Yutia Ihza Komala
Universitas Harapan Bangsa, Fakultas Kesehatan, Program Studi Farmasi Jl. Raden Patah No.100, Kedunglongsir, Ledug, Kec. Kembaran, Kabupaten Banyumas, Jawa Tengah, 53182, Indonesia

Published : 1 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 1 Documents
Search

EFEK ANTI HIPERGLIKEMIA DAPAGLIFOZINE MONOTERAPI DAN KOMBINASI DENGAN METFORMIN PADA MENCIT Ikhwan Yuda Kusuma; Galih Samodra; Yutia Ihza Komala; Elza Puspita Apriliansa; Annima Alfi Fauqina
Jurnal Ilmiah Farmako Bahari Vol 13, No 1 (2022): Jurnal Ilmiah Farmako Bahari
Publisher : Fakultas MIPA Universitas Garut

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52434/jfb.v13i1.1167

Abstract

Penyakit metabolik yang melibatkan insulin dikenal dengan diabetes mellitus (DM) merupakan suatu gangguan yang melibatkan gangguan pada metabolisme karbohidrat, lemak dan protein yang berakibat pada peningkatan kadar glukosa darah. Diabetes melitus dapat dipengaruhi oleh beberapa faktor yaitu usia, obesitas, riwayat keluarga, gangguan metabolisme glukosa, dan gaya hidup. Tujuan dilakukan penelitian ini untuk mengetahui bagaimana efek setelah pemberian dapagliflozin tunggal dan kombinasi dengan metformin terhadap peningkatan gula darah puasa dan gula darah sewaktu pada mencit putih dengan induksi aloksan. Penelitian ini dilakukan dengan metode eksperimental, data yang diperoleh dianalisis dengan One Way ANOVA (Analysis of Variant) dengan signifikansi = 0,05, pengujian deilanjutkan dengan LSD Post Hoc Test untuk mengetahui perbedaan setiap kelompok perlakuan. Pengolahan data diproses dengan software SPSS. Hasil penelitian menggambarkan bahwa kelompok dapagliflozin monoterapi menunjukan penurunan profil kadar gula darah dengan nilai rata-rata selisih sebesar 39,48 mg/dL. Dapaglifozin-Metformin Kombinasi juga menggambarkan penurunan kadar gula darah dengan nilai rata-rata selisih sebesar 43.21 mg/dL. Sehingga dapat disimpulkan untuk terapi kombinasi anti diabetes menghasilkan efektivitas yang dapat menurunkan kadar gula darah dengan lebih baik jika dibandingkan dengan dapaglifozin secara monoterapi. Analisis One way Anova penggunaan Dapagliflozin monoterapi menunjukan nilai F hitung 3.571311 dan nilai F tabel 3.4668, artinya terdapat perbedaan yang bermakna, oleh karena itu dianalisis lebih lanjut menggunakan uji LSD (BNT) kelompok dapagliflozin tunggal menunjukan nilai rata-rata kelompok 1 berbeda signifikan dengan kelompok 2 dan 3 , karena notasinya berbeda. Namun untuk yang terapi kombinasi Dapagliflozin-Metformin menunjukan nilai F hitung 1.351435 dan nilai F 3.468, artinya tidak terdapat perbedaan yang bermakna.