB)

Abstract

Kondisi hiperglikemia kronik pada diabetes melitus dapat mengganggu fungsi reproduksi, salah satunya adalah penurunan kadar testosteron total. Latihan fisik teratur merupakan salah satu pendekatan nonfarmakologi untuk menurunkan kadar glukosa darah dan memperbaiki kadar testosteron total pada diabetes melitus. Penelitian bertujuan untuk menentukan pengaruh latihan fisik teratur terhadap kadar glukosa darah puasa (GDP) dan hubungannya dengan kadar testosteron total pada tikus diabetes melitus. Penelitian eksperimental murni rancangan pre-postest with control group design dilakukan di Laboratorium Fisiologi, Fakultas Kedokteran dan Laboratorium Riset, Fakultas Kedokteran Hewan Universitas Syiah Kuala, Banda Aceh, periode Juni?Oktober 2013. Lima belas tikus putih jantan Sprague-Dawley dibagi tiga kelompok: (I) kontrol, (II) kelompok diabetes melitus, dan (III) kelompok diabetes melitus yang diberi latihan fisik. Latihan fisik dilakukan pada intensitas ringan-sedang selama 9 minggu sesuai protokol Souza. Kadar GDP diukur setiap 3 minggu selama latihan fisik dan perubahannya dibandingkan antarkelompok. Kadar testosteron total diukur setelah 9 minggu menjalani latihan fisik. Kadar testosteron total rata-rata tikus diabetes melitus yang diberi latihan fisik berbeda dibanding dengan tanpa latihan fisik (p=0,032). Terdapat korelasi negatif antara perubahan kadar GDP dan kadar testosteron total (p=0,007; korelasi Pearson - 0,661). Simpulan, latihan fisik teratur dengan intensitas ringan-sedang dapat menurunkan kadar glukosa darah dan memperbaiki kadar testosteron total pada tikus diabetes. [MKB. 2015;47(1):16?21]Kata kunci: Hiperglikemia, kadar testosteron total, latihan fisik teratur Effects of Regular Physical Exercise on Blood Glucose Levels and Its Relationship to Total Testosterone Levels in Diabetic RatsA state of chronic hyperglycemia in diabetes mellitus may cause dysfunction of the reproductive system; one of these is the decrease in total testosterone level. A regular physical exercise is one of the non-pharmacological approaches to reduce blood glucose level and improve total testosterone level in diabetes mellitus. The study was aimed to determine the effects of regular physical exercise on fasting blood glucose (FBG) levels and its relationship to total testosterone levels in diabetic rats. Pre-postest experimental study with control group design, was conducted during June?October 2013 at Physiology Laboratory of Medical Faculty and Research Laboratory of Veterinary Medicine, Syiah Kuala University, Banda Aceh. Fifteen male Sprague-Dawley rats were divided into three groups: (I) control, (II) sedentary diabetic, and (III) exercise diabetic. The physical exercise was performed at low-moderate intensity for nine weeks according to Souza?s protocol. The levels of blood glucose were measured every three weeks during the regular physical exercise; the changes of blood glucose level were compared between groups, whereas the levels of total testosterone were measured after nine weeks of regular physical exercise. The mean of total testosterone level was different (p=0.032) between the group with physical exercise and without physical exercise. There was a negative correlation between changes in FBG levels and total testosterone levels (p=0.007, Pearson correlation -0.661). In conclusion, regular physical exercise with low-moderate intensity reduces blood glucose levels and improves total testosterone levels in diabetic rats. [MKB. 2015;47(1):16?21]Key words: Hyperglycemia, regular physical exercise, total testosterone level DOI: 10.15395/mkb.v47n1.393   
Hubungan Kadar Alpha-Fetoprotein dengan Derajat Keparahan Hepatocellular Carsinoma Ulfa, Kamalya; Maghfirah, Desi; Dewi Mulia, Vera; Hidayat, Rachmat; Rezeki, Soraya
Journal of Medical Science Vol 7 No 1 (2026): Journal of Medical Science
Publisher : LITBANG RSUDZA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55572/jms.v7i1.291

Abstract

Hepatocellular Carsinoma (HCC) merupakan kanker hati primer yang paling sering ditemukan dan menjadi penyebab utama kematian akibat kanker di dunia. Alpha-fetoprotein (AFP) digunakan secara luas sebagai penanda tumor dalam diagnosis dan pemantauan HCC, di mana peningkatan kadar AFP diduga berkorelasi dengan derajat keparahan penyakit berdasarkan sistem klasifikasi Barcelona Clinic Liver Cancer (BCLC). Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara kadar AFP dengan derajat keparahan HCC berdasarkan klasifikasi BCLC di RSUD dr. Zainoel Abidin Banda Aceh tahun 2024. Penelitian ini menggunakan desain observasional analitik dengan pendekatan cross-sectional, dengan data diperoleh dari rekam medis pasien HCC yang memenuhi kriteria inklusi. Sebanyak 40 pasien dijadikan sampel dan dibagi berdasarkan stadium BCLC (A–D), kemudian dianalisis menggunakan uji Kruskall Wallis karena data tidak berdistribusi normal. Hasil penelitian menunjukkan bahwa distribusi pasien terbanyak terdapat pada stadium BCLC B (37,5%) dengan mayoritas berjenis kelamin laki-laki dan rentang usia 14–74 tahun. Kadar AFP menunjukkan rentang luas (1,41–1000 ng/mL) dengan nilai yang meningkat seiring bertambahnya derajat BCLC dimana kadar AFP pada stadium A dan B yaitu 1,41-1000 ng/mL dan stadium C dan D yaitu 68,86-1000 ng/mL, serta terdapat perbedaan signifikan antara kadar AFP pada stadium A, B,C,dan D dengan p = 0,01. Penelitian ini menunjuukan terdapat hubungan bermakna antara kadar AFP dengan derajat keparahan HCC, di mana peningkatan kadar AFP pada stadium lanjut mencerminkan aktivitas tumor yang lebih agresif serta gangguan fungsi hati yang lebih berat. Pemeriksaan AFP dapat dijadikan indikator tambahan dalam menilai progresivitas HCC meskipun perlu dikombinasikan dengan penilaian klinis dan radiologis lainnya.